Waduh... Nabrak Kucing!

Posted by rumah ruqyah on 2019-08-24



Waduh... Nabrak Kucing!

Katanya, kalau kita menabrak kucing, apalagi sampai mati, itu pertanda kita akan mendapatkan celaka dan apes.

Baik kecelakaan, jatuh atau hal-hal naas lainnya. Maka, katanya, untuk menghindarkan diri dari musibah harus dilakukan ritual.

Kucing yang mati harus dibungkus dengan kain putih, kemudian dikubur layaknya manusia.

Tidak ada sumber jelas yang bisa benar-benar dipercaya mengapa keyakinan ini begitu mendarah daging di masyarakat kita.

Sampai ada yang menjual mobilnya dengan harga murah sekali setelah menabrak kucing.

Tapi, ya uniknya mengapa mesti kucing saja?

Mengapa kalau yang ditabrak ayam, ular atau binatang lain tidak diartikan sebagai pertanda apes?

Entahlah.

Pada setiap kisah Nenek Sihir hampir bisa dipastikan ada kucing berwarna hitam. Mitos ini sudah ada sejak jaman Babylonia kuno.

Di mana kucing hitam dibakar bersama sesaji yang lain.

Di Jerman, ada kepercayaan kalau kucing itu lompat ke tempat tidur orang yang sedang sakit, pertanda orang itu sudah tiba ajalnya.

Orang-orang Finlandia lain lagi. Mereka meyakini bahwa kucing inilah yang membawa jiwa manusia ke alam baka.

Sementara di Cina, kucing diyakini sebagai penyebab datangnya wabah penyakit dan kemiskinan.

Tetapi ada juga yang mencoba berargumen dengan hal-hal yang seakan alami. Yaitu, kucing merupakan binatang kesayangan Abu Hurairah, seorang Shahabat Rasulullah.

Abu Hurairah sendiri berarti bapaknya kucing. Dia digelari seperti itu, karena begitu sayangnya dengan kucing.

Sementara nama aslinya adalah Abdurrahman bin Shakr ad-Dausy.

Atau karena kucing seperti dijelaskan Rasulullah, merupakan binatang yang suka 'bertawaf' (berkeliling) dari rumah ke rumah.

Memang, kalau kucing sebagai penyebab penyakit, itu ada dasar ilmiahnya. Bahkan lebih khusus kucing hitam.

Seperti penelitian yang dilakukan Annals of Allergy Asthma and Immunology di Amerika terhadap 321 pasien penderita alergi, bahwa kucing berwarna gelap lebih memicu untuk bersin, batuk dan berbagai penderitaan lainnya.

Dr. Shahzad Husain, peneliti di College Hospital, New York menyarankan kepada penderita alergi agar menghindari kucing.

Terutama kucing hitam yang 4 kali lebih membahayakan dibanding kucing berwarna terang.

Apalagi, kalau kucing itu masuk ke kamar maka 20 kali lebih berbahaya.

Namun, kesemuanya tidak bisa dijadikan alasan bahwa menabrak kucing akan membawa apes, apalagi bencana.

Terus, apa yang harus kita lakukan kalau menabrak kucing?

Boleh saja kita kubur bangkainya, agar tidak menebarkan bau busuk. Tapi membungkusnya dengan kain putih, hal ini jelas tidak lazim dilakukan untuk binatang. Apalagi kalau disertai dengan keyakinan tertentu.

Musibah yang terjadi TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan kucing. Jika benar terjadi kecelakaan setelah menabrak kucing, mungkin karena ia terbebani oleh peristiwa itu dan melamun. Sehingga terjadi kecelakaan.

Itu selaras dengan hadits Nabi; "Barangsiapa yang meyakini sesuatu, maka ia akan diserahkan kepada sesuatu tersebut."

Tapi, Allah lah yang berkehendak ketika musibah benar-benar terjadi.

"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." (Qs. At Taghabun : 11).

Jadi, hati-hati dan waspadalah terhadap segala sesuatu yang sumbernya KATANYA. Tapi, jangan lupa, berhati-hatilah bila mengendarai kendaraan.

Jangan sampai menabrak kucing, soalnya... kasihan khan dia.

Majalah Ghoib Edisi 5 | Th 2003 M

***

[NEW] Versi Video

Previous
« Prev Post

Related Posts

August 24, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran