Hati-hati Ain Bisa Menyerang Diri Sendiri

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-08



Hati-hati Nafs ('Ain Diri) Menyerang Diri Sendiri

  Selama ini, yang kita pahami dari gangguan 'ain adalah ketika seseorang menyimpan hasad (dengki) kepada orang lain yang menjadi sasaran kedengkian tersebut disertai adanya keinginan agar karunia Allah yang dimilikinya berpindah kepada si pendengki.

 Atau ketika seseorang terkagum-kagum pada seseorang karena kelebihan yang dimilikinya disertai keinginanan untuk memiliki hal yangg sama tanpa berharap hilangnya kelebihan yang ada pada orang lain. Tapi kekaguman itu tidak diutarakan dengan iringan tabrik (doa keberkahan).

  Artinya, penyakit 'ain terjadi karena ada interaksi dua orang atau lebih. Bisa juga antara orang dengan benda, baik yang wujud atau yang abstrak.

 Saya baru tau, ternyata seseorang dapat menimbulkan 'ain terhadap dirinya sendiri. Hal itu yang disebut Syaikh Sa'ad dengn istilah NAFS.

  Antara 'ain dan nafs ada persamaan dan perbedaan, yaitu :

1. Akibat yang ditimbulkan oleh nafs lebih dahsyat dan kontan. Sedangkan akibat 'ain tidak begitu dahsyat dan tidak kontan.

  Kisah Qarun merupakan dalil ketika ia membanggakan hartanya yang ia anggap merupakan buah dari ilmu dan usahanya. Seketika, Allah tenggelamkan hartanya ke dalam bumi.

  Begitu juga kisah pemilik 2 kebun yang Allah ceritakan dalam surah Al-Kahfi ayat 35 - 36 dan 42. Silahkan dilihat tafsirnya. Artinya, membanggakan diri atau menganggap diri hebat karena kelebihan tertentu, bisa menyebabkan musibah. Itu disebut nafs.

   Kalau 'ain, akibatnya bisa terjadi dalam beberapa waktu atau hari, tidak langsung saat itu seperti efek nafs.

2. Keselamatan dan Kesembuhan dari gangguan 'ain, mungkin bisa dicapai jika dilakukan terapi. Tapi keselamatan dari efek nafs, sulit terjadi.

   Kenapa efek nafs sulit diatasi? Karena efeknya langsung dan cepat sebelum ada upaya mengatasinya. Sedangkan efek 'ain bisa diatasi sebagaimana yang terjadi kepada Sahl ibn Hunaif.

3. 'Ain bisa bersumber dari orang baik (shalih) dan juga orang jahat (thalih). Sedangkan nafs bersumber dari jiwa yang buruk saja.

4. Pelaku 'ain menyebabkan gangguan 'ain pada orang lain karena kelebihan yang tidak dimilikinya. Sedangka pelaku nafs (an-naafis) menyebabkan gangguan terhadap dirinya sendiri.

   Seseorang memandang wajahnya di cermin, lalu ia bangga dengan ketampanannya sebagai laki-laki. Kemudian ia berkata "Muhammad seorang Nabi, Abu Bakar adalah ash-Shiddiq, Umar adalah al-Faruq, Usman adalah seorang pemalu dst. Sedangkan aku adalah seorang raja yang masih muda". Tidak sampai sebulan, ia pun mati. Ini diceritakan oleh Yahya al-Ghassaniy dalam Tarikh al-Khulafa'.

  Ternyata banyak istilah yang kelihatan sama tapi ternyata berbeda seperti Hasad, 'Ain, Nafs, Nazharoh dll. Itulah perlunya seorang peruqyah terus belajar.

  Pembahasan tentang Hasad dan sejenisnya akan disampaikan oleh Syaikh Sa'ad pada Dauroh Ruqyah Syar'iyyah di Sabah dan Selangor pada April 2020 nanti. Jom hadir bersama !

Medan, 5 Februari 2020
Musdar Bustamam Tambusai

(Founder MATAIR Int.)

Previous
« Prev Post

Related Posts

February 08, 2020

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran