Penyembuhan Melalui Tilawah Al-Quran


Sejumlah ilmuwan di Universitas Rochester mengakui pengobatan kemotrerapi untuk melawan penyakit kanker lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. Para peneliti itu menemukan akan terjadi kerusakan terhadap otak akibat kemoterapi jangka panjang. Dari sanalah, para ilmuwan mengerti bagaimana efek bahaya kemoterapi dan kini mereka mencari pengobatan alternative yang sesuai dan lebih aman.

Kepala tim medis, dokter Mark Noble mengatakan, ternyata kemoterapi kanker membunuh sejumlah sel sehat (70-100%) lebih banyak daripada yang dilakukan oleh sel-sel kanker (40-80%). Maka, untuk mencari solusi lain yang lebih aman dan berguna, terapi suara merupakan alternative yang ideal. Sebagian besar peneliti di Barat percaya dampak menakjubkan dari suara, namun belum menemukan frekuensi suara yang benar dan mampu menyembuhkan penyakit ini. Namun demikian, kita umat Islam adalah pemiliki kitab suci yang luar biasa, Al-Quran al-Karim, dan kita memiliki kata kunci yang menyembuhkan itu,yaitu Firman Allah subhanahu wa ta’ala.

Tilawah Al-Quran adalah seperangkat frekuensi yang sampai ke telinga dan dikirim ke sel-sel otak, lalu mempengaruhi sel melalui medan listrik yang melahirkan sel-sel. Sel-sel dan medan listrik itu saling merespon hingga mengubah getaran sel menjadi stabil. Perubahan getaran inilah yang telah kami rasakan dan kami pahami setelah berbagai eksperimen berulangkali.

System yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada sel-sel otak adalah system atau tatanan alam, yang seimbang. Inilah yang Allah sampaikan kepada
kita :

 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama  yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS Ar Ruum : 30)

Ada pula studi medis yang menunjukkan bahwa manusia setelah lahir diprogram otaknya untuk hal-hal yang baik, seperti kejujuran, kebajikan dan tidak membuat kesalahan. Para ilmuwan telah melakuka tes pada orang-orang yang membuat kesalahan dan mereka menemukan bahwa di daerah tertentu dalam otak mereka terdapat aktivitas dan jumlah darah yang lebih besar. Berbeda dengan manusia yang melakukan pekerjaan dengan benar, mereka umumnya tak memerlukan kekuatan untuk mengingat. Artinya, kesalahan dengan berbagai bentuknya membutuhkan energi yang lebih besar dari otak, dan inilah alasan mengapa mainstream ilmuwan mengatakan bahwa sistem otak adalah kecenderungan untuk tidak membuat kesalahan. Otak telah deprogram secara fitrah yang lurus, sesuai fitrah yang ditetapkan oleh Allah atasnya.

Para ilmuwan membuktikan bahwa otak manusia dipengaruhi oleh informasi yang dikatakan dan didengar. Penemuan paling penting adalah ditemukannya sudut tertentu dalam otak di bagian depan yang bertanggung jawab atas kebohongan. Dan karena itulah, suara Al-Quran akan memberi dampak paling kuat di daerah ini. Sebab firman Allah merupakan senjata terbaik untuk mengatasi kebohongan. Wilayah ini juga bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan@

Sumber :
Al-Quran The Healing Book”..Ir Abdu Daeem al-Kaheel

Comments