Ritual Mandi di Tengah Malam

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-08



Seorang Dukun Kesohor Memaksaku Mewarisi 'Ilmu' Tingkat Tingginya. [Bag.4]

 Begitu pulang, saya disuruh untuk membeli kembang tujuh rupa dan nggak boleh menawar. Bunga itu kemudian dimasukkan ke dalam botol aqua dan ditaruh di kamar mandi. Baru pukul 12 malam, saya harus mandi menggunakan air tersebut.

  Ada lagi yang harus mandi menggunakan uang logam yang dimasukkan di gayung. Dengan terlebih dahulu di ceplokin telur mentah di kepala, tiap pukul 12 malam, saya juga harus mandi sambil terdengar krincingan air logam itu. Namun, tetap nggak punya pengaruh.

  Kemudian sama kakak diantar ke paranormal Bekasi. Paranormal ini memberitahu, bahwa yang ada pada diri saya adalah titisan dari nenek. 

  Ia tidak menyakiti, akan tetapi over protectif. Dan untuk menghilangkannya saya disuruh menggelar kain putih sepanjang kuburan pada 12 malam. Terus setelah itu kain putih itu diambil dan celupin ke air, kemudian harus saya minum. Wah pokoknya yang nggak-nggak saja saat itu.

  Bahkan saya telah pergi ke paranormal yang dianggap paling top di Indonesia. Di tempat inilah para aparat pemerintahan meminta jampi-jampi padanya. Namun begitu saya datang, malah ia bilang "Mohon jangan pernah datang ke sini lagi ya." 

  Maka teman saya tertawa mendengar ucapannya dan berseloroh, kalau paranormal terhebat saja nggak sanggup menandingi kamu, kamu saja yang jadi paranormal menggantiin dia. Tapi karena saya sudah capek, saya masa bodoh saja.

Bertemu Ustadz Fadhlan 

  Hingga akhirnya suatu saat adik saya yang bekerja di Grogol membawa majalah Tarbawi yang berjudul; "Dahsyatnya Kekuatan Doa" yang didapat dari teman-teman Cina Muslim yang kebetulan satu kantor dengannya. 

 Di Majalah Tarbawi itu, dimuat pakar terapi jin sesuai syari'at yang bernama Ustadz Fadhlan. Maka begitu selesai membaca langsung saya kontak kantor Tarbawi, Alhamdulillah Tarbawi membantu mencarikan nomor kontak dan tempat yang bisa dihubungi.

 Maka keesokan harinya saya menyuruh saudara pembantu yang ada di Solo untuk membuat perjanjian waktu dengan Ustadz Fadhlan di Pondok Al Hikmah Boyolali. 

  Begitu ada waktu, pada hari Kamis saya rent car berangkat menuju Boyolali. Namun saat sampai daerah Cirebon, tiba-tiba karet pedal perseneling putus. Dan tak satupun yang menjual. 

  Maka terpaksa kami menunggu datangnya mobil pengganti, sambil bermalam di Pom Bensin.Begitu mobil tiba, kita langsung meluncur menuju ke Boyolali. Sesampai di sana ternyata Ustadz Fadhlan lagi ada acara mendadak di Bantul dan baru bisa ditemui besok. 

  Itu pun di Yogyakarta. Maka segera kita kontak Yogyakarta, kebetulan di terima sama mbak Darti (istri Ustadz Fadhlan). Maka segera kami meluncur menuju Yogyakarta, namun karena sudah malam kami menginap di Solo.

  Nah, saat di Solo ini sering terjadi kejadian aneh. Setiap saya masuk kamar mandi maka tiba-tiba pintu terkunci. Bahkan sempat sengaja pintu tidak ditutup, namun tiba-tiba ia menutup sendiri dan nggak bisa dibuka hingga office boy datang. 

Dan itu berlangsung hingga beberapa kali. Tak urung saya berteriak histeris.

  Namun karena saya telah bertekad ketemu Ustadz Fadhlan, keesokan harinya saya teruskan ke Yogya walau dengan rintangan jatuh pula. Setiba di sana, menjelang Dhuhur setelah usai pengobatan orang Malaysia, Ustadz Fadhlan baru menangani saya. 

 Pada mulanya saya disuruh berwudhu. Namun karena nggak bisa maka saya dituntun sama Mbak Darti berwudhu lalu memakai jilbab dan berbaring. 

  Dan begitu dada saya diletakkan Al Qur'an dan tangan Ustadz Fadhlan memegang kepala saya dengan sarung tangan kulit yang tebal, lalu membaca surat-surat Al Qur'an. 

Tiba-tiba kepala saya seperti ditimpuk besi berton-ton. Dada saya sesak seperti dihimpit dua buah benda yang sangat besar. [Bersambung]

Previous
« Prev Post

Related Posts

March 08, 2020

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran