thumbnail

Ajian 'Penjemput' Jodoh

Posted by rumah ruqyah on 2019-04-24


Seorang perempuan paruh baya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta, datang ke kantor Majalah Ghoib pada pertengahan Oktober 2005 lalu. Ini adalah awal kunjungannya ke kantor Majalah Ghoib untuk menjalani terapi ruqyah. Sambil menyerahkan jimat-jimat yang didapatkannya dari beberapa dukun. Ia menceritakan kisahnya.
Saya pindah ke Jakarta sekitar tahun 2001. Sebagai seorang gadis, saat itu usia saya boleh dikatakan sudah tidak muda lagi. Saya belum menikah. Di kampung , saya tidak pernah kenal sama yang namanya tukang ramal apalagi dukun. Sebagai lulusan perguruan tinggi, saya malas berurusan dengan yang gtuan, “Gak rasional”.

Tetapi, seiring dengan bertambahnya usia saya dan desakan yang terus menerus dari orangtua. Akhirnya saya mulai mencari cara, agar segera mendapatkan pendamping hidup. Disaat sedang sedih bercampur bingung, kebetulan ada teman sekantor yang mengajak saya pergi ke dukun di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya. Sampai-sampai orangtua teman saya juga mengusahakan agar saya cepat dapat jodoh melalui jasa dukun. Banyak jimat yang saya dapatkan dari beberapa orang dukun di masa pengembaraan sampai ke daerah Banten. Perjalanan mencari pendamping dengan mendatangi dukun, saya lakukan selama dua tahun lebih.

Ketika saya mendatangi salah seorang dukun, saya diramal den diberitahu akan ada seorang pemuda yang datang dengan ciri-ciri tertentu. Ternyata saya betul-betul bertemu dengan pemuda itu. Setelah berkenalan selama 7 bulan, dia bahkan sudah datang ke rumah saya. Dia memohon doa restu kepada orangtua saya, tetapi saya belum sampai dilamarnya. Saya sangat senang saat itu. Tetapi semuanya berubah dalam bilangan waktu yang sangat cepat. Harapan yang telah terpupuk sekian lama, akhirnya hancur berantakan. Pemuda itu menipu saya. Uang saya sebanyak 37 juta diambilnya. Anehnya, saya menuruti saja omongannya dan tidak bisa menentang. Saya merasakannya diantara sadar dan tidak. Saya sangat kasihan padanya karena dia selalu bercerita yang menyedihkan tentangnya. Saya masih bersyukur karena yang tertipu hanya materi saja, walaupun hati saya hancur berkeping-keping. Saya kemudian bertanya dalam hati, apakah ini merupakan permainan dari dukun yang telah meramal saya? Saya tidak bisa melaporkannya ke polisi karena tidak ada bukti.

Setelah semua peristiwa itu, saya ikut belajar al-Qur’an system 2 jam kepada seorang ustadz. Saya juga ikut pelatihan sholat khusyu’ agar hidup sayan lebih tenang. Para ustadz tempat saya belajar, sering menjelaskan tentang ruqyah syar’iyyah kepada saya. Dan setelah melihat adegan ruqyah di sebuah sinetron. Saya memutuskan untuk diruqyah dan menyerahkan semua jimat-jimat ini. Sekarang saya butuh pembimbing agama, karena saya tidak mungkin belajar dan menghadapi hidup seorang diri. Semoga saya bisa mendapatkan jodoh yang baik.

Bentuk Jimat
Jimat yang kita bongkar saat ini, berbentuk tulisan rajah yang dibungkus dengan kertas dan diberikan perekat yang sangat rapi. Sebuah jimat yang diberikan oleh seorang dukun di daerah Banten. Berbentuk rajah yang dituliskan pada kain putih berukuran kecil. Tulisannya sudah tidak bisa dibaca lagi karena tintanya sudah luntur. Dan ternyata di dalamnya masih terdapat sebuah tulisan tangan pada sebuah kertas buku yang dubungkus dengan plastic putih. Di dalamnya terdapat sebuah kapas bercampur bedak yang membungkus ebuah batu dengan dua buah paku kecil bersamanya. Hmm, baunnya sangat menusuk hidung.

‘Kesaktian Jimat’
Jimat-jimat tersebut merupakan ajian yang dipakai untuk menarik jodoh. Siapapun yang memiliki jimat ini diharapkan bisa mendapatkan jodoh seperti yang diimpikannya. Jimat ini harus di dibawa kemana-mana kecuali kamar mandi. Untuk mendapatkan jimat jimat ini, hanya membayar seikhlasnya.

Bongkar Jimat
Pernikahan begitu indah untuk diceritakan, begitu asyik untuk didiskusikan, tapi tidak semudah itu untuk diwujudkan. Banyak factor yang menjadi hambatan untuk mewujudkannya. Ujian yang Allah SWT. berikan berupa telatnya masa pernikahan, haruslah dihadapi dengan penuh kesabaran. Karena tiang iman yang melekat kepada rasa optimism ialah sabar. Tanpa kesabaran, maka perasaan manusia akan setiap saat menjadi korban keganasan angin perubahan yang senantiasa datang menerpa, termasuk ujian dalam menanti jodoh. Kesabaran memainkan peranan yang penting di dalam memelihara optimism dalam diri seseorang yang beriman.

Manusia memang tempatnya kesalahan dan kealpaan. Egala cara kadang ditempuh untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Mendatangi dukun merupakan kekhilafan yang sering dilakukan kaum muslimin, padahal mereka adalah antek-antek syetan yang menjerumuskan menusia ke dalam lembah kemusyrikan. Apa yang diberikan para dukun berupa jimat-jimat merupakan bentuk kesesatan mereka kepada Allah SWT.

Jimat rajah bertuiliskan huruf-huruf Arab yang tidak jelas maknanya adalah cara yang dipakai oelh dukun untuk mengundang jin dalam menyelesaikan permasalahan pasiennya. Kita juga tidak pernah mengerti, mengapa ayat-ayat al-Qur’an dan doa-doa permohonan harus ditulis pada sebuah kain dan harus dibawa kemana-mana? Lebih aneh lagi, mengapa sebuah batu, dua buah paku serta bedak dijadikan perantaraan untuk mendapatkan jodoh seseorang? Padahal ayat-ayat tersebut sejatinya kita amalkan pada perilaku hidup keseharian kita agar berkah.

Allah SWT. akan memberikan ujian kepada hamba-Nya sebatas apa yang sanggup ditanggung oleh hamba-Nya. Begitulah berita yang Allah sampaikan pada surat al-Baqarah ayat 286. Sekarang, saatnya kita berbenah diri, agar Allah memberikan jodoh yang terbaik untuk kita, kapanpun datangnya. Karena Allah SWT telah memberikan kabar kepada kita bahwa Allah akan memberikan pasangan hidup sesuai dengan kualitas pribadi yang kita miliki. Seperti dijelaskan dalam surat an-Nur ayat 28. Apa yang dilakukan wanita ini, dengan menyerahkan jimat jimat yang pernah dipakainya merupakan usahanya untuk memperbaiki keualitas dirinya. Semoga mendapatkan jodoh yang baik.

Rumah Ruqyah Indonesia
Sumber : Majalah Ghoib Edisi 53/3
April 24, 2019
thumbnail

Membentengi Keluarga Dari Teror Syetan

Posted by rumah ruqyah on 2019-04-22


Teror yang harus kita waspadai adalah terror syetan. Teror yang berbahaya dan laten. Allah SWT. mengingatkan kita akan adanya terror abadi tersebut, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya menjadi penghuni neraka yang menyala-nya.” (QS. Fathir: 6)
Banyak rintangan yang akan menghalangi kita dalam membentuk keluarga muslim yang berbahagia dunia dan akhirat. Syetan sebagai musuh utama tidak akan diam dan berpangku tangan. Mereka tidak hanya mengincar Nabi Adam dan istrinya yang dianggap sebagai penyebab datangnya laknat Allah dan terusir Iblis (nenek moyang mereka) dari surga. Keluarga Nabi Adam dan anak cucunya serta keturunannya mereka jadikan sebagai musuh bersama. Simaklah nukilan Imam Ibnu Katsir di bawah ini, yang menggambarkan sengitnya permusuhan tersebut.
“Iblis la’natullahi ‘alaihi berkata, ‘Ya Allah, Engkau telah mengeluarkan aku dari surga demi Adam, sedangkan aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya jika tanpa kekuasaan-Mu.’ Allah berkata, ‘Kamu Kuberi wewenang.’ Iblis meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi.’ Allah berkata, ‘Tidaklah anak Adam terlahir, kecuali terlahir pula keturunanmu.’ Iblis meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi.’ Allah berkata, ‘Aku telah menjadikan dada sebagai poskomu dan keturunanmu, dan kalian bisa merasuki mereka melalui pembuluh darah’. Iblis berkata, ‘Ya Allah, tambah lagi.’ Allah berkata, ‘Kerahkanlah kepada mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak, dan berilah mereka janji. Dan tidak ada yang dijanjikan kepada mereka melainkan hanya tipuan belaka.’ (lihat QS. Al-isro’: 64)
“Lalu Nabi Adam ‘alaihissalam berkata, ‘Ya Allah, Engkau telah memberinya wewenang (untuk menggangguku), dan aku tidak akan bisa menghindar darinya jika tanpa-Mu.’ Allah berkata, ‘Tidaklah terlahir anak dan keturunanmu kecuali Aku telah memberikan kepadanya malaikat yang menjaganya dari yang jahat-jahat.’ Nabi Adam meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi. Allah berkata, ‘Setiap kebaikan yang kalian lakukan Aku lipatkan sepuluh kali, bahkan lebih. Sedangkan setiap keburukan kalian, Aku hitung semisalnya atau Aku akan mengampuninya’. Nabi Adam meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi’. Allah berkata, ‘Pintu taubat terbuka lebar bagi kalian, selama ruh kalian masih dikandung badan’. Nabi Adam meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi’. Allah berkata, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ (Lihat QS. Az_Zumar: 53).” Kitab Tafsir Ibnu Katsir: 4/60-61.
Dari riwayat tersebut kita bisa memahami bahwa permusuhan Nabi Adam dan keturunannya dengan Iblis dan balatentaranya adalah keniscayaan yang tak terelakkan. Mereka telah diberi wewenang (kekuasaan) dan sarana oleh Allah untuk melakukan hal itu, tentu dengan batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah. Dan kita juga telah dipersenjatai oleh Allah untuk berlindung dari kejahatan mereka atau untuk melawan gangguan-gangguan yang dating dari mereka.

Benteng Pertahanan dari Serangan Syetan
Ada benteng-benteng pertahanan yang sangat kokoh bagi kita untuk berlindung dari kejahatan dan serangan syetan, apapun bentuk dan mecam kejahatan dan serangan tersebut, tidak ada benteng lain yang kekokohannya melebihi benteng-benteng ini. Karena benteng ini merupakan anugerah Allah dan diajarkan oleh Rasulullah. Jangan ragu lagi untuk menggunakannya. Barangsiapa ragu, berarti meragukan keuasaan dan kekuatan Allah. Dan barangsiapa meragukan kekuasaan-Nya, berarti telah menjadi pengikut musuh-Nya, Iblis dan balatentaranya.
Jangan silau dengan bujuk rayu dan bualan manis para dukun atau orang pintar. Mereka adalah agen-agen syetan di bumi ini. Jika mereka menawarkan benteng diri dari gangguan syetan yang berupa jimat, benda pusaka, benda keramat, isim, wifik, rajah, hizib dan yang sejenisnya. Karena syetan tidak akan takut pada benda-benda mati seperti itu. Justru benda-benda seperti itulah yang selama ini jadi sarana syetan untuk bersarang padanya, dan mejadi media syetan untuk menggelincirkan akidah Islam kita. Rasulullah mewariskan kepada kita ayat dan do’a sebagai sarana untuk memohon perlindungan kepada Allah dari serangan dan kejahtan syetan, bukan benda atau matera. Berikut ini benteng pertahanan yang kokoh untuk menangkal dan menghalau terror, serangan dan kejahatan syetan terkutuk dari diri kita dan keluarga tercinta.
1.    Ikhlas
Al-Qur’an memberitahukan, “Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka’.” (QS. Al-Hijr: 39-40)
Itulah pengakuan Iblis atau syetan sendiri yang diabadikan Allah dalm kitab-Nya. Pengakuan itu benar adanya karena bersumber dari kitab yang terbebas dari keraguan dan kesalahan, yaitu al-Qur’an. Oleh karena itu penting sifatnya untuk memahamkan makna ikhlas kepada keluarga, dan tanamkanlah nilai-nilai ikhlas itu dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Itulah benteng terkokoh.
2.    Iman yang lurus dan tawakkal
Allah SWT. menegaskan, “Sesungguhnya syetan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syetan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. An-Nahl : 99-100)
Rumah yang masih ditempeli jimat, rajah, isim atau benda yang dikeramatkan lainnya, berarti penghuninya telah membuka celah lebar bagi syetan untuk melakukan serangan kepada seisi rumah. Kalaupun mereka tidak diserang secara fisik, akidah mereka telah hancur karena meyakini benda-benda itu mampu jadi pelindung.
3.    Selalu waspada.
Allah SWT. mengingatkan, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)
Keluarga yang menyadari akan sengitnya permusuhan syetan, mereka akan selalu waspada. Mengenali tipu daya dan strategi syetan dalam menyesatkan manusia, serta menjadikannya sebagai musuh abadi. Apabila ada anggota keuarga yang lalai, maka harus segera diingatkan, agar tidak keterusan atau lalai berkepanjangan.
4.    Komitmen dengan ajaran Islam
Ibnu Mas’ud berkata, “Suatu hari Rasulullah menggaris lurus ditanah, lalu beliau membuat garis-garis lain di kanan dan kirinya. Lalu beliau bersabda, “Yang ini (garis lurus) adalah jalan Allah. Sedangkan yang lainnya (garis kanan kirinya) adalah jalan dimana syetan mengajak kalian kepadanya. Lalu beliau membaca ayat 153 dari surat al-An’am.” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim)
Setiap saat dan setiap waktu, kalau kita lengah maka syetan akan memanfaatkan kelengahan itu. Di saat ada anggota keluarga sakit yang tak kunjung sembuh, syetan membisikan agar si sakit diobatkan ke dukun. Saat anak membandel dan nakal,syetan membujuknya agar dtang ke orang pintar untuk menghilangkan kebengalannya, lain sebagainya. Kalau kita sudah berktyekad untuk menjadikan Islam sebagai agama, seharusnya kita menyelesaikan masalah keluarga dengan cara-cara yang dibenarkan Islam.
5.    Banyak berdzikir
Rasulullah SAW bersabda, “…Dan aku perintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah yang banyak. Perumpamaan orang yang berdzikir itu seperti orang yang dicari-cari dan dikejar-kejar oleh musuh. Lalu ia mendapatkan benteng kokoh yang bisa melindungi dirinya dari kejaran musuh tersebut. Begitulah seorang hamba, dia tidak selamat dari gangguan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih)
Dzikir kepada Allah SWt tidak hanya berupa ucapan atau bacaan, termasuk membaca isti’adzah. Dizkir juga bisa berupa perbuatan. Berpuasa termasuk dzikir, menuanaikan zakat termasuk dzikir,s erta pelaksanaan ibadah lainnya. Begitu juga mengendalikan hawa nafsu saat mau terjerumus dalam kemaksiatan, lalu ia membatalkan kemaksiatan tersebut, itu juga merupakan dzikir. Tolong menolong antar anggota keluarga untuk mengingat dan melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-NYa merupakan benteng yang kokoh.
6.    Beristighfar dan bertaubat
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya syetan telah berkata, ‘Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam mereka (masih hidup).’ Maka Allah menimpalinya, ‘Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku’.” (HR. Ahmad, al-Hakim, Thabrani dan Abu Ya’la).
Setiap kita tak luput dari kesalahan, maka dari itu Allah SWT menyediakan sarana untuk menebus kesalahan dan menghapus dosa yang ada, salah satunya adalah dengan membaca istighfar, lalu bertaubat secara benar. Dengan begitu, apabila ada keluarga yang telah melakukan keslahan, hendaklah diingatkan agar segera memperbaiki diri. Apabila telah melakukan kemaksiatan, hendaklah segera istighfar dan bertaubat. Dengan demikian syetan akan menangis karena celah yang ada segera ditutup, dan benteng keluarga jadi kokoh kembali.
7.    Bergabung dalam komunitas muslim (berjama’ah)
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menginginkan kenikmatan surge, maka hendaklah ia senantiasa hidup berjama’ah. Karena syetan itu bersama dengan orang-orang yang suka sendirian. Ia akan semakin jauh bila orang tersebut berdua.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih)
Kekompakankeluarga harus kita jaga, agar satu sam lainnya terkontrol dan merasa disayangi dan diperhatikan. Shalat dilaksanakan dengan berjama’ah. Yang laki-laki di masjid, yang perempuan juga. Atau jika bisa berjama’ah di rumah, antar ibu dan anak perempuanya, itu akan lebih baik lagi. Makan juga bersama agar lebih berkah. Kekompakan dan kebersamaan akanmenjadi benteng kokoh dalam keluarga, aman dari serangan syetan jin, dan selamat dari hasutan manusia. Insya Allah …

Rumah Ruqyah Indonesia
April 22, 2019
thumbnail

Jin Pendorong Selingkuh?

Posted by rumah ruqyah on 2019-04-19



Entah jaman apakah ini. Begitu banyak  keanehan yang terjadi. Dalam tata kehidupan rumah tangga, misalnya, tidak sedikit orang-orang yang tak lagi memandang sakral sebuah hubungan suami istri. Indicator terpentingnya, adalah maraknya perselingkuhan, terutama di kalangan orang-orang dengan tingkat ekonomi yang lumayan mapan.

Lantas, mungkinkah jin bisa mendorong perselingkuhan? Wah ini pertanyaan yang mungkin terasa tiba-tiba. Apa iya, ada hubungannya antara jin dan perselingkuhan. Bagi sebagaian orang, barangkali ini pertanyaan ngawur. Bahkan terkesan mengada-ada. Tetapi beberapa dalil dan bukti lapangan, menunjukkan bahwa jin bisa menjadi pendorong selingkuh, bahkan kemudian ia bisa juga menjadi penyebab perceraian. Soal jin bisa menjadi penyebab perceraian, dengan julas al-Qur’an menyatakan. Perhatikan ayat berikut, yang artinya, “…. Mereka melakukan sihir kepada manusia. dan apa yang turunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.’ Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antar seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak member madharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang member madlarat kepadanya dan tidak member manfaat. Dan mereka telah meyakini bahwa barangsiapa menukarnya (kitab Allah dengan sihir tersebut, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 102)

Dari ayat tersebut, dapat dimengerti bahwa jin bisa menjadi penyebab perpisahan antara pasangan suami istri. Padahal, sakinah, mawaddah wa rahmah itulah butir kata-kata yang sering dilantunkan dalam do’a setiap muslim yang akan mengarungi bahtera rumahtangga. Suasana dan perasaan yang tenang, cinta dan kasih sayang adalah harapan yang ingin dibangun setiap suami istri.

Setiap pasangan tentu ingin agar seluruh anggota keluarga merasakan suasana surgawi di dalam iklim rumah tangga. Baiti Jannati (Rumahku Surgaku), begitulah slogan yang diajarkan Rasulullah SAW. kepada umatnya. Namun, nuansa yang Islami, hubungan antar anggota rumah tangga yang harmonis tidak bisa terkondisikan dengan simsalabim abrak-gedabrak langsung ada seperti layaknya orang main sulap. Tapi membutuhkan usaha yang terarah dan jalinan antar individu yang komunikatif atas dasar rasa saling percaya dan pengertian. Rumah tangga Rasulullah SAW. merupakan prototipe yang ideal untuk kita jadikan cermin teladan.

Kita tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaan kita, kalau rumah tangga yang seperti tersebut di atas, tiba-tiba nuansanya berubah. Anara individu saling curiga, maunya menang sendiri, egois, cepat marah, suami enggan pulang ke rumah, istri tidak betah tinggal di rumah, aroma rumah yang busuk, anak tidak mau diatur. la melihat orangtuanya seperti melihat hantu yang menakutkan, suasana yang tegang dan menyeramkan, rumah tangga yang beraroma surgawi berubah menjadi Baiti Nari (Rumahku Nerakaku).

Kondisi rumah seperti itu, bila tidak diselesaikan dengan baik dan bijak, bisa menimbulkan perubahan revolosioner dalam rumah tangga. Salah satunya, mendorong teriadinya perselingkuhan yang dilakukan si suami maupun si istri.

Lalu bagaimana hubungan antara perselingkuhan, perceraian, jin dan juga sihir? Hubungannya sangat dekat. Pada ayat di atas secara jelas, bahwa sihir yang dilakukan oleh jin yang bekerjasama dengan manusia, bisa menceraikan pasangan suami istri. Artirya, cerainya itu sendiri merupakan hasil akhir, atau akibat yang dituju oleh jin. Sedangkan setiap akibat ada sebabnya. Setiap tujuan, ada jalannya. Nah, perselingkuhan itulah salah satu jalan kotor menuju perceraian, yang akan dimainkan oleh syetan, juga jin yang melihat kesempatan itu, atau jin yang dipakai dalam sihir.

Bagaimana jalan ceritanya atau kronologinya? Mula-mula syetan menggoda pasangan suami istri dengan berbagai cara. Menggoda dengan bisikan, bahwa suami atau istrinya jauh lebih jelek dari lelaki lain atau perempuan lain yang ia lihat di luar. Mungkin teman, mungkin sahabat atau rekan kerja. Bila bisikan itu sudah mengena di hati, maka, terus menerus syeten itu mengipas-kipas hati orang tersebut, memunculkan percekcokan, perselisihan dan ketidakharmonisan. Bahkan bisa sampai mendorong ke perselingkuhan.

Proses dorongan syetan untuk melakukan itu semua, bisa dari cara yang halus sampai carayang kasar. Carayang halus, ya itu tadi, melalui bisikan. Cara yang kasar, bisa saja syetan itu merasuk ke dalam tubuh orang tersebut, baik karena kemauannya sendiri, atau karena melalui jalan sihir. Sihir itu bisa karena keinginan salah satu pasangan, atau karena orang lain. Misalnya pasangan selingkuhnya meminta para tukang sihir untuk menyihir pasangan resmi dari kawan selingkuhnya itu. Begitulah.

Namun, karena ini semua masalah yang berhubungan dengan keghoiban, maka kita harus mengimaninya dengan dasar-dasar yang telah diajarkan oleh lslam, alias harus sesuai dengan syari’at lslam.

Karena ini berkaitan dengan sesuatu yang ghoib yang tidak bisa dilihat oleh indra kita dan tidak bisa dihitung dengan teori matematika. Referensi paling akurat untuk m,enjawabnya adalah Al-Qur’an dan Hadits. Karena itu, perhatikanlah firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 102. Allah menceritakan keberadaan ilmu sihir, pengaruhnya dan peranan jin atau syetan sebagai eksekutor dalam konspirasi jahat tersebut. Allah menegaskan, “Maka mereka mempelajari dari keduanya sesuatu (sihir) yang dengannya mereka memisahkan seseorang (suami) dengan istrinya.”

Untuk memperjelas pemahaman kita akan maksud ayat tersebut, marilah kita perhatikan penjelasan para ahli tafsir.
1. lbnu Jarir dalam tafsirnya Jami’ul Bayan (1/462-467) berkata, “Sihir adalah pengelabuhan mata agar melihat sesuatu berlainan dengan aslinya. Pemisahan suami istri terjadi melalui sihir yang ditujukan ke salah satu dari keduanya sehingga ia melihat sesuatu yang lain dengan aslinya. Yang tampan atau cantik terlihat jelek, lalu berpaling darinya dan akhirnya bercerai. Tukang sihir berperan untuk memisahkan keduanya dengan memunculkan sebab-sebab yang bisa membuat mereka saling membenci. Sebagaimana dikatakan lmam Qatadah, “Pemisahan dengan cara mempengaruhi salah satu dari keduanya, sampai satu sama lainnya saling membenci.”
2. lbnu Katsir dalam tafsirnya (I/125) berkata: “Apa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang keji, yaitu memisahkan antara suami istri, padahal antara keduanya masih terjalin ikatan kasih sayang. Lni adalah perbuatan syetan. Dan cara pemisahannya melalui sihir yang  bisa memberi ilusi yang buruk antara satu sama lainnya. Seperti perawakan yang jelek atau menimbulkan kebencian dan sifat anti pati yang akhirnya keduanya bercerai.”
3. lmam Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi I/180 mengatakan, “Sihir itu mengandung tipuan rekayasa atau black magic. Itu adalah konspirasi jahat dan ilmu yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh minoritas manusia, maka dari itulah disebut dengan sihir karena cara kerjanya tersembunyi.”

Dari penjelasan para ulama tafsir, kita bisa menyimpulkan bahwa ilmu sihir itu memang ada sebagaimana yang telah disebutkan beberapa ayat dalam al-Qur’an. Dengan kata, Sahara dan Saahir. Itu adalah perbuatan keii dan sangat tercela yang didalangi syetan dari golongan jin yang bekerjasama dengan syetan dari jenis manusia (tukang sihir). Pengaruh sihir tidak hanya pada penyakit fisik, tapi juga pada hati yang berkaitan dengan perasaan cinta, benci, mengumpulkan dan memisahkan,  mendekatkan dan menjauhkan.

Ibnul Qayyim berkata, “Sihir dapat mengakibatkan sakit, malas, terikat, cinta, benci dan sejenisnya yang telah diketahui banyak manusia. Tukang sihir bisa mengelabui mata-mata yang memandang. Sehingga yang dilihat berlainan dengan hakikatnya, dan itu merupakan pemutarbalikan pandangan indra manusia”. Maka tidak mustahil kalau sihir juga memutar balikkan perasaan dan perangai manusia. Karena tidak ada bedanya antara perubahan pandangan mata dengan perubahan perangai yang termasuk sifat jiwa dan badan. Jadi sihir bisa mengelabuhi indra sehingga sesuatu yang beku terlihat bisa bergerak, sesuatu yang nyambung tedihat terpisah, sesuatu yang mati kelihatan hidup. Sebagaimana sihir juga bisa merubah sifat manusia. Sehingga ia membenci kekasihnya, atau mengasihi orang yang dibencinya. Dan pengaruh lainnya.

Allah menceritakan kisah tukang sihir Firaun, “Mereka mengelabuhi mata manusia dan menjadikan manusia takut serta mereka mendatangkon sihir yang menakjubkan.” (QS. Al-Araf: 116).

Allah menyebutkan bahwa waktu itu mata manusia tersihir, dan itu bisa teriadi dengan mengelabuhi mata atau yang dipandang mata yaitu tali-tali dan tongkat. Seperti tukang sihir yang minta bantuan roh (syetan) untuk menggerakkannya. Manusia mengira tali-tali dan tongkat itu beryerak sendiri, begitu juga ketika ada karpet atau tikar yang bergerak tanpa seorangpun menariknya. Padahal syetanlah yang menariknya.

Rasulullah SAW. juga menjelaskan peran besar jin dalam mendorong perselingkuhan dan perceraian, “Sesungguhnya iblis membangun istananya di atas air. Lalu ia menyebar pasukannya. Anggota yang paling dekat hubungannya dengan iblis adalah mereka yang paling dahsyat dan paling banyak melakukan fitnah (penyesatan) pada manusia. Bila seseorang dari mereka datang menghadap iblis sambil berkata, “Saya telah melakukan ini dan itu.” Maka iblis menjawabnya, “Sebenarnya kamu belum berbuat apa-apa” Lalu datang yang lainnya seraya berkata, “Aku tidak meninggalkan fulan kecuali telah aku buat dia bercerai dengan istrinya.” Maka iblis menimpali, “Sungguh hebat, apa yang kamu lakukan.” Al-A’masy berkata, “Seingat saya dia berkata, 'Hendaklah kamu terus bersamanya.” (HR. Muslim).

Kata-kata syetan, “Aku tidak meninggalkan fulan kecuali telah aku buat dia bercerai dengan istrinya” pada hadits diatas, tidak disertai penjelasan oleh syetan tersebut bagaimana cara ia mengacaukan hubungan suami istri. Itu artinya, ia bisa dengan berbagai cara, dengan sihir, dengan cara dia sendiri, dan tentu saja dengan mengipas-kipas dorongan untuk melakukan selingkuh. Sedang selingkuh itu sendiri, merupakan perbuatan terlarang yang syetan akan terus menggoda manusia untuk melakukannya.

Karena itu, waspadai jin pendorong selingkuh yang bergentayangan disekitar rumah tangga Anda! Berlindunglah kepada Allah yang mencipakan dan memelihara semua makhluk dan mengendalikan mereka.

Rumah Ruqyah Indonesia
Sumber : Majalah Ghoib Edisi 8/1
April 19, 2019