Membentengi Rumah dari Syetan

Syaikh Muhammad Ash-Shayim berkata : "Apabila rumah dihuni oleh orang-orang sholeh yang selalu ingat kepada Allah, maka rumah seperti itu suka ditempati dan disinggahi oleh para malaikat yang mendatangkan keteduhan, sedangkan rumah yang dihuni oleh orang-orang yang lengah dan lalai pada perintah Allah, maka rumah seperti itu akan menjadi kandang syetan dan pangkal keburukan".

Cara membentengi rumah dalam syariat ada tiga cara, yaitu :

1. Membaca nama Allah ketika memasuki rumah dan ketika akan makan
Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits dari Jabir, "Apabila seseorang dari kamu memasuki rumahnya, lalu ia membaca nama Allah (berdoa) ketika masuk dan ketika akan makan, maka syetan akan berkata kepada kaumnya, : Kamu tidak akan memiliki tempat untuk bermalam dan makan malam di sini".  Dan apabila ia membaca nama Allah ketika akan makan, maka syetan akan berkata kepada kaumnya, "Kamu mendapatkan makan malam, namun tidak akan mempunyai tempat untuk bermalam di sini." Dan apabila tidak membaca nama Allah ketika memasuki rumah, maka syetan akan berkata kepada kaumnya : "Kamu mendapatkan tempat untuk bermalam dan makan malam di sini." (HR Muslim)

2. Membebaskan rumah dari anjing, patung dan barang2 sesembahan
Abu Hurairah berkata bahwa Nabi bersabda, "Malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat  padanya anjing dan patung-patung". (HR Bukhari)

3. Membaca Al-Qur'an
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda :"Janganlah kamu jadikan rumah sebagai kuburan-kuburan, karena rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah padanya, maka ia tidak akan dimasuki oleh syetan." (HR Muslim)

Hendaklah rumah-rumah kita baik yang masih baru atau sudah lama jangan sampai terhalang dari keberkahan Al-Qur'an, maka mari kita baca Al-Qur'an setiap hari di dalamnya.

Membentengi Diri dari Syetan
Untuk melindungi diri dari syetan, seorang muslim dapat melakukan beberapa amalan berikut secara kontinyu :

a. Selalu menjaga diri agar tetap dalam keadaan suci (berwudhu)
b. Melaksanakan shalat pada waktunya secara berjamaah
c. Banyak membaca dzikir khususnya istighfar
d. Rajin bersedekah dan bersegera dalam kebaikan
e. Tidur dalam keadaan berwudhu
f. Membaca dzikir pagi dan sore
g. Berusaha untuk selalu khusyu' dalam shalat, tilawah al-Qur'an dan dzikir
h. Melindungi diri dengan bacaan-bacaan ruqyah
i. Sabar tidak mudah emosi dan cepat bisa menguasai diri ketika emosi
j. Menjadikan diri sebagai orang yang pemaaf dan bersifat qona'ah

Mudah-mudahan bila kita mampu melaksanakan semuanya dengan baik, insya Allah akan mendapat predikat sebagai hamba-hamba Allah yang dekat dan selalu ingat dengan-Nya..

Wallahu'alam
Ust. Achmad Junaedi Lc


Comments