thumbnail

Kesaksian dan Catatan Nasib Janin

Posted by rumah ruqyah on 2019-05-17



Kemajuan ilmu kedokteran hari ini sangat pesat. Untuk spesialisasi kandungan, janin dalam kandungan telah dapat dilihat dengan USG, ada juga penemuan tentang bayi tabung dan yang terbaru adalah kemungkinan kloning terhadap manusia. Manusia lahir tanpa bapak dan ibu.
Fase-fase yang dilalui oleh janin sudah meniadi ilmu baku di dunia kedokteran hari ini. Permasalahan ini telah diungkap Al-Qur'an dan hadits Rasulullah dengan detail dan benar. Pada masa di mana ilmu kedokteran belum se maju sekarang. Menunjukkan bahwa Al-Quran bukan hasil karya apalagi sekedar hasil renungan manusia. Seperti yang dituduhkan oleh sebagian orang.
Fase-fase janin itu bisa kita lihat disebutkan secara detail dalam surat Al-Mukminun: 12-14, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”
Lebih detail lagi, Rasulullah memberitahukan kepada kita masa yang dilalui setiap fase tersebut. Dan penemuan di dunia kedokteran mengakui kebenaran wahyu yang sudah ada sejak 14 abad silam itu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh lmam Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpuIkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah (air mani), kemudian menjadi alaqah (segumpal darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh padanya. Lalu diperintahkan untuk menuliskan empat kata: rezkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya.” (Bukhari dan muslim).
120 hari. Waktu yang harus dilalui janin hingga dia hidup dalam rahim ibunya. Karena ruh telah ditiupkan. Dalam dunia kedokteran usia kandungan biasanya diungkapkan dengan minggu. 120 hari artinya 16 minggu.
Minggu ke- 16 adalah awal dari fase Fetal (janin). Fase Fetal adalah fase kedua setelah fase Organonesis (Perkembangan). Setelah janin melalui fase fetal barulah pada minggu ke-28 memasuki fase Perinatal (Tampak bentuk bayi).
Pada minggu ke- l6 ini, plasenta yang merupakan akar janin telah terbentuk seluruhnya. Plasenta merupakan penghubung antara janin dan ibunya. Berguna sebagai jalan untuk suplai makanan berikut ekskresi (pengeluaran), respirasi (pernafasan), imunologi (penyaluran berbagai komponen antibodi) dan sebagainya.
Sementara bentuk janin juga telah menunjukkan kesempurnaannya. Pada usia ini, genetilia eksterna (kelamin luar) terbentuk dan dapat dikenal. Janin pun telah dibalut dengan kulit merah yang tipis. Janin hidup di dalam rahim ibunya.
Itulah yang bisa dipersembahkan oleh dunia kedokteran. Tentang perkembangan fisik sang calon bayi. Hasil dari penelitian yang panjang itu telah bisa mengungkap tanda-tanda kehidupan pada janin dimulai seiak usia kandungan memasuki 16 minggu.
Tetapi ada sisi ghoib yang tidak mungkin bisa diungkap dunia kedokteran. Hanya melalui Pemberitaan wahyu saia kita bisa mengetahuinya. Sebagaimana dunia kedokteran telah membenarkan wahyu yang memberitakan fase demi fase yang dilalui janin. Maka masalah ghoib yang teriadi pada janin iuga diungkapkan oleh sumber yang sama,wahyu. Wahyu yang kebenarannya absolut tidak mungkin salah walaupun penelitian tercanggih tidak mampu membuka tabirnya.
Keghaiban Janin
Sisi ghoib dari dunia janin adalah masalah peniupan ruh dan kedatangan malaikat pada hari ke-120 dan kesaksian serta pengakuannya akan ketuhanan Allah.
Pada hari awal kehidupan anak cucu Adam itu, malaikat mendatanginya. Allah telah menugaskan kepada malaikat penjaga janin itu agar mencatatkan empat taqdir yang akan dijalani oleh calon manusia itu. Ke empat taqdir itu adalah rezki, ajal, amal, bahagia atau sengsara.
Setiap kita terlahir dengan membawa jatah hidup masing-masing. Setiap bayi datang dengan rezkinya sendiri, batas usia di dunia, seluruh tingkah gerak geriknya dan apakah termasuk orang yang bahagia atau sengsara. Ini adalah keghaiban yang diberitakan oleh wahyu dan harus kita imani.
Sementara kesaksian dan pengakuannya disebutkan dalam surat Al-Araf: I 72, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap iiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka meniawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”
Sekali lagi, ini adalah keghaiban yang diberitakan oleh wahyu dan harus kita imani.
lndra kita sangat terbatas. llmu kita pun demikian. Kedatangan Malaikat dan kesaksian janin tidak dapat diungkap dunia kedokteran manapun. Karena keduanya adalah bagian dari keghaiban yang bisa dibenarkan jika diberitakan oleh wahyu dan hanya keimanan yang bisa digerakkan untuk membuktikan kebenarannya.
Walaupun tetap saia ada pengingkaran dari mereka yang mengaku hebat. Sejak dulu hingga sekarang. Bahkan kecongkakan itu bisa jadi semakin bertambah, karena mereka merasa telah mencapai tingkat keilmuwan terhebat dalam sejarah manusia.
lmam lbnu Hajar yang hidup enam abad yang lalu, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pendapat sebagian dokter dan filosof, “Masalah peniupan ruh pada janin dinyatakan dalam hadits shahih. Tidak ada jalan untuk  mengetahuinya kecuali dengan wahyu. Sayangnya, sebagian pakar di bidang kedokteran dan filsafat mengatakan bahwa landasan pengetahuan masalah tersebut hanyalah rabaan dan prasangka yang jauh (dari kebenaran).”
Ya, karena inilah saatnya iman dipertaruhkan.

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah
May 17, 2019
thumbnail

Daun Sidr Ampuh Untuk Ruqyah

Posted by rumah ruqyah on 2019-05-13

Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui daun Sidr, atau kita lebih mengenal sebagai daun bidara. Daun ini ukurannya kecil, kira-kira seukuran daun buah Ceri. Tengahnya beruas dan pinggirannya bergerigi. Pohonnya tidak begitu besar dan buahnya kecil berbentuk seperti buah apel. Kalau dimakan rasanya agak masam. Mungkin karena pohon ini jarang dijumpai dan tidak banyak dibudidayakan, akibatnya banyak di antara kita yang kurang mengenal daunnya, apalagi mengetahui khasiat dan kegunaannya.

Pada zaman Rasulullah, daun ini dicampur dengan air untuk memandikan mayat, juga untuk mandi orang yang kafir, yang hendak masuk Islam. Sebagaimana yang diceritakan oleh Khalifah bin Husain, "Ketika Qais bin 'Ashim datang ke Rasulullah untuk menyatakan diri masuk Islam, Rasulullah memerintahkannya untuk mandi besar dengan air yang dicampur daun Sidr"  (HR Baihaqi).

Dalam dunia ruqyah, daun Sidr juga sangat bermanfaat untuk membantu proses pengobatan pasien yang terkena gangguan jin, terutama bagi orang yang terkena sihir.

Seorang ulama yang bernama Wahab bin Munabbih menjelaskan, cara penggunaannya adalah : Ambillah tujuh lembar daun Sidr yang masih hijau warnanya (belum kering), lalu ditumbuk antara dua batu, kemdian larutkan ke air. Selanjutnya air tersebut dibacakan ayat Kursi, surat al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas. Kemudian air tersebut diminum sebanyak tiga kali tegukan (seruputan), sisanya dicampur dengan air lain untuk dipakai mandi. Insya Allah sakit yang dirasakan akan hilang. (Mushannaf Ma'mar bin Rasyid, 11/13). 

@ Rumah Ruqyah Indonesia
May 13, 2019
thumbnail

Minyak Jolo Asmoro Membuat Si Dia Mabuk Kepayang

Posted by rumah ruqyah on 2019-05-09



Pertengahan Oktober 2006, redaksi Majalah Ghoib menerima sebuah surat kilat khusus yang dikirimkan oleh seorang Gadis asal Jawa Timur. Dalam lima lembar kertas surat bermotif bunga, ia menceritakan kisahnya saat ia sering pergi ke orang pintar untuk dipasangi susuk beberapa tahun yang lalu. Hal tersebut dilakukannya, untuk mendapatkan cinta beberapa orang pria yang telah menarik hatinya. “Akhirnya aku sadar, bahwa susuk-susuk yang kupakai tidak bermanfaat sama sekali. Hingga aku diantar seorang teman mengajar ke seorang kiai untuk melepas dan membuang aneka macam susuk yang aku pakai. Akhirnya aku pasrah dengan keadaanku, dengan apa yang Allah berikan kepadaku,” tulis gadis itu di akhir ceritanya.
Kisahnya berawal ketika gadis ini berusia 17 tahun. Sweet seventeen, istilahnya. Saat itu ia merasakan getaran cinta yang begitu mendalam kepada seorang pria. Perasaan ingin mencintai dan dicintai muncul, seiring dengan usianya yang menginjak aqiI baligh. Tak tanggung-tanggung, pria yang disukai gadis ini adalah guru fisikanya di SMA. Hatinya semakin gundah. Perasaan itu tumbuh hingga menjelang lulus SMA. Cinta tak bisa dipendam. la kemudian meminta bantuan kepada saudara ibunya, agar cintanya dapat bersambut. Tidak bertepuk sebelah tangan. Oleh saudara ibunya itu ia dibekali jimat, yang katanya dapat mem buat orang yang dicintainya mengejar-ngejar menyambut cintanya. Setelah tak tahan menanti, pria itu tak kunjung datang juga.
Pertemuan kedua kalinya dengan orang pintar itu, sang gadis dipasangi susuk emas dan berlian. Tujuannya agar si dia terpikat oleh pancaran wajahnya dan segera melamarnya. Masa penantian itu, tak kunjung terwujud. Si lelaki tetap cuek. Cinta sang gadis lambat laun, padam.
Beberapa kali, gadis ini berternu dengan pria yang dapat menarik hatinya. Beberapa kali pula, kegagalan dan kegagalan selalu terulang. Tak ada satu pun, pria yang kemudian menjadi suaminya. Padahal berbagai macam susuk telah menempel pada tubuhnya. Semua jimat dan susuk yang pernah bersarang di tubuhnya, sama sekali tak memberikan pengaruh sedikitpun. Hanya kekecewaan yang selalu di dapatkannya. Pertengahan Oktober lalu, ia memutuskan untuk menulis kisahnya dan mengirimkan beberapa buah jimat yang pernah dimilikinyra. Ia ingin hidupnya ada pada keridhoan Allah semata.
Bentuk Jimat
Jimat ini berbentuk minyak berwarna kuning  yang ditaruh di dalam sebuah botol kecil berukuran 5 ml. Di dalam botol tersebut, terdapat sebuah kertas kecil bertuliskan rajah-rajah berwarna merah. Tulisan rajah-rajah tersebut berbentuk sebuah lingkaran, yang di dalamnya terdapat tuIisan Arab yang sudah tidak  dapat lagi terbaca. Hanya sebuah tulisan, Shollu ‘alan Nabiy yang masih dapat terbaca karena tertulis di pinggiran kertas.
Kesaktian Jimat
Untuk memelet orang yang kita sukai (pengasihan). Ritualnya: Minyak ini dioleskan pada foto si dia (orang yang akan kita pelet), setiap akan tidur sambil menyebut namanya tiga kali. Kemudian dicium, lalu ditaruh dibawahbantal.
Bongkar JImat
Cinta. Ia adalah anugerah Allah kepada setiap insane. “Manusia dihiasi oleh rasa cinta kepada waanita, anak-anak dan sebagainya.” (QS. Ali-Imran:14). Dengan cinta kehidupan akan terasa damai. Cinta pulalah yang menjadi salah satu tanda kebesaran Allah bagi umat manusia. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Anugerah cinta itu, seyogianya ditempatkan sesuai proporsinya. Bahwa cinta kepada Allah harus melebihi diatas cinta kepada siapapun dan apapun. “Dan cinta di atas cinta tentunya hanya untuk Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya.” (QS. At-Taubah: 24). Itulah bentuk cinta yang hakiki.
Berusaha mendapatkan cinta orang lain dengan jalan pergi ke orang pintar, bukanlah solusi. Namun, hal ini seringkali ditempuh oleh mereka yang mengaku msulimah. Memang, harus ada ikhtiar untuk mendapatkan cinta seseorang. Tetapi bukan dengan cara menymipan jimat dan menggunakan susuk. Kita harus yakin kepada Allah, dengan terus berharap dan berdoa kepada-Nya. Normatif memang. Tetapi, kesabaran kita dalam berdoa dan beruasaha, lebih Allah cintai daripada minta tolong kepada  orang pintar, apalagi sampai memasang susuk di dalam tubuh. lstilah susuk memang tergolong baru. Tapi, bila dilihat dari cara kerjanya, sesungguhnya susuk bukanlah baru. la barang lama yang diperbaharui cara dan wahananya. Kisah Nabi Musa menjadi cermin sejarah. “Maka tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.” (QS. Thaha: 66). Bila dulu, tali-tali tukang sihir Nampak seperti ular, tapisihir ilusi kini semakin beragam. Termasuk susuk yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Hanya bualan orang pintarsaja. Dan itu memang telah terbukti, seperti yang dialami oleh gadis ini.
Menanti seseorang yang akan datang melamar dan menjadikan serius di kalangan wanita muslimah. Dan telah menjadi dilema. Sebagai orang yang beriman kepada Allah, kita harus selalu berusaha menjaga harga diri kita dengan bekal pakaian taqwa. Sebab, jika pakaian taqwa ini telah tersingkap. Maka rasa malu akan semakin pudar. Padahal Allah telah memperingatkan kita, agar senantiasa mengingat pakaian taqwa ini. “Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik, yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. al-Araf : 26).
Apa yang telah dilakukan gadis ini, dengan menyerahkan jimat yang telah lama disimpannya adalah bentuk ketaqwaannya kepada Allah. Semoga Allah memberikan pendamping yang shalih kepada gadis  ini. Sebagai temannya dalam mengarungi kehidupan, guna memperoleh ketenangan dunia-akhirat. Amin.

 Rumah Ruqyah Indonesia
May 09, 2019
thumbnail

Ramadhan Tiba, Arwah Pulang ke Rumah?

Posted by rumah ruqyah on 2019-05-06


Katanya, bila bulan Ramadhan tiba maka arwah-arwah akan kembali ke rumah masing-masing. Katanya, mereka yang sudah meninggal masih memiliki rasa kangen dan ingin bertemu dengan kerabatnya.
Hal ini katanya, tidak terlepas dari keberkahan bulan Ramadhan yang tidak hanya menjadi hak orang-orang yang masih menikmati indahnya dunia, tapi juga untuk orang yang sudah meninggal.
Keyakinan semacam ini berkembang luas di masyarakat. Meski dengan sambutan yang berbeda-beda. Kebiasaan yang berkembang di sebagian warga kabupaten Bojonegoro terbilang unik. Orang mati sudah sekian lama tidak pulang ke rumahnya. Dia sudah lupa jalannya, hingga diperlukan bantuan dari keluarganya.
Petunjuk jalan di sini tidak seperti petunjuk arah yang biasa ditemukan di jalan-jalan besar. Para arwah itu mungkin tidak bisa membaca, sehingga petunjuknya juga lain. Dipasanglah oncor. Sebuah lampu penerang yang terbuat dari janggel (batang) jagung yang dicelupkan ke minyak tanah. Dinyalakan lalu dipasang di pojok-pojok rumah maupun pekarangan yang gelap.
Bila mereka pindah rumah ke kota lain atau bahkan ke pulau seberang, lalu bagaimana caranya ya, agar arwah orang yang sudah meninggal itu bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Jangan-jangan mereka kesasar atau bahkan menangis.
Lain lagi yang dilakukan oleh sebagian warga di Kabupaten Pemalang. Mereka tidak memasang lampu penerang. Tapi yang mereka persiapkan adalah kembang melati atau bisa juga kembang tujuh rupa.
Sehari menjelang lebaran mereka sudah tabur kembang melati atau kembang tujuh rupa di kuburan. Selanjutnya setiap malam Jum’at setiap menjelang maghrib kembang-kembang itu ditabur kembali di pekarangan rumah, kamar, pojok-pojok rumah. Tidak ketinggalan pula pakaian yang dulu pernah dipakainya juga disisipi kembang. Demikian pula halnya dengan pohon yang ada di pekarangan rumah, karena dari pohon-pohon itu lah arwah orang yang sudah meninggal itu dan pergi lagi.
Penyambutan ini masih tenrs berlanjut setiap malam Jum’at. Dan di akhir Ramadhan, mereka kembali ke makam unnrk tabur bunga. Kebiasaan ini baru berakhir saat hari raya, setelah mereka bersilaturrahmi dengan sanak keluarga serta tetangga, maka mereka pun akhirnya datang kembali ke makam untuk tabur bunga yang terakhir.
Aneh-aneh saja. Padahal sebenarnya selama arwah itu masih menunggu datangnya hari pembalasan, maka bagi arwah orang-orang mukmin yang bisa menjawab pertanyaan siapa Tuhanmu, apa agamamu, siapa nabimu dan apa kitabmu maka dia akan mendapatkan nikmat kubur dengan ditemani amal kebaikannya. Seraya berdoa, “Ya Rab, percepatlah datangnya kiamat sehingga saya dapat bertemu dengan keluargaku dan hartaku.” Pintu surga telah siap menanti dengan aneka kenikmatan yang ada. Sebaliknya bagi arwah orang-orang kafir yang tidak bisa menjawab empat pertanyaan di atas maka dia akan menerima adzab kubtrr hingga datang saat pembalasan. Saat dimana dia dimasukkan ke dalam neraka dan menerima balasan atas apa yang dilakukannya selama ini. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits panjang riwayat imam Ahmad.
Jadi, mana mungkin kembali ke rumah. Mereka telah disibukkan oleh urusan masing-masing. Kalau ada yang benar-benar datang, malah itu adalah jin qorin. Berarti kita telah mengundang jin itu untuk datang ke rumah. Wah, gawat! lni gara-gara percaya dengan mitos katanya.

Ust. Muswadi Ahmad Lc
May 06, 2019