Gangguan Jin Terhalang Jilbab Syar'i

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-30


Kisah Sebelumnya...

  Begitu mendapat ruqyah yang keempat kali dari Ustadz Fadhlan rasa takut saya semakin hilang.tetapi tiba-tiba di depan rumah saya ada ular besar berwarna hijau. Saat itu pukul 16.00. Ular itu bisa dilihat orang yang sedang lewat dengan warna hijau, sedang anak saya yang sudah masuk TK dan sudah mengenal warna, bilang warnanya hitam.

  Kemudian ular itu naik pohon kol Banda tempat ditanamnya rajah dulu. Saya mengamati terus gerakan ular itu, namun tiba-tiba ia menghilang entah ke mana. Untuk lebih meyakinkan saya, saya menunggui pohon kol Banda itu hingga pohon itu ditebang, dipotong-potong sampai habis, namun ular itu tak kami dapati.

  Benjolan dileher saya pun sudah mulai mengecil dan saya sudah bisa bicara normal. Bisa lancar wirid Al Matsurat setiap pagi dan sore. Saya bisa tidur nyenyak dan tidak mimpi buruk lagi.

  Sholat bisa khusu’, tilawah Al Qur’an pun lancar kembali. Sebenarnya saya didorong Mas Rohib untuk dapat memenuhi satu Juz sebagai muwashafat (target pencapaian amal). Tapi Tajwid saya masih perlu dibenahi. Paling tidak sekarang bisa lancar dulu.

  Namun, pada suatu malam Ahad, saya bermimpi seperti menggunakan jubah putih yang besar, kerudung besar. Kemudian diserang seekor ular yang besar. Tapi, ia hanya bisa lewat di depan saya.

  Tapi ada lagi yang menyerang wajah saya. Sehingga begitu pagi keesok harinya saya nggak bisa apa-apa. Kemudian setelah diruqyah oleh mas Rohib dengan ditotok-totok kepala saya dan mendengarkan kaset Ustadz Fadhlan, saya lalu berkeringat dan terasa ringan kembali.

  Walaupun saya tahu orang yang membuat saya sengsara, namun sikap saya dengan orang yang menanam rajah baik-baik saja. Saya berusaha menegur duluan jika bertemu di jalan. Apalagi selama saya diruqyah, penanam rajah itu sakit-sakitan terus. Sampai muntah darah dan suaranya terdengar hingga di rumah saya bagian belakang.

  Kebetulan, rumahnya memang di belakang rumah saya. Akhirnya dia minta obat ke sini. Dan karena nggak ada dendam dan benci, dengan senang hati kami melayani permintaannya untuk menjaga hubungan tetangga.

 Lain halnya dengan Bapak Suyitno, pemilik tanah yang mau dibangun gereja itu, mengalami sakit berat dan aneh selama masa-masa saya diruqyah. Ia mengalami kelumpuhan, stroke dan lama dirawat di rumah sakit.

  Namun selama itu pula para dokter belum menemukan jenis penyakit yang dideritanya. Bahkan anak perempuannya, Bu Nanik (50 th) juga sakit berat hingga meninggal.

  Lalu pihak keluarga Bapak Suyitno menyarankan untuk minta maaf pada kaum Muslimin sekitar dan pada keluarga saya. Alhamdulillah mereka minta maaf dan saya bersama mas Rohib malah pergi ke sana untuk menjenguk dan mendoakan kesembuhannya.

  Begitu ia minta maaf dan saya bersama mas Rohib memaafkan, saat itu juga ia langsung sembuh dan dapat berbicara dan berjalan sebagaimana semula. Kami pun langsung mohon pamit untuk mengajar. Karena Mas Rohib kini telah mengajar di SMU 1 Suruh Salatiga sejak Mei 2002. Alhamdulillah jadi lebih dekat.

Atas peristiwa yang menimpa saya itu, ada suatu yang sangat berkesan pada diri saya dari pengakuan Jin.

“Kami tidak bisa mencelakai kamu, karena kamu selalu menutup auratmu dengan memakai Jilbab besar.”

Bagi saya, semua ini adalah perjalanan rohani yang sangat mahal. [Selesai]

*Seperti diceritakan Ibu Diah Rianasari, SPd kepada Wartawan Ghoib di Suruh Salatiga, Jawa Tengah.

Sumber : Majalah Ghoib Edisi No 1. Th 1/1423 H/2002 M

Previous
« Prev Post

Related Posts

October 30, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran