Burung Gagak Penebar Kematian?

Posted by rumah ruqyah on 2019-08-07

Burung Gagak Penebar Kematian?
Rabu, 07 Agustus 2019 | 08 Dzulhijjah 1441 H

 

  Katanya burung Gagak yang melintas menjelang pagi hari dengan suaranya adalah PERTANDA ADA YANG MATI. Pokoknya bila terdengar burung hitam itu berkoak-koak, tandanya kerabat dekat ada yang mati.

  Soal ini malah menjadi kepercayaan sebagian masyarakat. Biasanya, bila di pagi hari terdengar suara burung Gagak, segera sesudah itu mereka MENCARI BERITA KEMATIAN. Para tetangga yang mendengar akan memberitahu kepada tetangganya yang lain. Guna memberitahu bagi yang tidak mendengarnya. Selanjutnya, mereka akan terus menanti berita kematian di wilayah tersebut.

   Terkadang memang betul hari itu ada yang meninggal. Tapi, terkadang seharian mereka menunggu berita, ternyata di wilayah mereka tidak ada yang mati. Maka biasanya mereka mencari berita kematian itu sampai ke wilayah yang ada di sebelahnya. Jika juga tidak ada, mereka masih akan berkata; "Pasti ada yang mati, cuma kita tidak tahu siapa. Tunggu saja beritanya besok."

  Dalam pandangan Islam, tentu tidak ada hubungannya ANTARA SUARA GAGAK DENGAN KEMATIAN SESEORANG. Kasihan benar nasib burung Gagak yang suaranya DIANGGAP PENEBAR KEMATIAN.

  Padahal ia hanya ingin mengeluarkan suaranya untuk sebuah kepentingannya, seperti burung dan binatang lain. Kita tidak tidak pernah tahu mengapa mesti burung Gagak yang dijadikan pesakitan. Bisa jadi karena burung Gagak berwarna hitam yang identik dengan belasungkawa.

   Atau mungkin ada yang mencoba menghubung-hubungkannya dengan kisah dua putra Nabi Adam Alahaissalam yang saling membunuh. Dimana Qobil sang pembunuh yang kebingungan bagaimana menyikapi mayat saudaranya itu, diberitahu oleh burung Gagak tentang cara mengubur mayat.

   Kisah Qobil dan Habil adalah benar adanya. Karena diceritakan oleh Al Qur'an. Tetapi yang salah adalah menghubungkan antara kisah itu DENGAN KEYAKINAN yang sudah terlanjur tersebar. Penafsiran Al Qur'an TIDAK BOLEH semaunya.

   Apalagi tidak satu pun para Ahli Tafsir yang menafsirkan ayat tersebut dengan keyakinan menyesatkan tadi. Yang ada justru LARANGAN MEYAKINI KEYAKINAN tadi. 

Keyakinan ini bukanlah hal baru. Sudah ada sejak jaman Jahiliyyah sebelum Rasulullah dulu.

   Mereka terbiasa meyakini hal-hal Mistis yang beredar di seputar burung. Dalam Islam adanya keyakinan tertentu di dalam hati setelah mendengar setelah mendengar suara burung atau melihat burung disebut "Tathoyyur". Dan, dalam Islam, Tathoyyur digolongkan ke dalam salah satu bentuk SYIRIK.

   Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam pernah mengingatkan hal itu, "Tathoyyur itu TIDAK boleh, gantilah dengan OPTIMISME." Shahabat bertanya, apa optimis itu? Rasul menjawab; "Kata-kata baik yang kalian dengar." (HR. Muslim).

  Terkadang kita masih terbawa oleh keyakinan itu. Dan terdetik kekhawatiran akan terbuktinya keyakinan itu. Untuk itulah Nabi mengajarkan cara menghilangkan kekhawatiran itu.

   Yaitu, tahanlah lidah ini dari membenarkan kisah-kisah seputar khurafat tersebut. Sebagai gantinya adalah ucapan yang menunjukkan Optimisme. Seperti, Subhanallah. Alangkah indahnya suara burung Gagak itu.

   Nah, bisa jadi memang ada yang mati pada pagi hari, setelah malamnya burung Gagak terdengar. Tapi jelas bukan karena suara burung Gagak. Karena akhir dari ajal tidak ditentukan oleh burung Gagak.

   Juga tidak pernah ada landasan benar yang mengatakan bahwa Allah memerintahkan burung Gagak untuk memberitahukan datangnya kematian. Mari bersihkan Iman dari kemusrikan. Waspadalah segala sesuatu yang sumbernya KATANYA.

Sumber : Majalah Ghoib Edisi No 4 Th 2003 M.

***

[NEW] Burung Gagak Pembawa Kematian (Video Version) Click disini

Previous
« Prev Post

Related Posts

August 07, 2019

0 comments:

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran