Perbedaan Sihir dan 'Ain

Posted by rumah ruqyah on 2020-01-19



Perbedaan Sihir dan 'Ain

  Dalam surah al-Falaq dijelaskan bahwa kita berlindungan kepada Allah dari kejahatan tukang-tukang sihir yang meniupkan sihirnya pada buhul-buhul dan dari kejahatan orang-orang dengki ketika ia dengki...

Sihir dan hasad adalah dua kejahatan yang selalu mengintai manusia..

  Jika sihir menggunakan media benda seperti rambut, kuku dsb yang diikat sedangkan ain tidak menggunakan media benda..

  Proses terjadinya sihir dibantu oleh jin jahat (setan) melalui benda yang dijadikan sebagai simbol. Proses terjadinya 'ain hanya dengan ucapan, pandangan bahkan pujian yang tidak disertai doa keberkahan (tabrik).

  Setan selalu mengintai setiap ucapan, pandangan dan pujian untuk ditunggangi agar sampai kepada sasaran atau target...

***

  Saya pernah mengatakan bahwa saya tidak pernah memvonis pasien terkena sihir karena hal itu akan membuatnya semakin tertekan secara psikis. Sebab bisa jadi ia terkena 'ain karena dominasi 'ain lebih kuat dibanding sihir sebagaimana kata Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam "Kebanyakan umatku mati - setelah qadha dan taqdir Allah - adalah disebabkan oleh 'ain"....

  Sangat memungkinkan bahwa penyakit-penyakit aneh dizaman sekarang disebabkan oleh 'ain. Kecelakaan, kebakaran, musibah dan bencana yang menimpa seseorang dapat disebabkan oleh 'ain. Karena 'ain itu memang benar adanya (al-'ainu haqqun).

  Belum pernah saya dengar ada hadits mengatakan bahwa sihir akan mematikan banyak orang atau akan menimbulkan banyak penyakit, meskipun itu bisa terjadi.

  Soal gejala / tanda-tanda 'ain dan sihir bisa jadi sama atau mirip, tapi proses terjadinya itu berbeda. Dan perlu diingat bahwa 'ain bukan hanya terjadi disebabkan kedengkian orang-orang jahat kepada kita, tapi, pujian dan kekaguman dari orang-orang yang menyintai dan menyukai kita pun dapat berpotensi jadi musibah karena 'ain.

  Boleh jadi seorang anak sakit karena pujian ayahnya yang tidak memberkahi. Begitu juga seorang guru kepada murid dan sebaliknya. Seorang suami dan istri kepada pasangannya jika tidak berhati-hati dalam memuji juga dapat mendatangkan penyakit 'ain..

  Jadi, penyakit-penyakit dan bencana yang terjadi sehingga terkadang menyebabkan kematian di dominasi oleh 'ain. Kedengarannya agak kurang logis, tapi begitu bunyi dan kandungan hadits.

***

Sebagai Muslim kita harus mencegah secara dini, jangan sampai kita terkena 'ain. Caranya :

1. Budayakan setiap kali memuji atau mengagumi seseorang ucapkan doa tabrik (keberkahan) seperti "Maa sya'a Allah tabarakallah" atau "Barokallahu fik" dsb...

2. Budayakan makan sepiring dan minum dari gelas yang sama sebab itu juga mencegah terjadi penyakit 'ain...

3. Selalu meruqyah diri sendiri dengan tilawah dan doa-doa al-ma'tsurat..

4. Dll...

Semoga bermanfaat

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

RRIAds - Zaitun Oil Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


Previous
« Prev Post

Related Posts

January 19, 2020

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran