Laksana Debu Bertaburan

Posted by rumah ruqyah on 2019-11-06


Sholat Malam Istri Harun Al Rasyid

  Keikhlasan dalam beribadah itu penting. Ia bahkan menjadi syarat utama diterima atau tidaknya sebuah pengabdian. Temuilah Allah di tengah malam dan lakukanlah Sholat Sunnah Tahajjud dua roka’at minimal. Selain untuk melatih keikhlasan, hal itu juga akan menjadi tabungan amal yang sangat bernilai di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT). Lihatlah sebuah kisah tentang manfaat Shalat Malam berikut ini.

  Zubaidah, istri Khalifah Harun Al Rasyid pergi menunaikan ibadah Haji. Ketika itu rombongan kafilahnya adalah rombongan yang paling terakhir berangkat dari Baghdad. Ditengah melaksanakan rukun kelima itu, ia menyaksikan pemandangan yang cukup mengenaskan.

   Ia melihat dengan mata kepala sendiri beberapa orang jamaah yang sedang dalam kepayahan karena tengah menahan rasa haus dahaga yang teramat sangat. Istri sang Khalifah ini rupanya tersentuh hatinya. Ia lalu menyumbangkan hartanya dalam jumlah yang cukup banyak buat membantu orang-orang yang tengah dilanda kehausan itu.

  Beberapa hari selanjutnya, istri sang Khalifah itu meninggal dunia. Puteranya atau salah seorang kerabatnya bermimpi bertemu dengannya. Dalam rupa yang sangat elok dan juga dalam keadaan yang sangat baik. Segala puji bagi Allah. Karunia adalah berasal dariNya, sedangkan datangnya bencana adalah akibat perbuatan kita sendiri.

Dalam mimpi itu, sang anak bertanya; “Wahai Ibu, apa yang Allah berikan kepadamu?”

Wanita itu menjawab; “Tidak ada satu pun keluarga kita yang mampu menolongku. Aaku pergi menghadap Tuhanku laksana debu yang bertaburan.

Sang anak berkata; “Maha Suci Allah. Bukankah Ibu pernah menolong beberapa orang jamaah Haji yang sedang merasa kehausan dan kelaparan?”

Wanita itu menjawab; “Benar, akan tetapi hal itu kulakukan dengan tidak ikhlas.

Si anak bertanya lagi; “Lalu apa yang mendatangkan manfaat bagimu?”

  Wanita itu menjawab; “Yang bermanfaat bagiku adalah Sholat dua rakaat yang biasa kulakukan pada tengah malam. Menjelang larut malam aku biasa bangun dari tidurku. Setelah berwudhu, aku keluar rumah untuk memandangi bintang gemintang yang bertaburan di atas langit nan cerah seraya berucap: “Tidak ada Tuhan selain Allah”.

  Itulah kebiasaan yang aku lakukan dalam hidupku. Dan ternyata itulah yang menyebabkan Tuhan berkenan mengampuni dosa-dosaku."

  Subhanallah. Beruntunglah orang yang Ikhlash serta menjauhi sifat riya (ingin dilihat dan dipuji orang lain) dalam melakukan kebaikan.

Disarikan dari Kitab Dawa’ al Qulub Al Maridhah, Syaikh Aidh bin Abdullah Al Qarni.

Sumber: Majalah Ghoib Edisi No.1 Th 1/1423 H/2002 M

Previous
« Prev Post

Related Posts

November 06, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran