Bahaya Dibalik Kalimat "Mantul"

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-16



Kelatahan "Mantul" Dalam Memuji

- Pertama, tulisan ini untuk mengingatkan saya sendiri yang kadang juga ikut latah mengucapkan atau menulis "Mantul, mantap betul, paten" dan sejenisnya.

- Ekspresi dengan kata "Mantul" menunjukkan bahwa kita ikut senang atau kagum dengan prestasi atau kelebihan yang dimiliki oleh saudara kita, baik kelebihan fisik, pikiran, seni, harta, keluarga dan sebagainya.

- Nabi Muhammad, teladan kita mengatakan (lebih kurang) bahwa siapa yang melihat kelebihan pada diri saudaranya, hartanya dan sebagainya, maka ucapkan lah "tabrik". Tujuannya agar saudara kita terhindar dari gangguan 'ain.

- Sabda Rasulullah tentang pentingnya mengucapkan "tabrik" tersebut disampaikan setelah adanya peristiwa Sahl bin Hunaif yang tiba-tiba terjatuh dan demam tinggi ketika dipuji oleh Amir bin Rabi'ah saat melihat kulitnya yang putih.

- Nabi merespon kejadian itu dengan mengatakan "Atas dasar apa, kalian ingin membunuh saudara sendiri?". Artinya, memuji dan mengagumi kelebihan saudara kita tanpa menyebutkan "tabrik" bisa menyebabkan kematiannya, setidaknya jatuh sakit.

- Dalam salah satu hadits juga disebutkan "Kebanyakan Orang yang mati di kalangan umatku - setelah ketentuan dan takdir Allah - disebabkan oleh 'ain".

- Banyak orang yang tidak percaya dan menganggap enteng masalah ini, padahal bisa saja penyakit yang diderita olehnya dan sanak keluarganya disebabkan oleh 'ain. Karena memang secara zhahir, tidak ada perbedaan efek 'ain dan efek penyebab sakit lainnya.

- Ada orang kecelakaan disebabkan oleh tabrakan atau ngantuk dan sebagainya, padahal bisa saja ada orang lain yang hasad atau kagum dan memujinya tapi tidak mengucapkan doa keberkahan (tabrik).

- Ada yang mengalami penyakit jantung, kanker, stroke dan sebagainya, tapi dia menganggap penyebabnya adalah sesuatu yang bersifat medis. Ya, keyakinan itu sah-sah saja. Tapi jangan sampai mengabaikan sebab-sebab yang tidak biasa seperti hasad dan pujian.

- Nah, kembali kepada budaya ungkapan "Mantul, mantap betul, paten" dsb, tidak salah jika ditambahkan "tabrik" yaitu "Masya Allah Tabarokallah".

 Wallahul Musta'an.

Medan, 14 Februari 2020

Musdar Bustamam Tambusai

(Founder MATAIR Int.)

Previous
« Prev Post

Related Posts

February 16, 2020

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran