Di datangi Pasukan Berkuda di Malam Hari

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-07




Ditanam Rajah, Tiba-tiba Rumahku Penuh Ulat [Bag.2]

  Setelah peristiwa itu benjolan di leher saya semakin membesar. Saya minta suami untuk mengantarkan ke dokter terdekat. Namun, dokter menyuruh saya rontgen ke RSU Salatiga.

  Dan akhirnya dokter itu memvonis saya untuk operasi. Tapi saya ragu, dan akhirnya tak memenuhi saran dokter tersebut.

  Akhirnya saya memilih pengobatan cara sinse di Ambarawa. Selama 2 bulan (8 kali) saya bolak-balik berobat ke sana. Namun tak menunjukkan hasil. Kemudian ada yang menawarkan pijat refleksi, di belakang kolam renang Tamansari Salatiga.

  Tapi ia malah menyarankan berobat ke seorang dukun di Tutang, Jelok Bringin, Jawa Tengah. Dan saat saya ke sana, kok justru disuruh membawa bunga-bunga sesaji.

  Maka saya membatalkan keinginan kesana, karena takut terkena Syirik. Dan akhirnya saya hanya Shalat Tahajud dan pasrah mohon petunjuk pada Allah.

  Hingga suatu malam, saya bermimpi seakan-akan ada banjir dan airnya meluap sampai setinggi rumah. Saya naik sajadah dan di depan saya ada kitab tua dan Al Qur’an.

  Malam berikutnya saya bermimpi lagi dikeroyok ular yang banyak sekali. Dan malam lainnya saya seperti melewati sebuah lorong jalan yang asing dan aneh.

  Maka segera saya berkonsultasi dengan KH. Zainal Mahmud di Butuh, Tengaran, Semarang. Dan beliau menyarankan untuk Shalat Hajat dua rekaat kemudian membaca Al Qur’an.

Namun yang  terjadi justru serangan yang saya alami semakin hebat.

  Untunglah adik saya Tri Joko Susanto (Totok) yang sedang kuliah di  ITN Malang kebetulan pulang. Karena ia punya pengalaman melakukan terapi ruqyah bersama seorang Ustadz bernama Ustadz Ibrahim.

  Ia meminta saya untuk mau diruqyah. Saya pun bersedia. Tapi baru saja ia membacakan ruqyah, tiba-tiba kaki saya naik-naik dan gerak-gerak sendiri. Esok harinya ketika saya diruqyah lagi, tiba-tiba saya melakukan gerakan-gerakan silat untuk menyerang adik saya itu.

  Dan kadangkala saya menari, bergerak seperti ular untuk menyerang. Namun serangan, cekikan dan gerakan ular yang saya arahkan ke adik saya tidak satu pun yang menyentuh tubuhnya.

  Padahal serangan itu telah mengarah beberapa daerah mematikan seperti leher, jantung. Bahkan terkadang kedua jari telunjuk saya menyilang seperti membentuk sebuah salib.

  Di saat lain, kadang saya sangat lancar menirukan bacaan Al Qur’an yang sedang dibacakan adik saya. Seakan-akan telah hafal di luar kepala.

  Pada malam berikutnya, saya mendengar rombongan pasukan berkuda dari arah Timur ke Barat dan berhenti di Masjid Al Hikmah Kemiri.

  Saya langsung membangunkan suami saya karena terlihat kain gorden di jendela bergerak-gerak. Padahal jendela masih tertutup rapat.

  Sementara saya melihat anak saya Ziyad (4,5 th) dan Firdaus (1,5 th) tampak kedua wajahnya memerah. Maka saya segera berdo’a : “ Ya Allah, jangan timpakan musibah kepada anak saya.”

  Lalu tiba-tiba tangan saya sakit tak terkira. Sepertinya setiap ruas sel-sel rasanya ditarik-tarik Jin yang ada dalam tubuh saya. Saya sempet bicara ngacau, kadang ngomong jumlahnya seratus, seribu, sepuluh ribu.

  Bahkan jin itu telah mengaku menzinahi dan menghadiahi saya sperma saat perzinaan di kamar mandi sambil menginjak-injak Al Qur’an. (Naudzubillahi min dzalik).

  Tapi menjelang Maghrib, anak saya Ziyad melihat tubuh hitam keluar dari tubuh saya. [Bersambung]

Previous
« Prev Post

Related Posts

October 07, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran