Ditanam Rajah, Tiba-Tiba Rumahku Penuh Ulat

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-03



Ditanam Rajah, Tiba-Tiba Rumahku Penuh Ulat

Begitu selesai kuliah di IKIP Semarang (1996), tepat ketika umur saya 26 tahun (saya lahir 8 September 1970), saya dipinang oleh teman kuliah saya, Muhammad Rahib Hirzi. Bersamaan dengan itu pula, saya mendapat berkah lain berupa SK pengangkatan PNS di SMU 1 Suruh, Salatiga, Kabupaten Semarang. 

Sedang suami saya ditempatkan di SLTP 1 Dempet Demak, Jl Semarang-Purwodadi Km 37. Tanpa banyak pertimbangan, saya bersama suami langsung boyongan pindah ke dusun terpencil itu (25 Km dar Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah).

*****

  Pada mulanya aktivitas kehidupan saya normal saja. Walaupun harus ditinggal suami yang hanya pulang seminggu sekali. Saya bersama penduduk sudah biasa mengadakan pengajian dan ngaji bersama. Alhamdulillah, mungkin karena profesi sebagai guru, saya sangat mudah diterima penduduk sekitar.

  Hingga datanglah peristiwa itu. Ketika bulan Desember 1999, orang-orang Nasrani yang hanya berjumlah 7 KK bersikeras mendirikan gereja di atas tanah milik Bapak Suyitno (75 tahun). Lokasi itu hanya berjarak 300 meter dari rumah yang saya tempati.

  Kontan masyarakat Plumbon, Suruh yang sebagian besar adalah Muslim resah. Namun mereka tidak berani berbuat apa-apa dengan aparat pemerintah. Masyarakat menumpahkan kegundahan hatinya pada saya lewat pengajian dan perkumpulan yang biasa saya lakukan…

   Melihat kondisi itu, saya bersama suami mengambil inisiatif mengumpulkan seluruh masyarakat dan mengkoordinasikan demonstrasi pada aparat setempat. Dan Alhamdulillah, akhirnya gereja itu tidak jadi dibangun.

  Namun, setelah peristiwa itu berlalu. Tiba-tiba, setiap kali membaca Al Qur’an, saya terasa ngantuk yang amat sangat. Kondisi itu disertai dengan pegal-pegal di pundak kanan, dan bengkak di bagian leher.

  Dan, tiba-tiba saya mempunyai kebiasaan aneh. Saya sangat gembira kalau memandang salib. Sehingga setiap berangkat dan pulang mengajar, saya selalu menyempatkan diri melewati bangunan gereja di sepanjang perjalanan pulang.

  Dan ketika melihat jurang, hati ini terasa enak dan sejuk, dan seperti ada yang mendorong saya untuk terjun ke dalamnya. Namun Alhamdulillah, hal itu masih bisa lawan dengan mengucapkan kalimah toyyibah : Laa ilaaha illallah. Peristiwa seperti ini saya alami hingga 1 tahun.

  Hingga tahun 2000, muncul sebuah benjolan aneh sebesar bola pimpong di leher sebelah kanan. Benjolan itu terasa sakit. Dan tangan saya seringkali bergerak sendiri tanpa kontrol. 

  Bahkan seringkali tangan saya tiba-tiba mau memukul teman-teman guru yang sholeh. Kalau saya membaca kalimat Tauhid, baru tangan bisa saya kontrol kembali.

  Namun bersamaan dengan itu, muncul sebuah peristiwa lain, ada seorang gadis yang dibawa lari pemuda desa. Orang tua gadis itu meminta suami saya untuk ikut bersama mencarinya.

  Dan akhirnya diketahui bahwa gadis tersebut dibawa sopir angkot yang biasa ditumpanginya. Alhasil, mereka ditangkap dan disidang ramai-ramai oleh ketua RT dan RW.

  Dan mereka mengakui kalau sering melakukan perzinaan. Setelah kita minta taubat dan meninggalkan dosa, mereka pun dilepaskan. 

  Tapi anehnya, orang tua pemuda dan gadis itu justru marah kepada suami saya. Karena suami saya dianggap telah mencemarkan nama baik keluarganya.

  Tak lama setelah peristiwa itu berselang. Santri saya di TPA Masjid Al Hakim, melihat orang tua gadis yang suka kabur itu memasukkan bungkusan dalam lubang galian tanah di bawah pohon kol Banda yang terletak di halaman rumah saya.

  Dan karena dikiranya menanam uang, begitu bapak gadis itu pergi, santri saya itu buru-buru mengambil dan membukanya. Ternyata  isinya rajah dengan tulisan Arab terbalik (diacak)! Maka segera rajah itu kami bakar.

  Keesokan harinya, tiba-tiba seluruh tembok rumah kami dpenuhi ulat jaran (ulat besar berbulu). Ulat itu memenuhi seluruh tembok sehingga tak ada celah sedikit pun.

Padahal saat itu belum musim ulat. Dengan terus beristighfar kami berdua kemudian membersihkan dan membakar ulat-ulat itu.[Bersambung]

Previous
« Prev Post

Related Posts

October 03, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran