thumbnail

Gelang ‘Penolak’ Bala

Posted by rumah ruqyah on 2018-11-30



Katanya, gelang benang dapat melindungi si pemakainya dari penyakit dan segala bala. Hal ini didasarkan oleh sebuah keyakinan, bahwa penyakit dan musibah bisa timbul karena berpisahnya ruh dan badan. Maka agar ruh selalu  bersemayam di dalam jasad, katanya, harus diikat dengan gelang tersebut.

Fenomena ini sering kita saksikan di masyarakat. Anak kecil sering dipakaikan gelang tersebut, katanya, agar sang anak selamat dari marabahaya dan dilindungi dari segala penyakit. Pada zaman jahiliyyah, gelang ini juga diikatkan pada hewan kendaraan. Dengan keyakinan, agar hewan tersebut tidak terkena penyakit dan kuat.

Sedang sekarang, mobil kendaraan juga suka digantungi gelang tertentu. Agar mobil tidak hilang dan awet. Atau diikatkan pada tangan, kaki atau perut. Tergantung anjuran dan saran dari para dukun beranak atau para sesepuh setempat.

Bentuk dan model gelang itu, sekarang tidak hanya berupa benang putih biasa. Karena sebagian lagi memakai gelang yang terbuat dari tembaga atau kuningan. Trend yang kita lihat pada muda-mudi kita, dengan mengikatkan gelang warna-warni di tangan, kaki atau leher, juga kita khawatirkan bukan hanya hiasan tren saja. Tetapi ada keyakinan di balik itu semua. Untuk jaga diri, agar pede, kelihatan gagah dan kuat.

Hal ini jelas-jelas keyakinan syirik. Dimana diyakini bahwa pada benda-benda tertentu bisa memberi manfaat atau madharat dengan apa-apa yang hanya Allah yang berkuasa.

Ini juga merupakan perbuatan bid’ah yang tidak pernah dicontohkan oleh manusia termulia, Rasulullah SAW. Bahkan beliau terluka dan patah giginya diperang Uhud. Kalau memang hal tersebut di atas baik, pastilah nabi memakainya untuk melindungi diri. Para shahabat dan ulama rabbaniyyin juga tidak pernah melakukan itu. Ini menunjukkan bahwa keyakinan itu tidak memiliki landasan dan memang bukan dari Islam.

Sementara itu, masalah kekuatan yang diyakini, justru yang ada adalah sebaliknya. Bukan kekuatan yang akan datang, tetapi kelemahan, rasa takut, penyakit dan bala lah yang akan hinggap pada diri si pemakainya.

Suatu hari Rasulullah SAW. melihat laki-laki memakai benang kuningan di tangganya. Nabi bertanya “Apakah ini?” Orang tersebut menjawab, “Penolak lemah (bala)”. Maka nabi bersabda, “Lepaskan, sebab ia hanya menambah penyakit. Dan kalau kamu mati dengan keadaan ia masih melekat pada tubuhmu, maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Imam Ahmad dari Imran dengan sanad yang baik).

Memakai gelang, bagi wanita, memang boleh sebagai perhiasan. Tetapi, apabila memakainya disertai dengan keyakinan ia bisa menolak bala, bisa menjauhkan dari gangguan, sungguh tidak ada dasarnya dalam syari’at Islam.
Maka, hati-hati dengan apa-apa yang bersumber hanya dari katanya, atau apa yang nyata, tetapi di baliknya ada kemusyrikan. Waspadalah!
November 30, 2018
thumbnail

Fatwa MUI tentang Perdukunan

Posted by rumah ruqyah on 2018-11-24



Assalamualaikum wr wb                        
Ustaz, bagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang perdukunan dan peramalan yang banyak tersebar di tengah masyarakat kita terutama melalui media masa, baik elektronik, cetak, maupun film?
Hamba Allah

Waalaikumsalam wr wb
Sebenarnya, sejak lama MUI telah mengeluarkan fatwa tentang perdukunan dan peramalan yang waktu itu banyak terjadi dalam masyarakat kita dan sangat meresahkan umat Islam. Dalam Fatwa MUI yang bernomor 2/munasVII/MUI/6/2005 tentang perdukunan dan peramalan, MUI telah memfatwakan, segala bentuk praktik perdukunan dan peramalan hukumnya haram.

Memublikasikan praktik perdukunan dan peramalan dalam bentuk apapun hukumnya haram dan dalam fatwa itu ditegaskan bahwa memanfaatkan, menggunakan, dan atau memercayai segala praktik perdukunan dan peramalan adalah haram. MUI mendasarkan fatwanya pada ayat-ayat Al-Qur`an yang dengan tegas mengharamkan syirik. Hanya Allah SWT yang mengetahui hal hal gaib.

Ada juga hadis-hadis yang menjelaskan keharaman perdukunan dan peramalan. Di antara ayat dan hadis itu adalah,”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (QS.An-Nisa [4]:48).

Ayat lainnya,”Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS.An-Nisa [4]:116).

Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan dengan Dia. Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS Al-Hajj [22]:31).

Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS An-Naml [27]:65).

Katakanlah: Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan, sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”(QS Al-A’raf [7]:188).

Nabi bersabda, ”Barang siapa yang mendatangi peramal (paranormal) kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu,maka sholatnya tidak akan di terima selama 40 malam.”(HR Muslim dan Ahmad).  Beliau juga bersabda, ”Barang siapa mendatangi dukun dan peramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya, orang itu kufur terhadap apa yang diturunkan Muhammad.”(HR Ahmad dan Al-Hakim)

Abu Mas’ud Al-Anshari mengatakan, Rasulullah melarang pemanfaatan harga jual beli anjing, bayaran pelacur (perzinahan) dan upah dukun. (HR Bukhari dan Muslim). Berdasarkan kaidah fikih,segala jalan yang menuju pada sesuatu yang haram maka jalan (wasilah) itu juga haram. Mencegah kemafsadatan (kerusakan) lebih didahulukan daripada menarik kemaslahatan.

Jelaslah sudah tentang haramnya praktik perdukunan dan peramalan, memublikasikan dan menggunakan serta memercayainya. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama oleh Ustaz Bachtiar Nasir, harian REPUBLIKA
November 24, 2018
thumbnail

Bahagianya Hdup Sehat

Posted by rumah ruqyah on 2018-11-20


"Pertanyaan pertama yang diajukan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak mengenai kenikmatan dunia adahah : Bukankah Aku telah memberimu badan yang sehat " (HR Tirmdzi)

Sehat adalah pilihan, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang menginginkan sakit. Sebisa mungkin, penyakit harus dihindari. Wajar saja bila pemerintah mencanangkan program imunisasi dini bagi balita. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan seorang balita terkena suatu penyakit. Dan sebagian dari kita berusaha menjaga kesehatan tubuh dan menghindari penyakit dengan berbagai cara;  olahraga, menjaga pola makan dan isitirahat, diet khusus, me-manage stress, mengonsumsi suplemen, atau memperbaiki pola hidup.

Orang-orang yang dengan sadar menjaga pola dan gaya hidup, aktivitas dan makanannya agar tetap bisa tampil bugar dan prima adalah mereka yang mengerti akan arti penting kesehatan. Bahkan, tidak jarang mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak demi menjaga kesehatan. Sebab mereka yakin, bila sakit, ongkos yang harus dikeluarkan akan lebih mahal dibandingkan dengan menjaga kesehatan. 

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Tubuhmu mempunyai hak atas dirimu". Itu artinya, tubuh kita juga harus mendapatkan perhatian. Kasihan, kalau menit demi menit dia dimanfaatkan, dieksploitasi, tapi tidak mendapatkan perhatian yang semestinya.

Ibarat mesin, tubuh juga memerlukan perawatan rutin dan kontinu agar tidak cepat rusak. Termasuk dalam perawatan tubuh adalah tidak memberinya asupan makanan yang buruk dan berbahaya, semisal narkoba dan minuman berakohol.

Kita baru merasakan betapa bahagianya hidup sehat ketika sedang sakit, atau ada sebagian anggota tubuh kita yang sakit. Berbagai rencana tiba-tiba muncul di benak kita apabila nanti kembali sehat. Kita akan rutin berolahraga, mengurangi makan makanan yang berlemak, berhenti merokok, mengurangi begadang dan lain sebagainya. Tapi, ketika kita sudah sehat, semua rencana itu segera terabaikan.



Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna dalam berbagai hal, termasuk  dalam menjaga kesehatan. Itu terbukti dari jarangnya beliau sakit, sepanjang 63 tahun usia beliau. Beliau pernah sakit karena dizalimi oleh kaum kafir, dilempari batu hingga pelipis beliau berdarah, atau terkena senjata musuh kala berperang dan diracuni seorang wanita Yahudi.  Kalaupun sakit, maka beliau akan segera berobat dengan dibekam (hijamah). Selebihnya Rasulullah SAW hidup dalam keadaan sehat karena selalu menerapkan pola dan gaya hidup sehat, baik melalui aktivitas fisik yang seimbang, menjaga pola makan dan istirahat, serta terinteraksi sosial yang bermanfaat  Sebagai muslim, sudah selayaknya kita meneladani Rasulullah dalam segala hal, termasuk menjaga kesehatan [].


Dokter Briliantono M Soenarwo



Sumber : Rubrik Hikmah, Harian Republika
November 20, 2018