Keanehan Saat di Jakarta

Posted by rumah ruqyah on 2020-01-07



Seorang Dukun Kesohor Memaksaku Mewarisi 'Ilmu' Tingkat Tingginya. [Bag.2]

  Melihat kondisi Bapak Pondokan itu, saya jadi bingung dan iba. Untung ada Ibu Pondokan menjelaskan. Ternyata Pinisepuh Samin akan menurunkan ilmunya ke saya tepat tengah malam nanti. Saat itu memang hari Kamis, sehingga malamnya pas malam Jum'at Kliwon. 

  Dan menurut Pinisepuh Samin, kedatangan saya pertama kali ke Pulau Segara Anakan yang bertepatan Selasa Kliwon, yang disebutnya sebagai hari Anggoro Kasih, merupakan pertanda tepatnya pilihan impian yang ia terima.

  Saya segera berkemas. Tapi begitu sampai di anjungan, kapal Feri sudah keburu jalan. Dengan terpaksa saya - dengan diantar penduduk -, mengejar Feri dengan Jukung (semacam perahu lesung atau kole-kole di Maluku). 

   Walaupun dengan engkol kayu, akhirnya sampai juga, meski saat naik Feri harus bergelantungan memakai tangga tali.

  Dengan Feri itu, saya menuju ke rumah saudara di Cilacap. Selama seminggu di Cilacap saya tidak mengalami kejadian yang aneh satu pun. 

  Bahkan ketika saya pulang pergi Cilacap - Segara Anakan selama 2 bulan berikutnya, untuk melengkapi data-data, saya tak mengalami hal aneh.

 Sampai kemudian saya menyelesaikan skripsi. Begitu ujian skripsi, pada mulanya saya lulus berpredikat sangat memuaskan.Namun entah bagaimana, tanpa memberi alasan yang jelas, pembimbing dan penguji skripsi, Mutia Hatta, meminta saya untuk mengulang lagi ujian skripsi saya. 

Alhamdulillah, walaupun saya kaget dan nggak habis pikir, dapat A kembali.

  Begitu lulus dan wisuda, saya bekerja di sebuah pabrik komputer di jalan Peternakan Dua, Kapuk, Jakarta. Disinilah baru saya sadari kalau ada fenomena kejadian yang aneh menimpa saya.

  Saat itu, semua karyawan dan buruh pabrik selalu beres-beres untuk pulang pukul lima sore. Saya pada mulanya tidak begitu memperhatikan. Apalagi kesibukan tugas kantor menumpuk. 

  Dan karena saya teliti, maka seringkali pulang pukul 21.30. Melihat itu, satpam pun sering mondar-mandir melongok meja kerja saya setiap setengah jam sekali. Saya pun berpikir, ada apa dengan satpam?

Keanehan satpam itu baru terjawab setelah salah satu buruh pabrik bagian packing berkata pada saya :

"Ibu sakti banget ya, berani benar diatas sendirian." (Ruang kerja saya ada di lantai dua).

"Memang kenapa?" kata saya.

  Kemudian mereka cerita tentang kondisi pabrik itu yang menurut mereka adalah tempat "pembuangan", bahkan sering terjadi kejadian yang aneh yang selalu menimpa karyawan yang pulang lewat Maghrib. 

Tapi karena nggak pernah terjadi apa-apa, saya cuek saja.

  Hingga suatu saat sopir kantor, ketahuan kalau ia ternyata nyambi ngojek, maka segera saya tegur.  Tapi ia malah marah-marah sambil ngomong yang nggak-nggak. 

Secara reflek, saya mengumpat juga, "Rasain lu kalau kecelakaan siapa yang akan nanggung?!"

  Eh, baru keluar dari pintu gerbang ia langsung kecelakaan, ditabrak mobil tronton. Hal yang sama terulang setiap kali orang menyakiti saya. [Bersambung ]

Cerita sebelumnya bisa di baca DISINI

RRIAds - Madu Ruqyah Pahit (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


Previous
« Prev Post

Related Posts

January 07, 2020

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran