Kejadian di Jam 2 Malam

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-04



Terkisahkan, seorang wanita ditinggal pergi oleh suaminya karena suatu sebab.

Suatu ketika puteri kecilnya semata wayang sakit keras disertai demam meninggi. Ia pun duduk sambil menangis di samping puterinya yang sedang berbaring.

Mereka ini keluarga tak berpunya. Bagaimana bisa memanggil dokter atau membeli obat untuk puterinya sementara mereka ini sering tertidur tanpa makan malam?

Ia menuturkan:

“Tepat jam 2 malam, ada yang mengetuk pintu. Aku bertanya, ‘siapa?’”

Pengetuk pintu bersuara: “dokter”

“Aku membuka pintu setelah mengenakan hijab. Ayahku berdiri di sampingku dan aku sendiri gemetar.”

Dokter itu segera masuk sambil menenteng tas dan berkata:

“Mana anak kecil yang sakit itu?”

Wanita itu berkata: “Itu dia.”

Sang dokter memeriksa si kecil dan menuliskan resep obat. Setelah itu, ia duduk menunggu dekat pintu. Dan ternyata menunggu amplop sebagai upahnya -dan ini adalah hal yang wajar-

Ibu itu terkejut dengan apa yang terjadi bagaimana dokter itu bisa bertandang ke rumahnya dan siapa yang menghubunginya, sekaligus bingung bagaimana ia harus membayar upah untuk dokter.

Dokter berkata:

“Maaf, saya pamit, ada lagi yang harus kami lakukan?”

Sang wanita paham dengan pertanyaan tersebut.

“Saya minta maaf dokter. Kami tidak memiliki apa-apa.”

Dokter itu menukas:

“Bukankah anda memiliki rasa malu? Anda mengeluarkan aku dari rumahku malam-malam begini dan mengatakan tak ada upah?”

Wanita itu menangis dan berkata:

“Demi Allah. Saya tidak pernah menghubungi anda wahai dokter karena memang kami tidak memiliki handphone.”

Dokter itu berkata:

“Bukankan ini rumah saudara fulan?”

Wanita itu berkata:

“Bukan, dok. Kami tetangga beliau langsung. Rumah beliau di sebelah.”

Dokter itu sangat tersentak mendengar jawaban tersebut. Dia pun bertanya kepada wanita tersebut mengenai kehidupannya sehari-hari. Lalu ia pun keluar menuju mobilnya untuk mengambil uang, obat dan hal lain untuk diberikan kepada keluarga wanita tersebut.

Hikmah:

Alamat boleh saja tertukar namun tidak untuk rizki dan rahmat Allah. Allah tak akan melupakan para hamba-Nya yang beriman.

Pula, tak perlu terlalu banyak memikirkan tapi banyak-banyaklah berdoa dan beristighfar kepada Allah. Dengan doa dan istighfar, Allah membuka pintu-pintu yang tak bisa terbuka dengan banyak berpikir.

Banyak masalah tak terselesaikan dengan kecerdasan otak, kuat fisik dan melimpahnya harta namun justru terselesaikan dengan lirih do’a dan istighfar.

Sumber: akun Isham Busaid

Alih bahasa: Yani Fahriansyah (2018)

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


Previous
« Prev Post

Related Posts

February 04, 2020

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran