Lidah Jenazahnya Menjulur Hitam Karena Sering Mencaci An-Nawawi

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-04



 Namanya Ar-Roimi (الرَّيْمِيُّ). Lahirnya sekitar 34 tahun setelah wafatnya An-Nawawi. Ibnu Hajar Al-‘Asqolani menyebutnya sebagai seorang fakih mazhab Asy-Syafi’i yang berasal dari Yaman. Santrinya banyak. Kedalaman ilmunya tampak dari kemampuan beliau membuat syarah untuk kitab karya Asy-Syirozi yang bernama At-Tanbih sebanyak 24 jilid! Kitab ini dihadiahkan kepada salah seorang penguasa di zaman itu, dan sebagai ganjarannya beliau mendapatkan uang sebesar 24.000 dinar dari sang penguasa!

  Hanya saja ada satu kebiasaan beliau yang tidak boleh diteladani, yakni suka menghina dan merendahkan An-Nawawi. Entah apa penyebabnya, yang jelas kebiasaan ini demikian terkenal sampai diketahui para penulis biografi ulama.

Saat beliau wafat pada tahun 791 H, ada yang melihat lidah mayatnya menjulur menghitam!

  Bukan hanya itu saja. Seekor kucing kemudian datang menyambarnya, menggigitnya, membuatnya copot dan membawanya lari!

  Akhirnya orang-orang menilai peristiwa ini adalah salah satu ayat Allah yang disebabkan karena kebiasaan beliau yang sering mencela dan merendahkan An-Nawawi.

  Memperlakukan orang yang diduga kuat sebagai kekasih Allah memang harus ekstra hati-hati. Jika sampai salah sikap, maka Allah sendiri yang akan bertindak dan menjadikannya sebagai sejarah yang tak terlupakan. Jika Allah sendiri yang sudah tidak terima dan bertindak, maka itu sungguh menakutkan bagi orang-orang yang masih punya iman. Allah berfirman dalam hadis qudsi,


مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ (صحيح البخاري (20/ 158)

Artinya,
“Barangsiapa memusuhi wali/kekasih-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang terhadapnya!” (H.R. Al-Bukhari)

Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin)

Disadur dari Buku An-Nawawi Sang Wali dan Karya-Karyanya | Irtaqi.net

Previous
« Prev Post

Related Posts

December 04, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran