Bermimpi Keranda Hitam

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-21



Kisah Sebelumnya...

  Pada malam berikutnya, tepatnya malam Kamis, saya bermimpi melihat keranda hitam dengan bunga-bungaan yang biasa dipakai untuk orang mati. Keranda itu diangkat empat orang hitam dan badannya berlumpur. Lalu mereka berhenti di depan rumah tepat di tempat ditanamkannya rajah itu.

  Ustadz Fadhlan kemudian melakukan ruqyah kembali. Waktu itu ia memberikan air sirih dan daun bidakara (daun kelor) yang dibacakan ayat dan do’a  untuk diminum dan mandi.

  Dan ketika hari Jum’at pagi, mulai jam 08.00 saya melihat keranda di pintu masuk. Seakan saya sedang menghadapi sakaratul maut!

   Mulai dari kaku terasa roh sedang berjalan keluar ke atas. Setelah sampai tenggorokan terasa ada beton yang keras, sehingga rahang saya kaku.

  Namun setelah saya bacakan laa ilaha illallah baru terasa lemas. Proses seperti ini saya rasakan sampai tujuh kali. Bahkan saya sudah sampai berwasiat kepada suami untuk segera menikah lagi dengan wanita Shalihah agar anak-anak saya nanti diasuh oleh ummi yang baru.

  Namun mas Rohib malah bicara: “Saya tidak memperdulikan omonganmu. Urusan mati bukan urusan kamu. Urusan mati itu urusan Allah. Tak akan mati seseorang tanpa kehendak Allah.”

  Seketika itu keranda hitam menghilang berganti dengan kabut hitam. Namun, ketika terdengar Adzan Jum’at dari Masjid berkumandang, tiba-tiba kabut itu menghilang.

  Saat itu saya sempat berdialog dengan jin yang ada dalam tubuh saya tentang Nabi Muhammad dan Ketuhanan. Tapi karena saya dulu pernah kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga maka saya tahu kelemahan mereka dan saya jelaskan dengan ayat-ayat Al Qur’an. [Bersambung]

  

Previous
« Prev Post

Related Posts

October 21, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran