thumbnail

Penyembuhan Melalui Tilawah Al-Quran

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-23


Sejumlah ilmuwan di Universitas Rochester mengakui pengobatan kemotrerapi untuk melawan penyakit kanker lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. Para peneliti itu menemukan akan terjadi kerusakan terhadap otak akibat kemoterapi jangka panjang. Dari sanalah, para ilmuwan mengerti bagaimana efek bahaya kemoterapi dan kini mereka mencari pengobatan alternative yang sesuai dan lebih aman.

Kepala tim medis, dokter Mark Noble mengatakan, ternyata kemoterapi kanker membunuh sejumlah sel sehat (70-100%) lebih banyak daripada yang dilakukan oleh sel-sel kanker (40-80%). Maka, untuk mencari solusi lain yang lebih aman dan berguna, terapi suara merupakan alternative yang ideal. Sebagian besar peneliti di Barat percaya dampak menakjubkan dari suara, namun belum menemukan frekuensi suara yang benar dan mampu menyembuhkan penyakit ini. Namun demikian, kita umat Islam adalah pemiliki kitab suci yang luar biasa, Al-Quran al-Karim, dan kita memiliki kata kunci yang menyembuhkan itu,yaitu Firman Allah subhanahu wa ta’ala.

Tilawah Al-Quran adalah seperangkat frekuensi yang sampai ke telinga dan dikirim ke sel-sel otak, lalu mempengaruhi sel melalui medan listrik yang melahirkan sel-sel. Sel-sel dan medan listrik itu saling merespon hingga mengubah getaran sel menjadi stabil. Perubahan getaran inilah yang telah kami rasakan dan kami pahami setelah berbagai eksperimen berulangkali.

System yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada sel-sel otak adalah system atau tatanan alam, yang seimbang. Inilah yang Allah sampaikan kepada
kita :

 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama  yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS Ar Ruum : 30)

Ada pula studi medis yang menunjukkan bahwa manusia setelah lahir diprogram otaknya untuk hal-hal yang baik, seperti kejujuran, kebajikan dan tidak membuat kesalahan. Para ilmuwan telah melakuka tes pada orang-orang yang membuat kesalahan dan mereka menemukan bahwa di daerah tertentu dalam otak mereka terdapat aktivitas dan jumlah darah yang lebih besar. Berbeda dengan manusia yang melakukan pekerjaan dengan benar, mereka umumnya tak memerlukan kekuatan untuk mengingat. Artinya, kesalahan dengan berbagai bentuknya membutuhkan energi yang lebih besar dari otak, dan inilah alasan mengapa mainstream ilmuwan mengatakan bahwa sistem otak adalah kecenderungan untuk tidak membuat kesalahan. Otak telah deprogram secara fitrah yang lurus, sesuai fitrah yang ditetapkan oleh Allah atasnya.

Para ilmuwan membuktikan bahwa otak manusia dipengaruhi oleh informasi yang dikatakan dan didengar. Penemuan paling penting adalah ditemukannya sudut tertentu dalam otak di bagian depan yang bertanggung jawab atas kebohongan. Dan karena itulah, suara Al-Quran akan memberi dampak paling kuat di daerah ini. Sebab firman Allah merupakan senjata terbaik untuk mengatasi kebohongan. Wilayah ini juga bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan@

Sumber :
Al-Quran The Healing Book”..Ir Abdu Daeem al-Kaheel
October 23, 2018
thumbnail

Ramalan Perbintangan

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-21



Ilmu perbintangan atau astrologi marak sekali kita saksikan dan mudah kita akses di berbagai media. Baik media cetak maupun elektronik. Untuk melihat hokum ramalan perbintangan (nujum), syari’at Islam dengan detail telah membahasnya.
Ilmu perbintangan terbagi menjadi uda bagian. Pertama, Ta’tsir yaitu pengaruh keberadaan bintang-bintang terhadap nasib seseorang. Kedua, Tasyir yaitu peredaran bintang-bintang di langit.

Ilmu Ta’tsir sendiri ada tiga macam
Pertama, meyakini bahwa bintang-bintang itu sangat berpengaruh secara langsung atas timbulnya kejadian-kejadian dan musibah-musibah yang ada. Ini merupakan syirik besar karena menduakan Allah SWT sebagai sang Kholiq.
Kedua, menjadikan bintang-bintang sebagai sarana untuk menyelami hal-hal yang ghoib dengan cara mengamati pergerakannya, perpindahan dan perubahan posisi bintang-bintang tertentu yang diyakini akan menimbulkan peristiwa ini dan itu. Hal ini adalah kekufuran yang menyebabakan pelakunya keluar dari Islam. Karena dia mengklaim hal yang ghoib yang sebenarnya hanya hak otoritas Allah semata.
Ketiga, meyakini bahwa keberadaan bintang-bintang bisa mendatangkan keberuntungan dan kesialan. Ini merupakan syirik kecil, karena dia menjadikan sesuatu sebagai penyebab. Padahal Allah tidak menyatakannya sebagai suatu penyebab akan datangnya keberuntungan ataupun kesialan.

Adapun ilmu Tasyir itu ada dua macam
Pertama, memanfaatkan peredaran bintang-bintang untuk kepentingan keagamaan seperti menentukan arah kiblat atau waktu shalat. Ini adalah suatu yang sangat dinajurkan dan dibutuhkan.
Kedua, memanfaatkan peredaran bintang-bintang untuk kepentingan duniawai, seperti mengetahui arah mata angina tau mengtahui pergantian musim. Ini adalah sesuatu yang ditolerir dan diperbolehkan. Walaupun sebagaian ulama salaf tidak menyukainya. (Al-Qoulul Mufid, 2/102-104).
Dan sebenarnya, dalam kajian Islam fungsi dari keberadaan bintang-bintang di langit dan tujuan penciptaannya adalah: Pertama, sebagai hiasan langit (Ash-Shafat: 6 dan Fushilat: 12). Kedua, sebagai penerang dan petunjuk jalan atau arah. (An-Nahl: 16 dan Al-An’am: 97). Ketiga, sebagai pelempar syetan (Ash-Shafat: 8-10 dan Al-Mulk: 5). Dan bukan untuk ramal-meramal nasib.


Sumber : Majalah Ghoib Edisi 12/2
October 21, 2018
thumbnail

Semakin Tidak Menarik

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-18


Hai awan, aku tidak peduli di kota mana akan kau turunkan hujan. Karena kekayaan negeri yang kau hujani itu pasti akan sampai ke sini”.

Itu kalimat kebesaran. Setiap awan melintas, gumpalan-gumpalannya mulai terlihat menyiratkan hujan. Harun ar-Rasyid, salah satu khalifah pada masa daulah Bani Abbasiyyah sering mengatakan hal itu sambil menengadahkan kepalanya ke langit.

Kalimat itu benar-benar hadir dari sebuah karya besar. Ketika pemerintahan muslim ketika itu sangat kaya. Bukan hanya negaranya yang kaya, tetapi rakyatnya juga menikmati kekayaan itu. Kota-kota dibangun, jalan-jalan diperbagus, pasar-pasar berkembang pesat, pusat-pusat ilmu dibangun dengan megahnya.

Subsidi negara menjangkau semua keperluan utama masyarakat Harga barang yang terjangkau, kesehatan gratis yang tidak perlu iklan jualan politik, pajak yang membebani masyarakat kecil dihilangkan bukan justru dibebani utang negara, pendidikn hingga ke strata paling tinggi gratis, perpustakaan dan Iembaga ilmu dibiayai total oleh negara untuk melakukan penerjemahan dan penelitian.

Subsidi itu dinikmati oleh siapa saja. Si miskin, si kaya, muslim, non muslim. Siapa saja yang menjadi penduduk negeri itu berhak menikmati subsidi negara yang diberikan. Dan memang subsidi adalah tugas negara untuk rakyatnya semua.

Kekayaan negara benar-benar digunakan untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat. Ini bukan hanya slogan kaku pasal tertulis tetapi dikhianati.

lni masih ditambah dengan dibukanya pintu aduan langsung ke khalifah yang ditindaklanjuti langsung  dan bukan hanya aduan verbal atau sms tanpa solusi. Seperti saat seorang bapak tua yang ikut antri ingin membuat aduan tentang kekurangan dirinya. Dia pulang dengan membawa 5000 dirham, angka yang lumayan untuk masa itu.

Persis seperti yang disampaikan oleh Syabib bin Syaibah: “Aku lihat orang yang masuk dengan penuh harap  dan keluar dengan penuh ridha”.

Benar, Khalifah ar-Rasyid sendiri mempunyai istana megah dengan segala fasilitas yang dipunyainya. Tidak ada masalah, ketika rakyatnya sudah kenyang, sakit mereka bisa diobati, pendidikan mereka bisa tuntas, usaha mereka bisa berjalan secara merata dari petaninya hingga pengusahanya. Tidak ada politik belah bambu.

Sehingga praktis tidak dijumpai gonjang ganjing negeri yang berarti dan tidak bisa dipadamkan atau berkepanjangan. Karena masing-masing merasa sangat nyaman dengan pemimpin dan negerinya, sehingga mereka merasa memiliki dan mempertahankan agar tidak hilang kesejahteraan itu.

Bercermin dengan itu, ribut-ribut subsidi untuk rakyat kecil efek dari kenaikan BBM kemudian keributan sosial menjadi tontonan masal. Harga-harga semakin tidak terbeli. Mahasiswa keluar dari kelas dan belajar di jalanan. Situasi buruk itu dimanfaatkan oleh sebagian politisi untuk mengangkat dirinya buat pemilu mendatang. Para wakil rakyat tak bergigi.

Sementara para pejabat negeri masih menikmati gaji bulanan berpuluh juta rupiah bahkan lebih. Pesta seremoni besar 100 tahun kebangkitan menghabiskan dana yang tidak kecil. Dan masyarakat kecil semakin tidak bisa mendapatkan selembar puluhan ribu rupiah, bahkan-sudah ada yang putus asa dan bunuh diri.

Pemimpin yang hanya rebutan kursi. Masyarakat yang mudah panik dan putus asa. Benarlah bahwa pemimpin hadir dari potret masyarakatnya.  Ah, semakin tidak menarik saja negeri ini.

Ust Budi Ashari Lc
October 18, 2018
thumbnail

Lempeng Emas ‘Penolak’ Pernikahan Ghaib

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-16



Seorang Bapak yang menggeluti dunia usaha jual-beli computer, di penghujung bulan Juni 2005, datang menantarkan istri tercintanya ke kantor Majalah Ghoib untuk menjalani terapi ruqyah yang kedua kalinya. Kedatangannya kali ini, disertai dengan menyerahkan sebuah bungkusan, yang syarat dengan jimat-jimat yang telah didapatkannya dari seseorang yang mengaku “Kiai”, selama proses penyembuhan istrinya yang sudah sekian lama dihantui ketakutan yang luar biasa. Kepada Majalah Ghoib, Bapak yang sangat mencintai istrinya ini, menceritakan kisahnya dalam mencari kesembuhan.
Alhamdulilah di tahun 2005 ini, saya dapat menunaikan ibadah haji bersama istri saya. Sebelum berangkat, istri saya sering merasa sakit. Seperti ada yang mencekik lehernya, dan dadanya sering sesak. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, kami mendatangi beberapa orang dokter. Namun, menurut hasil analisa dokter tidak ada gejala apa-apa yang terjadi pada diri istri saya.
Kami pun berangkat haji dengan tenang. Saat menunaikan ibadah haji dengan penuh khusyu’, penyakit istri saya hilang dan tidak dirasakan gangguan seperti pada saat di rumah. Namu, begitu sampai di Jakarta, gangguan yang selama ini menghantui istri saya datang lagi,  bahkan lebih dahsyat. Melihat gejala tersebut, kami memutuskan untuk mencari orang yang dapat menyembuhkannya. Dalam kondisi bingung, kami mendatangi seseorang yang sering disebut “Kiai” di daerah Tangerang atas saran seorang saudara dekat. Menurut Kiai tersebut, istri saya diganggu oleh seseorang yang suka kepadanya sejak lama.
Memang, semenjak sering datang gangguan kepada istri saya, sebagai suami, saya merasakan ada gelagat yang tidak biasanya dari tingkah laku istri saya sehari-hari. Sepertinya ia sangat jauh dari saya, jauh dari anak-anak, dan selalu kepengin berpergian kemana-mana. Dari cara berpakaiannya pun agak berbeda. Informasi yang lebih menyesakkan dada saya, menurut Kiai itu, orang tersebut telah melaksanakan aqad nikah dengan istri saya melalui alam ghaib. Sekarang, ia menuntut kepada istri saya, agar mau dijadikan istrinya, karena menurutnya, mereka telah menikah secara syah. Tuntutan tersebut dijalankannya lewat berbagai macam gangguan yang menyiksa.
Berkali-kali saya mendatangi Kia tersebut. Pada pertemuan ketiga, Kia tersebut mendeteksi menggunakan media telur di dada istri saya. Dari dalam telur keluar semacam ekor kuda berbentuk serabut. Katanya, kalau bentuknya sudah seperti ini, berarti istri saya ingin dibunuh, karena sudah tidak bisa dijadikan istrinya. Dari semua ranngkaian peristiwa itu, Kiai itu juga memberikan sebuah jimat untuk kami. Katanya, jimat ini terbuat dari emas murni. Jimat ini juga disinyalir dapat membentengi rumah dari serangan santet dan teluh. Namun, bukannya ketenangan dan kesembuhan, malah mimpi yang lebih aneh-aneh yang dialami istri saya ini, setelah menyimpan jimat yang telah diberikan sang Kiai.
Suatu saat, saudara saya yang anaknya sudah 15 kali diruqyah, datang ke rumah kami. Ia menyuruh saya datang ke kantor Majalah Ghoib untukl menjalani terapi ruqyah. Setelah diruqyah yang pertama kali, istri saya benyak sekali kemajuannya, bahkan perasaan dicekiknya berangsur hilang dan kami merasakan ketenangan lahir bathin. Semoga saja istri saya sembuh total, sehingga kami mendapatkan ketentraman kembali dalam kehidupan rumah tangga. (tuturnya dengan mata berkaca-kaca).
Bentuk Jimat
Jimat ini berbentuk empat persegi panjang, berukuran 8 x 11 cm. terbuat dari seng berwarna silver dengan sisi depan dan belakang. Jimat ini bertuliskan rajah-rajah yang mencampur-adukkan antara bacaan al-Qur’an dengan mantra yang tidak jelas maksudnya. Pada sisi depan jimat ini bertuliskan dua kalimat syahadat, diselingi huruf-huruf hijaiyyah sperti huruf ha’, sin, lam dan ra’ yang ditulis secara terputus dan bergantian. Pada bagian tengah terdapat kalimat bismillahi mu’afii (dengan nama Allah, yang memberikan kesehatan) yang ditulismelingkar, ditambah dengan tulisan suratv al-Hasyr ayat 23-24. Pada keempat sisi tulisan melingkar ini terdapat 4 buah lingkaran kecil yang tidak bisa difahami apa isi tulisannya. Pada bagian bawahnya, bertuliskan Allah tiga buah denga diselingi hiasan seperti bintang kecil. Sementara pada bagian sisi belakang, terdapat penggalan-penggalan huruf Arab yang ditulis terpisah-pisah sehingga tidak jelas apa tulisannya. Tiga buah segitiga, bertuliskan nama-nama Allah bercampur huruf-huruf seperti angka Sembilan terbalik, juga terpampang pada bagian tengah jimat ini, sehingga semakin sulit dimengerti apa makna dari tulisan-tulisan ini.
‘Kesaktian Jimat’
Jimat ini diyakini bisa membentengi rumah rumah dari gangguan santet jika dipasang di depan rumah. Bisa juga menangkal gangguan jin yang akan menikahi seseorang secara ghaib. Mahar yang dibayarkan untuk mendapatkan jimat ini senilai Rp. 600.000,-
Bongkar Jimat
Wajar saja kalau istri bapak ini mengalami gangguan yang lebih dahsyat setelah memiliki jimat lantaran orang yang dipanggil “Kiai” telah memberikan jimat yang bertuliskan campuran antara ayat-ayat al-Qur’an dengan mantra yang tidak jelas maksudnya. Ayat-ayat suci al-Qur’an yang seharusnya diamalkan dan dibaca untuk dzikir pagi dan sore, malah ditulis pada sebuah benda yang menurutnya dari emas.
Adapun tulisan-tulisan yang tertera pada kedua sisi jimat ini tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Karena Allah SWT. tidak menjadikan benda bertuliskan ayat sebagai sarana untuk menolak kejahatan semacam santet atau teluh dari orang lain. Pada hakikatnya, yang dapat menjauhkan kita dari segala bentuk ujian, adalah doa-doa serta ibadah yang ikhlas kepada Allah Yang Maha Pemberi Perlindungan. Syetan dan dukun selamanya telah berkolaborasi untuk menyesatkan dan menyelewengkan aqidah menusia dari cahaya Allah. Jimat dan ritual pernikahan ghaib yang menyesatkan seperti dalam kasus ini, merupakan simbol-simbol kesesatan syetan.
Dalam menganggapi ujia yang diberikan kepada orang mukmin, Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang Mukmin itu dikeraskan (cobaan) terhadap mereka, karena sesungguhnya tidaklah mara-bahaya berupa ditusuk duri akan menimpa seorang Mukmin, atau yang lebih berat dari itu, dan tidak pula sakit, melainkan Allah SWT. mengangkatnya dengan satu derajat, dan menurunkan (mencoret) daripadanya satu kesalahan.” (HR. Ibnu Sa’ad, Hakim dan Baihaqi).
Penyakit (musibah) merupakan ujian dari Allah untuk menghapus kesalahan, atau menjadi teguran atas penyimpangan yang selama ini dilakukkan hamba-Nya baik secara sengaja maupun tidak. Semoga, keluarga ini dapat meraih kebahagiaan dengan hilangnya penyakit dan gangguan yang selama ini menghilangkan keceriaan mereka.

Sumber : Majalah Ghoib
October 16, 2018