Putus Cinta, Di Kebun Raya

Posted by rumah ruqyah on 2019-08-27


Putus Cinta, Di Kebun Raya

Katanya, ada beberapa tempat keramat yang tidak boleh dilalui oleh pasangan pengantin dan muda-mudi yang sedang dilanda asmara. 

Karena kalau para pasangan nekat juga melalui apalagi memadu kasih di sana, maka hubungan mereka tidak lama lagi akan retak dan hancur.

Tempat-tempat yang harus diwaspadai itu tersebar di banyak tempat. Kebun Raya Bogor contohnya, sebagian orang memiliki kepercayaan bahwa kebun raya yang rindang itu sumber malapetaka bagi pasangan muda-mudi.

Atau Prambanan di Jawa Tengah, suatu tempat yang memiliki kesaktian yang sama seperti Kebun Raya.

Masih di Jawa Tengah, ada sebuah jembatan di Boyolali yang diyakini masyarakat menyimpan kekuatan 'pemisah'.

Di Jawa Timur, tepatnya di Ponorogo dan di Lamongan, terdapat suatu gunung dikeramatkan yang bernama Gunung Pegat.

Dari namanya saja sudah mengisyaratkan suatu kepercayaan. Pegat dalam bahasa Jawa berati putus atau cerai.

Gunung kembar itu ada di sisi kanan dan kiri jalan. Kalau Anda pengantin baru jangan coba-coba melewati jalan itu. Jika Anda ingin cinta kasih Anda langgeng.

Begitu katanya. Masalahnya bagaimana kalau jalan itu adalah satu-satunya jalan menuju ke rumah?

Entahlah, mungkin harus pake helikopter.

Memang, orang bercerai itu banyak. Orang gagal dalam membangun mahligai rumah tangga, juga banyak.

Apalagi, soal putus cinta layaknya dikisahkan dalam lagu dan sinetron-sinetron romantis yang memuakkan itu.

Tetapi, benarkah ada tempat-tempat yang perlu diwaspadai oleh setiap pasangan?

Seperti tempat-tempat yang disebut di atas atau mungkin ada tempat lain lagi dengan kepercayaan yang sama?

Dalam kepercayaan Islam, tempat apapun namanya, baik itu gunung, Masjid, daerah atau yang lainnya, terbagi menjadi tiga bagian. Dilihat dari sisi pembawa berkah dan pembawa petaka.


Adapun tempat-tempat yang memiliki keberkahan contohnya adalah tanah suci.

Ibadah di sana dilipat gandakan. Sedangkan tempat-tempat yang harus dihindari juga ada.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi. Tempat itu adalah tempat diadzabnya umat sebelum kita.

Seperti contohnya lembah Muhassir. Dimana tentara Abrahah yang ingin menghancurkan Ka'bah, dihancurkan.

Atau Madain Sholeh. Deretan gunung yang dipahat oleh kaumnya Nabi Shaleh yang berubah menjadi kuburan massal, setelah Allah menurunkan Adzab kepada mereka.

Tempat yang ketiga adalah seperti kebun raya, gunung pegat dan tempat lainnya yang tidak termasuk dua kategori di atas.

Karena memang tidak ada nash yang menyatakan hal tersebut. Juga tidak pernah tercatat dalam sejarah bahwa kebun raya atau tempat lainnya itu tempat diadzabnya umat sebelum kita. Jadi, ya hanya tempat biasa yang tidak perlu ditakuti.

Keyakinan yang tidak memiliki sumber benar itu harus dihilangkan. Karena bukan saja menyesatkan atau menyeret kepada syirik.

Tetapi tunggu dulu!

Bukan berarti kemudian dipersilahkan untuk berdua-duaan di tempat itu bagi pasangan lawan jenis yang belum sah.

Di kebun raya atau di kebun binatang, sama saja. Haram hukumnya!

Jika ada dua orang lawan jenis yang bukan suami istri berdua-duaan, maka yang ketiganya adalah syetan.

Maka, siapa yang melakukannya di tempat tertentu, ditambah lagi dengan keyakinan bahwa tempat tertentu akan memutus cinta mereka, ini kesalahan yang berlipat-lipat.

Salah secara moral, dan salah secara Aqidah.

Bagi para pengantin, atau pasangan suami istri, jangan takut melewati gunung pegat, 'jembatan pemutus' atau juga bertamasya ke Kebun Raya.

Karena, semua cerita pemutus cinta itu HANYA katanya...

Majalah Ghoib Edisi No. 6 Th. 1/1424 H/2003 M

Previous
« Prev Post

Related Posts

August 27, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran