Dari Pintu Surga Yang Mana?

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-17


Dari Pintu Surga Yang Mana?


   Tak ada yang lebih indah dari Surga. Setiap Mukmin pasti mengharap Surga. Pada tulisan seri ini, akan dibahas tentang pintu-pintu Surga. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah.

  Jumlah Pintu Surga, ada delapan. Begitulah Rasulullah menjelaskan, seperti dalam sabdanya, dari Sahl bin Sa’d yang dirwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya.

   Salah satu dari pintu itu, bernama Pintu Ar Rayan. Pintu tersebut merupakan pintu khusus orang-orang yang biasa berpuasa. Perhatikanlah penjelasan Rasulullah berikut.

  “Sesungguhnya di Surga itu ada pintu bernama Ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu adalah para Ahli Puasa. Tidak ada yang melalui itu kecuali mereka.

  Pada waktu itu akan dikatakan; “Manakah mereka yang biasa berpuasa?” orang-orang yang biasa berpuasa itu pun berdiri, lalu memasuki Surga melalui pintu Ar-Rayan tersebut.

  Sesudah mereka masuk, pintu itu pun ditutup, dan tidak ada lagi yang masuk lewat pintu itu.” (HR. Bukhari)

  Selain itu, dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Bukhari, juga dijelaskan selain pintu Ar-Rayyan, ada juga Pintu Shalat, untuk masuk mereka yang biasa melakukan Shalat.

  Sebagaimana para Mujahid akan dipanggil untuk masuk Surga melalui Pintu Jihad. Adapun yang biasa bersedekah, akan dipanggil dari Pintu Sedekah.

  Ketika mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah, mungkinkah seseorang dipanggil dari keseluruhan pintu itu?”

  Rasulullah menjawab : “Ya, mungkin. Dan aku berharap engkau di antaranya.”

   Kelak, bila manusia telah dihisab, dan para penghuni Surga sudah berangkat menuju Surga, maka yang pertama kali mengetuk Pintu Surga, adalah Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam.

  Imam Muslim meriwayatkan, bahwa kelak di Hari Kiamat, Rasulullah adalah Rasul yang paling banyak pengikutnya, dan dialah yang pertama kali mengetuk Pintu Surga.

  Lebih lanjut, dalam hadits yang lain dikabarkan dari Anas bin Malik, bahwa nanti Rasulullah meminta dibukakan Pintu Surga, lalu sang penjaga bertanya, “Siapa engkau?”

Rasulullah menjawab : “Muhammad”

  Sang penjaga pun menjawab; “Aku memang telah diperintahkan untuk tidak membukakan pintu ini kepada siapa pun selain engkau.” (HR. Muslim)

  Namun, meskipun Hari Pembalasan itu belum tiba, ada waktu-waktu dimana Pintu Surga dibuka. Yaitu pada hari Senin dan Kamis.

  Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam Bersabda: “Sesungguhnya Surga itu dibuka pitunya pada Hari Senin dan Kamis. Pada hari itu, hamba-hamba Allah yang tidak Musyrik diampuni dosanya.

  Kecuali seseorang yang sedang bermusuh dan berseteru dengan saudaranya. Dikatakan kepadanya, tundalah untuk kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah untuk kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah untuk kedua orang ini sampai mereka berdamai.” (HR. Bukhari)

   Pada hari Senin dan Kamis itu pula, sesungguhnya amal manusia dibawa ke atas menghadap Allah. Pada hari itu Allah mengampuni hamba-hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun.

  Kecuali – seperti dalam penjelasan sebelumnya – seseorang yang bermusuhan dengan saudaranya. Dikatakan, tinggalkan atau tangguhkan orang itu sampai mereka berdamai kembali. Demikian Imam Muslim meriwayatkan, juga dari Abu Hurairah.

  Maka, jelaslah bagi kita. Betapa Maha Mulia dan Maha Sayangnya Allah, yang memberi kita kesempatan untuk mengharap SurgaNya. Bila masih ada Iman di dada, adalah sudah semestinya bila kita memperbanyak amal pada hari Senin dan Kamis, serta menjauhi permusuhan dengan saudara.

Sumber : Majalah Ghoib  Edisi No 1 | 2002

Previous
« Prev Post

Related Posts

October 17, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran