[Tips Ruqyah] Sadarkan, Jangan Biarkan Dikuasai Jin (Kesurupan)

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-06


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ikhwafillah, Insya Allah secara bertahap di web tercinta kita ini akan kami bagikan [Tips Ruqyah]. Suatu pembahasan yang akan dibagikan khusus oleh terapi ruqyah untuk sesama peruqyah. Tujuannya untuk berbagi pengalaman dan harapannya bisa diterapkan dalam praktik menerapi ruqyah.

[Peringatan]. Tips ini hanya untuk peruqyah yang berpengalaman dan sudah mendapat sertifikasi ARSYI, adapun yang coba-coba tanpa bimbingan, kami berlepas diri!

***

[Tips Ruqyah] Sadarkan, Jangan Biarkan Dikuasai Jin (Kesurupan) 

  Mungkin aneh rasanyan jika bicara kesurupan karena jin, tapi disuruh jangan kesurupan (kondisi sadar). Tapi begitulah kenyataannya. Dan tips ruqyah kali ini akan diberikan langsung Ustadz Achmad Junaedi Lc (Direktur Rumah Ruqyah Indonesia). 

Contoh kasus : Seorang Hafidzoh (Penghafal Al Qur'an wanita)

Tips Ruqyah : Sadarkan, Jangan Biarkan Dikuasai Jin (Kesurupan)

Kronologis :

   Dalam 2 pekan ini menangani kasus Ustadzah hafizhoh yang sudah mengajar santri putri disebuah Pesantren Tahfizh. Alhamdulillah beliau sangat baik dalam mengajar, santri-santri yang dibimbing sangat suka kepadanya. 

  Ada satu, dua santri yang terkena gangguan jin maka dia cepat menolongnya. Pernah ada santrinya yang saat diruqyah sama dia berada pandangan mata cukup lama, bermula dari situ dia mengalami hal-hal yang aneh, kakinya terasa ringan dan berjalan keluar dari pondok ke tempat yang sepi pada tengah malam. 

  Lalu pimpinan pondok meruqyah ustadzah ini beberapa kali, selama kurang lebih dua pekan sering terganggu dan badannya terasa berat, sakit-sakit selesai diruqyah. Kondisi demikian ini belum dikabarkan kepada orang tuanya. Karena sebelumnya orang tuanya ingin agar anaknya belajar mandiri dan jauh dari orang tua. 

 Setelah orang tuanya tahu beliau dibawa pulang. Istirahat di rumah sambil ruqyah mandiri. Keluarganya sangat agamis, bapaknya soleh juga ibunya sholihah keturunan orang orang sholih. Dua adiknya juga sudah Hafizh, yang satunya menuju ke hafizhah.

  Mulai ketemu saya, diawali setelah ikutan Ruqyah massal, awalnya masih bisa bertahan tidak kesurupan, hanya merasakan berat dan nyeri di punggung. Lalu setelah ditanganii oleh terapis ya terjadi kesurupan yang sangat, belum sadar 100% sampai malam hari. Akhirnya bapaknya memutuskan untuk berkunjung ke rumah saya. 

  Karena jarak yang lumayan jauh, sampai ke rumah saya Jam 22:30. Pasien dalam keadaan tertutup matanya, mirip pingsan, bukan tidur. Dalam menghadapi situasi seperti ini saya panggilan nama pasien dan Pijit jari  kelingking kakinya bagian dalam.

   Pasien terbangun dan mulai bisa diajak komunikasi. Untuk melatih kemandiriannya saya suruh jalan sendiri walau masih sempoyongan, dan berhasil naik tangga ke lantai dua tempat terapi.  Setelah panjang lebar dengar kronologi kejadiannya dari bapaknya, baru saya ajak ngobrol dia. 

   Ternyata ada kekecewaan yang dalam dalam jiwanya, campur aduk ada kecewa ke kyainya, ke bapaknya karena nggak ditengok tengok selama kurang lebih satu bulan. Setelah ada seperempat jam orang tuanya cerita, saya tanya ke pasien, belum bisa jawab secara jelas, seperti orang kelelahan. Saat seperti ini saya terus semangati untuk berani melawan bisikan-bisikan yang kerap mendatanginya.

[Tips dan Praktik] Saat kesurupan tidak ingat dirinya.

Ini point penting dalam terapi lanjutannya. Buat pasien sadar akan dirinya.....

Sempat akan bereaksi keras, namun ana sarankan untuk SADAR.  Artinya kita tidak fokus pada jinnya. Tapi fokus pada mental pasien, kekuatan tauhidnya, tawakkalnya...

"Anti (anda untuk wanita, edt)  qur'annya hebat, namun itu tidak cukup. Periksa psikis anti... Kenapa marah, emosi, takut, khawatir...."

Akhirnya pada pertemuan ke3 sudah sadar dan mampu meruqyah dirinya sendiri dan tidak panik, tidak kesurupan,... Dan keluhannya berangsur-angsur hilang. Alhamdulillah

Kesimpulan :

- Pentingnya menjaga kondisi yang diruqyah tetap sadar, memberikan motivasi dan keyakinan akan percaya dirinya.

Sampai bertemu di tips selanjutnya

*Sebagaimana yang disampaikan Ustadz Achmad Junaedi kepada Admin.

Previous
« Prev Post

Related Posts

October 06, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran