Menjaga Air Muka Kehormatan Anak Kecil

Posted by rumah ruqyah on 2019-11-24


Menjaga Air Muka Kehormatan Anak Kecil

Di suatu pesta pernikahan, seorang lelaki melihat guru lelakinya di masa SD. Si murid menghampiri sang guru. Menyapanya dan menyalaminya dengan penuh hormat.

“Apakah Bapak masih ingat saya?’’, tanya si murid.

“Saya tidak ingat”, jawab sang guru sambil minta maaf.

“Bagaimana Bapak tidak ingat? Saya adalah murid yang mengambil jam tangan salah seorang teman di kelas. Setelah si anak yang kehilangan jam tersebut menangis, Bapak meminta seluruh anak berdiri untuk memeriksa semua kantong pakaian kami. Saat itu saya memahami, kelak saya akan jadi bahan ejekan, cibiran dan cemoohan; pencuri!

"Saat itu itu Bapak meminta kami semua untuk menghadap ke tembok dan memejamkan kedua mata. Bapak mulai memeriksa kantong kami satu per satu. Saat Bapak memeriksa saya, Bapak menemukan jam tangan di kantong saya. Tetapi Bapak terus melanjutkan memeriksa setiap kantong semua anak hingga selesai. Setelah Bapak selesai memeriksa kami, Bapak meminta kami untuk duduk kembali di kursi".

"Waktu itu saya sangat takut. Teman-teman akan tahu saya adalah pencurinya. Bapak lalu memperlihatkan jam tangan tersebut dan langsung menyerahkan kepada pemiliknya tanpa memberitahukan siapa yang mengambilnya.

Selama saya di sekolah, Bapak tidak pernah membahas hal tersebut padahal waktu itu kita juga tinggal bertetanggaan. Bapak tidak juga memberitahukan hal tersebut kepada guru yang lain”.

“Apakah sekarang Bapak ingat saya?” tanya si murid lagi. “Bagaimana Bapak tidak mengingat saya? Saya adalah murid Bapak. Kejadian tersebut tidak mungkin Bapak lupakan?”.

Dengan penuh ketenangan si Bapak menjelaskan, “Saya tidak ingat kamu, sebab saat saya memeriksa kantong kalian, saya juga memejamkan kedua mata”.

Diterjemahkan dari FB Mamlakatul-kutub

Sumber: Akun Ben Djali


RRIAds - Air Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 

Previous
« Prev Post

Related Posts

November 24, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran