Gelang ‘Penolak’ Bala



Katanya, gelang benang dapat melindungi si pemakainya dari penyakit dan segala bala. Hal ini didasarkan oleh sebuah keyakinan, bahwa penyakit dan musibah bisa timbul karena berpisahnya ruh dan badan. Maka agar ruh selalu  bersemayam di dalam jasad, katanya, harus diikat dengan gelang tersebut.

Fenomena ini sering kita saksikan di masyarakat. Anak kecil sering dipakaikan gelang tersebut, katanya, agar sang anak selamat dari marabahaya dan dilindungi dari segala penyakit. Pada zaman jahiliyyah, gelang ini juga diikatkan pada hewan kendaraan. Dengan keyakinan, agar hewan tersebut tidak terkena penyakit dan kuat.

Sedang sekarang, mobil kendaraan juga suka digantungi gelang tertentu. Agar mobil tidak hilang dan awet. Atau diikatkan pada tangan, kaki atau perut. Tergantung anjuran dan saran dari para dukun beranak atau para sesepuh setempat.

Bentuk dan model gelang itu, sekarang tidak hanya berupa benang putih biasa. Karena sebagian lagi memakai gelang yang terbuat dari tembaga atau kuningan. Trend yang kita lihat pada muda-mudi kita, dengan mengikatkan gelang warna-warni di tangan, kaki atau leher, juga kita khawatirkan bukan hanya hiasan tren saja. Tetapi ada keyakinan di balik itu semua. Untuk jaga diri, agar pede, kelihatan gagah dan kuat.

Hal ini jelas-jelas keyakinan syirik. Dimana diyakini bahwa pada benda-benda tertentu bisa memberi manfaat atau madharat dengan apa-apa yang hanya Allah yang berkuasa.

Ini juga merupakan perbuatan bid’ah yang tidak pernah dicontohkan oleh manusia termulia, Rasulullah SAW. Bahkan beliau terluka dan patah giginya diperang Uhud. Kalau memang hal tersebut di atas baik, pastilah nabi memakainya untuk melindungi diri. Para shahabat dan ulama rabbaniyyin juga tidak pernah melakukan itu. Ini menunjukkan bahwa keyakinan itu tidak memiliki landasan dan memang bukan dari Islam.

Sementara itu, masalah kekuatan yang diyakini, justru yang ada adalah sebaliknya. Bukan kekuatan yang akan datang, tetapi kelemahan, rasa takut, penyakit dan bala lah yang akan hinggap pada diri si pemakainya.

Suatu hari Rasulullah SAW. melihat laki-laki memakai benang kuningan di tangganya. Nabi bertanya “Apakah ini?” Orang tersebut menjawab, “Penolak lemah (bala)”. Maka nabi bersabda, “Lepaskan, sebab ia hanya menambah penyakit. Dan kalau kamu mati dengan keadaan ia masih melekat pada tubuhmu, maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Imam Ahmad dari Imran dengan sanad yang baik).

Memakai gelang, bagi wanita, memang boleh sebagai perhiasan. Tetapi, apabila memakainya disertai dengan keyakinan ia bisa menolak bala, bisa menjauhkan dari gangguan, sungguh tidak ada dasarnya dalam syari’at Islam.
Maka, hati-hati dengan apa-apa yang bersumber hanya dari katanya, atau apa yang nyata, tetapi di baliknya ada kemusyrikan. Waspadalah!

Comments