Nabi dihina, santai aja

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-09


Nabi dihina, santai aja
  Assalamualaikum Ustadz.. Bolehkah kita marah saat Al Quran dihina..? Nabi di hina..? Mohon penjelasannya..? Ada sebagian ustadz mengajarkan seperti ini... Sejarah telah mengajarkan kepada kita, nabi ketika da'wah di katakan majenun orang sesat dan di lempar batu-batu sampai berdarah dll apakah waktu itu Nabi membalas semua hina'an itu??, 

Bahkan ketika orang yahudi itu mengolok-olok Nabi tidak ada lagi(sakit) nabi muhammad menjenguknya,,,,, begitulah ahlaq Nabi. (0819-0609-2xxx)

*****
Wa'alaikumussalam, Bismillah wal Hamdulillah ..
  Boleh, bahkan wajib marah, sebagaimana penjelasan ulama (nanti saya sampaikan). Itu bagian dari hasasiyah imaniyah (kepekaan iman) seorang Muslim.
  Ada pun peristiwa yang dialami Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, mesti melihatnya dari A sd Z sejarah Nabi. Yang hanya mengajarkan "kelembutan" tanpa ketegasan telah zalim terhadap sejarah kehidupan Nabi, begitu juga sama zalimnya yang mengajarkan "ketegasan" tanpa kesabaran. Kelembutan tanpa batas adalah banci, dan ketegasan tanpa batas adalah ekstrim. Keduanya tercela.
  Kisah awal sejarah Nabi, penuh dengan hinaan, cacian, bahkan percobaan pembunuhan, tapi Nabi tidak membalas, tetap bersabar, sabar, sabar, dan berda'wah. Ini sangat terkenal, seperti kisah Yahudi yang melemparinya dengan kotoran unta, dll.
  Kisah selanjutnya, fase Madinah ... masa-masa kaum Muslimin saat itu kuat dan berwibawa, yang ada adalah ketegasan bagi para pencela Islam.
  Ka'ab bin Asyraf, Yahudi Madinah, penyair yang selalu menghina Nabi, dipenggal kepalanya oleh pemuda Muslim, Muhammad bin Maslamah setelah minta izin kepada Nabi. Sehingga Al Hafizh Ibnu Hajar, Imaj As Suyuthi mengatakan hukuman mati bagi siapa pun pencela Nabi ..., bagaimana tidak? Pencela sahabat Nabi saja, seperti yang dilakukan sekte syiah, juga divonis hukuman mati oleh para tabi'in?
  Lalu .., Imam Bukhari dan Imam Muslim, dalam Shahihnya, menceritakan perintah Nabi untuk menghukum kaum 'Ukl atau Urainah dengan cara mencungkil mata mereka, memotong tangan dan kakinya, mereka sudah minta ampun tapi Nabi tidak memaafkan mereka, dan menjemurnya diterik matahari sampai mati, padahal bukan dalam keadaan perang .., tapi disebabkan mereka telah membunuh secara sadis dan kejam beberapa penggembala Nabi ..
  Pasca Perang Ahzab, Nabi mengambil keputusan menghukum mati para pembesar Yahudi Madinah yang telah berkhianat atas perjanjian Piagam Madinah, dengan mengepung Madinah dalam perang Ahzab .. ratusan jumlah yang dieksekusi ..
Dan lain sebagainya ...
  Semua sikap keras ini sama sekali tidak mengurangi kenabiannya, kemuliaannya, keadilan, dan keluhuran akhlaknya. Sebab, semua sikap ada latar belakang masing-masing. Maka, sangat keliru, ceroboh, dan ngawur, yang mengajarkan kelembutan pada saat harus tegas dan keras, dan mengajarkan sikap keras padahal bukan pada tempatnya dan waktunya.
Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al Jazairi berkata:
واستثنى اهل العلم من سب الله تعالى أو رسوله فإنه يقتل فى الحال ...
Para ulama membuat pengecualian bahwa orang yang menghina Allah atau RasulNya, dibunuh seketika itu juga .. (Minhajul Muslim, Hal. 379. Cet. 4. Maktabah Al 'Ulum wal Hikam. Madinah)
Imam Muhammad bin Abi Zaid Rahimahullah berkata:
وأما من لعن المصحف فإنه يقتل هذا
Ada pun jika ada yang mengutuk mushaf/Al Quran maka dia wajib dibunuh. (Imam An Nawawi, _At Tibyan,_ Hal. 164)
Inilah penjelasan ulama, bukan badut-badut sok bijak yang mencari muka dihadapan orang kafir dan media, Hadaanallah wa iyyaahum ...
Wallahul Musta'an wa Ilaihi Musytaka ..
Ustadz Farid Nu'man Hasan

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


Previous
« Prev Post

Related Posts

February 09, 2020

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran