thumbnail

Penyembuhan Melalui Tilawah Al-Quran

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-23



  Sejumlah ilmuwan di Universitas Rochester mengakui pengobatan kemotrerapi untuk melawan penyakit kanker lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. Para peneliti itu menemukan akan terjadi kerusakan terhadap otak akibat kemoterapi jangka panjang. Dari sanalah, para ilmuwan mengerti bagaimana efek bahaya kemoterapi dan kini mereka mencari pengobatan alternative yang sesuai dan lebih aman.

  Kepala tim medis, dokter Mark Noble mengatakan, ternyata kemoterapi kanker membunuh sejumlah sel sehat (70-100%) lebih banyak daripada yang dilakukan oleh sel-sel kanker (40-80%). Maka, untuk mencari solusi lain yang lebih aman dan berguna, terapi suara merupakan alternative yang ideal. 

  Sebagian besar peneliti di Barat percaya dampak menakjubkan dari suara, namun belum menemukan frekuensi suara yang benar dan mampu menyembuhkan penyakit ini. Namun demikian, kita umat Islam adalah pemiliki kitab suci yang luar biasa, Al-Quran al-Karim, dan kita memiliki kata kunci yang menyembuhkan itu,yaitu Firman Allah subhanahu wa ta’ala.

  Tilawah Al-Quran adalah seperangkat frekuensi yang sampai ke telinga dan dikirim ke sel-sel otak, lalu mempengaruhi sel melalui medan listrik yang melahirkan sel-sel. Sel-sel dan medan listrik itu saling merespon hingga mengubah getaran sel menjadi stabil. Perubahan getaran inilah yang telah kami rasakan dan kami pahami setelah berbagai eksperimen berulangkali.

  System yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada sel-sel otak adalah system atau tatanan alam, yang seimbang. Inilah yang Allah sampaikan kepada kita :

 “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama  yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS Ar Ruum : 30)

  Ada pula studi medis yang menunjukkan bahwa manusia setelah lahir diprogram otaknya untuk hal-hal yang baik, seperti kejujuran, kebajikan dan tidak membuat kesalahan. Para ilmuwan telah melakuka tes pada orang-orang yang membuat kesalahan dan mereka menemukan bahwa di daerah tertentu dalam otak mereka terdapat aktivitas dan jumlah darah yang lebih besar. 

  Berbeda dengan manusia yang melakukan pekerjaan dengan benar, mereka umumnya tak memerlukan kekuatan untuk mengingat. Artinya, kesalahan dengan berbagai bentuknya membutuhkan energi yang lebih besar dari otak, dan inilah alasan mengapa mainstream ilmuwan mengatakan bahwa sistem otak adalah kecenderungan untuk tidak membuat kesalahan. Otak telah diprogram secara fitrah yang lurus, sesuai fitrah yang ditetapkan oleh Allah atasnya.

  Para ilmuwan membuktikan bahwa otak manusia dipengaruhi oleh informasi yang dikatakan dan didengar. Penemuan paling penting adalah ditemukannya sudut tertentu dalam otak di bagian depan yang bertanggung jawab atas kebohongan. Dan karena itulah, suara Al-Quran akan memberi dampak paling kuat di daerah ini. Sebab firman Allah merupakan senjata terbaik untuk mengatasi kebohongan. Wilayah ini juga bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan.

Sumber :

“Al-Quran The Healing Book” Karya Ir Abdu Daeem al-Kaheel


RRIAds - Bidara Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


October 23, 2018
thumbnail

Semakin Tidak Menarik

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-18



 “Hai awan, aku tidak peduli di kota mana akan kau turunkan hujan. Karena kekayaan negeri yang kau hujani itu pasti akan sampai ke sini”.

 Itu kalimat kebesaran. Setiap awan melintas, gumpalan-gumpalannya mulai terlihat menyiratkan hujan. Harun ar-Rasyid, salah satu Khalifah pada masa Daulah Bani Abbasiyyah sering mengatakan hal itu sambil menengadahkan kepalanya ke langit.

  Kalimat itu benar-benar hadir dari sebuah karya besar. Ketika pemerintahan Muslim ketika itu sangat kaya. Bukan hanya negaranya yang kaya, tetapi rakyatnya juga menikmati kekayaan itu. Kota-kota dibangun, jalan-jalan diperbagus, pasar-pasar berkembang pesat, pusat-pusat ilmu dibangun dengan megahnya.

  Subsidi negara menjangkau semua keperluan utama masyarakat Harga barang yang terjangkau, kesehatan gratis yang tidak perlu iklan jualan politik, pajak yang membebani masyarakat kecil dihilangkan bukan justru dibebani utang negara, pendidikn hingga ke strata paling tinggi gratis, perpustakaan dan Lembaga ilmu dibiayai total oleh negara untuk melakukan penerjemahan dan penelitian.

  Subsidi itu dinikmati oleh siapa saja. Si miskin, si kaya, Muslim, non muslim. Siapa saja yang menjadi penduduk negeri itu berhak menikmati subsidi negara yang diberikan. Dan memang subsidi adalah tugas negara untuk rakyatnya semua.

 Kekayaan negara benar-benar digunakan untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat. Ini bukan hanya slogan kaku pasal tertulis tetapi dikhianati.

 Ini masih ditambah dengan dibukanya pintu aduan langsung ke Khalifah yang ditindaklanjuti langsung  dan bukan hanya aduan verbal atau sms tanpa solusi. Seperti saat seorang bapak tua yang ikut antri ingin membuat aduan tentang kekurangan dirinya. Dia pulang dengan membawa 5000 dirham, angka yang lumayan untuk masa itu.

 Persis seperti yang disampaikan oleh Syabib bin Syaibah: “Aku lihat orang yang masuk dengan penuh harap  dan keluar dengan penuh ridha”.

 Benar, Khalifah Ar-Rasyid sendiri mempunyai istana megah dengan segala fasilitas yang dipunyainya. Tidak ada masalah, ketika rakyatnya sudah kenyang, sakit mereka bisa diobati, pendidikan mereka bisa tuntas, usaha mereka bisa berjalan secara merata dari petaninya hingga pengusahanya. Tidak ada politik belah bambu.

 Sehingga praktis tidak dijumpai gonjang ganjing negeri yang berarti dan tidak bisa dipadamkan atau berkepanjangan. Karena masing-masing merasa sangat nyaman dengan pemimpin dan negerinya, sehingga mereka merasa memiliki dan mempertahankan agar tidak hilang kesejahteraan itu.

 Bercermin dengan itu, ribut-ribut subsidi untuk rakyat kecil efek dari kenaikan BBM kemudian keributan sosial menjadi tontonan masal. Harga-harga semakin tidak terbeli. Mahasiswa keluar dari kelas dan belajar di jalanan. Situasi buruk itu dimanfaatkan oleh sebagian politisi untuk mengangkat dirinya buat pemilu mendatang. Para wakil rakyat tak bergigi.

 Sementara para pejabat negeri masih menikmati gaji bulanan berpuluh juta rupiah bahkan lebih. Pesta seremoni besar 100 tahun kebangkitan menghabiskan dana yang tidak kecil. Dan masyarakat kecil semakin tidak bisa mendapatkan selembar puluhan ribu rupiah, bahkan-sudah ada yang putus asa dan bunuh diri.

 Pemimpin yang hanya rebutan kursi. Masyarakat yang mudah panik dan putus asa. Benarlah bahwa pemimpin hadir dari potret masyarakatnya.  Ah, semakin tidak menarik saja negeri ini.

Ustadz Budi Ashari Lc


RRIAds - Shampo Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


October 18, 2018
thumbnail

Lempeng Emas ‘Penolak’ Pernikahan Ghaib

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-16



  Seorang Bapak yang menggeluti dunia usaha jual-beli computer, di penghujung bulan Juni 2005, datang mengantarkan istri tercintanya ke kantor Majalah Ghoib untuk menjalani terapi ruqyah yang kedua kalinya. 

 Kedatangannya kali ini, disertai dengan menyerahkan sebuah bungkusan, yang sarat dengan jimat-jimat yang telah didapatkannya dari seseorang yang mengaku “Kiai”, selama proses penyembuhan istrinya yang sudah sekian lama dihantui ketakutan yang luar biasa.

  Kepada Majalah Ghoib, Bapak yang sangat mencintai istrinya ini, menceritakan kisahnya dalam mencari kesembuhan.

  Alhamdulilah di tahun 2005 ini, saya dapat menunaikan ibadah haji bersama istri saya. Sebelum berangkat, istri saya sering merasa sakit. Seperti ada yang mencekik lehernya, dan dadanya sering sesak. 

  Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, kami mendatangi beberapa orang dokter. Namun, menurut hasil analisa dokter tidak ada gejala apa-apa yang terjadi pada diri istri saya.

  Kami pun berangkat haji dengan tenang. Saat menunaikan ibadah haji dengan penuh khusyu’, penyakit istri saya hilang dan tidak dirasakan gangguan seperti pada saat di rumah. 

 Namun, begitu sampai di Jakarta, gangguan yang selama ini menghantui istri saya datang lagi,  bahkan lebih dahsyat. Melihat gejala tersebut, kami memutuskan untuk mencari orang yang dapat menyembuhkannya. 

  Dalam kondisi bingung, kami mendatangi seseorang yang sering disebut “Kiai” di daerah Tangerang atas saran seorang saudara dekat. Menurut Kiai tersebut, istri saya diganggu oleh seseorang yang suka kepadanya sejak lama.

 Memang, semenjak sering datang gangguan kepada istri saya, sebagai suami, saya merasakan ada gelagat yang tidak biasanya dari tingkah laku istri saya sehari-hari. Sepertinya ia sangat jauh dari saya, jauh dari anak-anak, dan selalu kepengin berpergian kemana-mana. 

  Dari cara berpakaiannya pun agak berbeda. Informasi yang lebih menyesakkan dada saya, menurut Kiai itu, orang tersebut telah melaksanakan aqad nikah dengan istri saya melalui alam ghaib. Sekarang, ia menuntut kepada istri saya, agar mau dijadikan istrinya, karena menurutnya, mereka telah menikah secara syah. Tuntutan tersebut dijalankannya lewat berbagai macam gangguan yang menyiksa.

 Berkali-kali saya mendatangi Kiai tersebut. Pada pertemuan ketiga, Kia tersebut mendeteksi menggunakan media telur di dada istri saya. Dari dalam telur keluar semacam ekor kuda berbentuk serabut. 

  Katanya, kalau bentuknya sudah seperti ini, berarti istri saya ingin dibunuh, karena sudah tidak bisa dijadikan istrinya. Dari semua rangkaian peristiwa itu, Kiai itu juga memberikan sebuah jimat untuk kami. 

  Katanya, jimat ini terbuat dari emas murni. Jimat ini juga disinyalir dapat membentengi rumah dari serangan santet dan teluh. Namun, bukannya ketenangan dan kesembuhan, malah mimpi yang lebih aneh-aneh yang dialami istri saya ini, setelah menyimpan jimat yang telah diberikan sang Kiai.

 Suatu saat, saudara saya yang anaknya sudah 15 kali diruqyah, datang ke rumah kami. Ia menyuruh saya datang ke kantor Majalah Ghoib untukl menjalani terapi ruqyah. Setelah diruqyah yang pertama kali, istri saya banyak sekali kemajuannya, bahkan perasaan dicekiknya berangsur hilang dan kami merasakan ketenangan lahir bathin. 

  Semoga saja istri saya sembuh total, sehingga kami mendapatkan ketentraman kembali dalam kehidupan rumah tangga. (tuturnya dengan mata berkaca-kaca).


Bentuk Jimat


  Jimat ini berbentuk empat persegi panjang, berukuran 8 x 11 cm. terbuat dari seng berwarna silver dengan sisi depan dan belakang. Jimat ini bertuliskan rajah-rajah yang mencampur-adukkan antara bacaan al-Qur’an dengan mantra yang tidak jelas maksudnya. 

  Pada sisi depan jimat ini bertuliskan dua kalimat syahadat, diselingi huruf-huruf hijaiyyah sperti huruf ha’, sin, lam dan ra’ yang ditulis secara terputus dan bergantian. 

  Pada bagian tengah terdapat kalimat bismillahi mu’afii (dengan nama Allah, yang memberikan kesehatan) yang ditulis melingkar, ditambah dengan tulisan surat al-Hasyr ayat 23-24. 

  Pada keempat sisi tulisan melingkar ini terdapat 4 buah lingkaran kecil yang tidak bisa difahami apa isi tulisannya. Pada bagian bawahnya, bertuliskan Allah tiga buah denga diselingi hiasan seperti bintang kecil. 

  Sementara pada bagian sisi belakang, terdapat penggalan-penggalan huruf Arab yang ditulis terpisah-pisah sehingga tidak jelas apa tulisannya.

   Tiga buah segitiga, bertuliskan nama-nama Allah bercampur huruf-huruf seperti angka Sembilan terbalik, juga terpampang pada bagian tengah jimat ini, sehingga semakin sulit dimengerti apa makna dari tulisan-tulisan ini.


‘Kesaktian Jimat’


  Jimat ini diyakini bisa membentengi rumah rumah dari gangguan santet jika dipasang di depan rumah. Bisa juga menangkal gangguan jin yang akan menikahi seseorang secara ghaib. Mahar yang dibayarkan untuk mendapatkan jimat ini senilai Rp. 600.000,-


Bongkar Jimat


  Wajar saja kalau istri bapak ini mengalami gangguan yang lebih dahsyat setelah memiliki jimat lantaran orang yang dipanggil “Kiai” telah memberikan jimat yang bertuliskan campuran antara ayat-ayat al-Qur’an dengan mantra yang tidak jelas maksudnya. 

  Ayat-ayat suci al-Qur’an yang seharusnya diamalkan dan dibaca untuk dzikir pagi dan sore, malah ditulis pada sebuah benda yang menurutnya dari emas.

  Adapun tulisan-tulisan yang tertera pada kedua sisi jimat ini tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menjadikan benda bertuliskan ayat sebagai sarana untuk menolak kejahatan semacam santet atau teluh dari orang lain. 

  Pada hakikatnya, yang dapat menjauhkan kita dari segala bentuk ujian, adalah doa-doa serta ibadah yang ikhlas kepada Allah Yang Maha Pemberi Perlindungan. 

  Syetan dan dukun selamanya telah berkolaborasi untuk menyesatkan dan menyelewengkan aqidah menusia dari cahaya Allah. Jimat dan ritual pernikahan ghaib yang menyesatkan seperti dalam kasus ini, merupakan simbol-simbol kesesatan syetan.

  Dalam menganggapi ujian yang diberikan kepada orang Mukmin, Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang Mukmin itu dikeraskan (cobaan) terhadap mereka, karena sesungguhnya tidaklah mara-bahaya berupa ditusuk duri akan menimpa seorang Mukmin, atau yang lebih berat dari itu, dan tidak pula sakit, melainkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengangkatnya dengan satu derajat, dan menurunkan (mencoret) daripadanya satu kesalahan.” (HR. Ibnu Sa’ad, Hakim dan Baihaqi).

  Penyakit (musibah) merupakan ujian dari Allah untuk menghapus kesalahan, atau menjadi teguran atas penyimpangan yang selama ini dilakukkan hamba-Nya baik secara sengaja maupun tidak. Semoga, keluarga ini dapat meraih kebahagiaan dengan hilangnya penyakit dan gangguan yang selama ini menghilangkan keceriaan mereka.

Sumber : Majalah Ghoib

Punya jimat yang ingin dimusnahkan? Silahkan datang bawa jimat antum, Insya Allah akan kami bantu. Caranya bisa dilihat DISINI
October 16, 2018
thumbnail

Membentengi Rumah dari Syetan

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-09

Syaikh Muhammad Ash-Shayim berkata : "Apabila rumah dihuni oleh orang-orang sholeh yang selalu ingat kepada Allah, maka rumah seperti itu suka ditempati dan disinggahi oleh para malaikat yang mendatangkan keteduhan, sedangkan rumah yang dihuni oleh orang-orang yang lengah dan lalai pada perintah Allah, maka rumah seperti itu akan menjadi kandang syetan dan pangkal keburukan".

Cara membentengi rumah dalam syariat ada tiga cara, yaitu :

1. Membaca nama Allah ketika memasuki rumah dan ketika akan makan

  Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam telah bersabda dalam sebuah hadits dari Jabir, "Apabila seseorang dari kamu memasuki rumahnya, lalu ia membaca nama Allah (berdoa) ketika masuk dan ketika akan makan, maka syetan akan berkata kepada kaumnya, : Kamu tidak akan memiliki tempat untuk bermalam dan makan malam di sini".  

  Dan apabila ia membaca nama Allah ketika akan makan, maka syetan akan berkata kepada kaumnya, "Kamu mendapatkan makan malam, namun tidak akan mempunyai tempat untuk bermalam di sini." 

  Dan apabila tidak membaca nama Allah ketika memasuki rumah, maka syetan akan berkata kepada kaumnya : "Kamu mendapatkan tempat untuk bermalam dan makan malam di sini." (HR Muslim)

2. Membebaskan rumah dari anjing, patung dan barang-barang sesembahan

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi bersabda, "Malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat  padanya anjing dan patung-patung". (HR Bukhari)

3. Membaca Al-Qur'an

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda :"Janganlah kamu jadikan rumah sebagai kuburan-kuburan, karena rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah padanya, maka ia tidak akan dimasuki oleh syetan." (HR Muslim)

Hendaklah rumah-rumah kita baik yang masih baru atau sudah lama jangan sampai terhalang dari keberkahan Al-Qur'an, maka mari kita baca Al-Qur'an setiap hari di dalamnya.

Membentengi Diri dari Syetan

Untuk melindungi diri dari syetan, seorang Muslim dapat melakukan beberapa amalan berikut secara kontinyu :

a. Selalu menjaga diri agar tetap dalam keadaan suci (berwudhu)
b. Melaksanakan shalat pada waktunya secara berjamaah
c. Banyak membaca dzikir khususnya istighfar
d. Rajin bersedekah dan bersegera dalam kebaikan
e. Tidur dalam keadaan berwudhu
f. Membaca dzikir pagi dan sore
g. Berusaha untuk selalu khusyu' dalam shalat, tilawah al-Qur'an dan dzikir
h. Melindungi diri dengan bacaan-bacaan ruqyah
i. Sabar tidak mudah emosi dan cepat bisa menguasai diri ketika emosi
j. Menjadikan diri sebagai orang yang pemaaf dan bersifat qona'ah

Mudah-mudahan bila kita mampu melaksanakan semuanya dengan baik, insya Allah akan mendapat predikat sebagai hamba-hamba Allah yang dekat dan selalu ingat dengan-Nya..

Wallahu'alam

Ust. Achmad Junaedi Lc


October 09, 2018
thumbnail

Jam Keberuntungan Peninggalan Zaman Revolusi

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-07


  Hidup ini adalah perjuangan. Perjuangan dalam hal apa saja. Perjuangan membutuhkan persiapan fisik, mental, harta benda, dan nyali untuk menyabung nyawa jika diperlukan. 

  Sudah sewajarnya jika bekal tersebut dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Sebab perjuangan tidak hanya membutuhkan persiapan ala kadarnya. Tapi ia membutuhkan ketahanan yang luar biasa besar.

  Pun perjuangan ketika mengusir penjajah dari Bumi Nusantara ini. Perjuangan yang telah banyak menghabiskan banyak harta, mencabut banyak nyawa, dan menguji ketahanan bangsa lndonesia. 

  Namun, terkadang pemahaman tentang persiapan itu disusupi pula dengan anggapan-anggapan mistis tentang kekuatan supranatural yang biasanya dalam bentuk jimat-iimat atau amalan-amalan tertentu. 

  Yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menambah kekuatan atau mendatangkan keberuntungan dan menolak kesialan.

  Ketika mereka meninggalkan dunia, mereka ingin menjadikan jimat-jimat tersebut sebagai barang yang layak diwariskan kepada anak cucu. Inilah yang akan dikisahkan oleh Ibu Ida (bukan nama sebenarnya) tentang peninggalan nenek moyangnya yang berupa jimat.

  “Jam ini merupakan peninggalan nenek moyang kami yang mereka pakai pada masa perang kemerdekaan dulu,” jelas lbu lda mengawali ceritanya. Memang, sejak kecil ia telah diperkenalkan oleh orangtuanya dengan benda-benda pusaka itu. 

  Menurut orangtuanya, benda-benda itu mempunyai khasiat atau bertuah dan telah banyak membantu para pejuang dalam menghadapi para penjajah. lda kecil hanya mengangguk saja walaupun ia tidak mengerti. “Saya mah, iya-iya saja. Percaya nggak percaya sih,” jelasnya.

  Roda kehidupan terus berputas. Ida kecil pun tumbuh dewasa seiring berjalannya sang waktu. Susah, senang, sedih-gembira silih berganti. Selama itu pula Ibu Ida tidak pernah mengindahkan benda-benda pusaka peninggalan nenek moyangnya. 

  Hingga perjalanan hidup menghantarkannya pada penghujung tahun 2004. Saat itu Ibu Ida merasakan hidupnya selalu terasa sial. Usaha sang suami selalu merugi, beberapa kali kecelakaan menimpa keluarganya, dan usaha kredit baju yang selama ini dijalaninya tidak lagi mendatangkan keuntungan. Belum lagi hutang kepada tetangga yang belum juga terbayarkan.

  Bingung dan putus asa. Itulah yang ia rasakan . Merasa tertekan dengan cobaan-cobaan, lbu Ida tergiur dengan ajakan temannya untuk datang ke orang pintar. Ia berharap permasalahannya bisa terselesaikan dengan cara itu. 

  Lazimnya sebuah praktik perdukunan, lbu lda pun diminta untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan. Saat itu sang dukun meminta seekor kambing hitam. Satu setengah juta harga kambing itu.

  Dalam prosesi pengusiran ‘roh jahat’ dari rumah lbu Ida, dukun tersebut dibantu oleh dua orang. Mereka sempat jatuh pingsan saat mencoba mengusir roh jahat itu.

  Entahlah, itu trik mereka atau memang demikian adanya, lbu lda tidak mengerti. “Setelah mereka sadar, mereka makan dan menghabiskan enam piring nasi serta minum sebelas gelas,” kenang lbu lda.

  Selanjutnya, tibalah saatnya ritual pemotongan kambing. “Awalnya, kambing itu tidak mempan dipotong,” terang lbu lda keheranan. Setelah dukun itu menghentakkan kakinya sebanyak tiga kali, barulah kambing itu bisa dipotong. “Kambing tadi dibawa jin,” kata ibu Ida menirukan ucapan sang dukun.

  Namun musibah demi musibah tetap saja sering ia alami. Ibu Ida kecewa dengan sang dukun. Akhirnya, ia pun ingat dengan benda pusaka peninggalan nenek moyang. 

  Ia teringat akan cerita orangtuanya tentang khasiatnya. Benda pusaka itu dibawanya kemana pun ia pergi. Karena ia mulai meyakini bahwa benda tersebut memang bertuah.

  Sejak itulah, Ibu Ida meraskan banyak keanehan pada dirinya. “Saya jadi malas beribadah. Kepala saya sering terasa sakit, emosi saya tak terkendali,” jelasnya. Cukup lama ia tersiksa dengan keadaan itu. Hingga datanglah hidayah. Memang hidayah tidak datang dengan mudah, tetapi jika Allah menghendaki maka hal itu menjadi mudah saja.

  Suatu hari tetangganya meminjamkan Majalah Ghoib kepadanya. Dari sinilah kesadaran itu bermula. Ia baru menyadari apa yang ia lakukan selama ini adalah salah. 

  Dan karena terdorong untuk membersihkan diri dan bertobat, serta untuk menyembuhkan gangguan yang dialaminya ia pun memutuskan untuk mengikuti terapi ruqyah. Dengan senang hati ia pun menyerahkan benda pusaka yang selama ini ‘menyertainya’ untuk dimusnahkan oleh tim ruqyah. Ibu Ida ingin membersihkan diri dari kesyirikan. Dan memulai hidup lebih baik.

Bentuk Jimat

  Jimat itu berbentuk sebuah jam tangan berbentuk kerang, berwarna perak mengkilat yang diikat oleh seutas rantai dengan warna yang sama. Pada sisi luar bagian atas tutupnya terukir seorang tentara dengan dua ekor anjingnya. 

  Sementara tutup bagian bawahnya berukir gambar bunga mawar yang dikelilingi hiasan batik. Sementara pada penunjuk waktu terdapat tiga jarum dan angka-angka yang cukup besar berwarna hitam.

‘Kesaktian Jimat’

  Jimat ini diyakini membawa keberuntungan. Jimat ini harus dibawa kemana pun sang pemiliknya pergi. Karena bentuknya jam yang bertali, maka jimat ini bisa dikantongi atau pun dikalungkan di leher.

Bongkar Jimat

  Seperti telah diuraikan di atas, hidup ini adalah perjuangan yang membutuhkan banyak bekal persiapan. Tetapi, sebanyak dan seberat apapun bekal dan persiapan itu, jangan sampai kita terjebak pada hal-hal yang diyakini membawa keberuntungan dan membantu dalam menyukseskan perjuangan. 

  Jimat, contohnya. Banyak kalangan meyakini bahwa jimat (benda pusaka) bertuah dan membawa keberuntungan serta mampu menghindarkan diri dari kesialan. Seperti yang semula diyakini oleh Ibu Ida.

 Keyakinan semacam ini jelas salah. Barang siapa yang memilikinya, lalu meyakininya, maka ia telah berbuat kesyirikan. Sebuah dosa yang besar. Pangkal dari segala dosa. Dosa yang membawa pelakunya dilaknat oleh Allah dan diancam dengan siksa yang pedih.

  Dosa yang menyebabkan amalan ibadah lainnya menjadi sia-sia. Karena keyakinannya terhadap eksistensi Allah diragukan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala diduakan, disekutukan dengan selain-Nya. Maka sudah sepantasnya jika Allah melaknat orang musyrik.

  Kita juga patut bersyukur karena saudara kita, Ibu Ida segera sadar akan kesalahanya. Ibarat orang yang bepergian di tengah sahara, ia telah menemukan kembali bekal dan kendaraanya yang dirasanya telah ia sia-siakan. 

  Bekal dan kendaraan itu adalah keimanan yang murni bahwa hanya Allah saja yang mampu mendatangkan manfaat dan madharat. Sebagai buah dari kembalinya keimanan yang murni tersebut, hidupnya kembali lebih tenang, lebih sabar dalam mengahdapi cobaan dan ujian dari Allah.

  Kita semua berharap dan berdo’a semoga keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah tidak ternodai sedikitpun dengan dosa-dosa syirik. Dan bagi kita yang pernah melakukannya, maka apa yang dilakukan Ibu Ida dengan membuang benda pusaka dan bertobat kepada Allah, patut dicontoh. Dan semoga Allah memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua dalam mengarungi perjuangan hidup ini. Amin.

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 71/4
October 07, 2018
thumbnail

Album Pernikahan Pecah, Suami Mau Nikah Lagi?

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-04

Katanya, bila album foto sepasang pengantin jatuh dan pecah, maka hal itu dianggap sebagai sinyal perpecahan rumah tangga.

  Foto kenangan itu, kata mereka yang percaya, menjadi sinyal buat sang istri untuk lebih waspada dengan ulah suaminya. 

  Lantaran album pecah itu dipercaya sebagai pembawa wangsit bahwa sang suami telah menjalin cinta dengan wanita lain. la tak lama lagi akan menikahi wanita kedua.

  Mitos yang tersebar di sebagian masyarakat ini layak membuat hati sang istri ketar-ketir. Tujuan berfoto itu kan untuk dijadikan kenangan. Hitung-hitung pelipur lara bila suatu saat bahtera rumah tangganya mulai digoncang ombak. 

  Album kenangan itu diharapkan menjadi perekat bila biduknya sudah mulai retak. Tapi ketika album itu mulai dipasang di dinding atau ditaruh di atas meja, sang istri harus berusaha agar album itu tidak jatuh.

  Nah, bila kemudian jatuh tanpa sengaja dan pecah, maka menurut bisik-bisik orang yang percaya pada mitos katanya, hal itu merupakan alamat bahwa sang suami sudah tertambat dengan wanita lain.

  Terlebih bila antara suami dan istri itu terpisah jauh, Sang istri di rumah A, sementara sang suami mengais rizki ke kota B. Bisa dibayangkan betapa gelisahnya sang istri.

  Urusan bisa gawat. Sang istri yang sudah termakan dengan isu ini pun kebingungan. Album foto pernikahan yang masih tersisa diikat dengan lakban. Agar tidak berantakan saat terjatuh. 

  Sementara orangtuanya yang memang dikesankan tidak senang dengan menantunya pun memanas-manasi anaknya. “Tuh, suamimu mau nikah lagi ...” Seperti yang ditayangkan sebuah stasiun TV swasta.

  Sesungguhnya tidak ada kaitan antara album foto yang jatuh kemudian pecah dengan keinginan suami untuk menikah lagi. Bagaikan barat dan timur. Selamanya tidak akan bertemu. Kalaupun toh mau dipaksakan maka itu hanyalah faktor kebetulan belaka.

  Sebenarnya tidak salah wanita cemburu dengan suaminya. Terlebih bila mereka terpisah jauh. Justru suatu kesalahan besar bila sifat ini hilang dari seorang wanita. Ia adem ayem saja bila melihat suaminya berhubungan dengan wanita lain. Bekerja sampai larut malam atau bahkan suami tidak pulang dengan alasan yang tidak jelas.

  Masalahnya, dudukkanlah sifat cemburu yang merupakan tabiat setiap wanita itu pada tempatnya. Jangan terburu marah dan sewot bila hanya melihat album foto yang jatuh. Terlebih bila kemudian patah arang dan marah kepada orang yang tidak bersalah.

  Karena itu tiada kata lain, waspadalah terhadap debu katanya. Jangan biarkan mengotori akidah kita.

Ustadz Muswadi Ahmad Lc

RRIAds - Madu Ruqyah Manis (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 

October 04, 2018
thumbnail

Jin Bisa Menampakkan Diri

Posted by rumah ruqyah on 2018-10-01



Jin adalah mahkhluk Allah yang diciptakan dari api dan keberadaanya tidak terlihat oleh mata manusia, makanya ia dinamakan jin. Asal bahasa kata jin berarti sesuatu yang tersembunyi atau tertutup

Oleh sebab itu Allah Berfirman, “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang karnu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27). 

Namun Allah memberinya kemampuan sehingga ia bisa menampakkan diri dan menyerupai sesuatu yang akhirnya bisa dilihat manusia. Ia bisa menyerupai rupa manusia atau hewan. 

Hanya saja ia tidak bisa menyerupai rupa Nabi Muhammad. Rasulullah Bersabda, “.. .. Syetan tidak akan bisa menyerupaiku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  Al-Qur'an telah mengabadikan penampakan jin ketika Perang Badar akan berkecamuk dalam surat Al-Anfal ayat 48. lbnu Abbas berkata, “lblis telah menyerupai manusia sebagai sosok Suraqah bin Malik, pemuka Bani Mudlij.

 la datang ke tengah barisan tentara orang-orang Musyrikin. Ia berkata kepada orang-orang Musyrikin: ‘Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya adalah pelindung kalian. 

  Ketika manusia telah berkumpul, Rasulullah mengambil segenggam debu, lalu beliau lemparkan ke arah orang-orang Musyrikin, mereka pun lari tunggang langgang. 

  Lalu Jibril menemui lblis. Waktu itu lblis sedang memegangi tangan salah seorang Musyrik. Begitu melihat kedatangan Jibril, ia langsung melepaskan tangan orang Musyrik tersebut dan kabur mengambil langkah seribu. 

  Orang Musyrik itu pun langsung meneriakinya: Wahai Suraqah, kamu tadi mengklaim diri sebagai pelindung kami? 

  Iblis menjawab: “Sesungguhnya saya melihat apa yang kalian tidak bisa melihatnya, sesungguhnya saya takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” Itulah reaksi lblis saat melihat para malaikat.” (Tafsir lbnu Katsir: 2/317).

  Makanya Syaikhul lslam lbnu Taimiyyah berkata, “Dan jin bisa menyerupai rupa manusia dan hewan. Mereka menyerupai ular dan kalajengking atau yang lainnya. Dan bisa juga menyerupai onta, sapi, kambing, kuda dan keledai serta menyerupai burung dan manusia.” (Risalatul Jin: 32).

Proses Jin Menampakkan diri

  Tidak semua jin bisa merubah dirinya dari bentuknya semula ke bentuk yang lain lalu menampakkan diri ke manusia. Ada proses yang harus mereka lalui dan ada aktifitas yang harus mereka lakukan. Para ulama’ berbeda pendapat dalam mengemukakan proses perubahan diri jin agar bisa menampakkan diri kepada manusia.

1. Melalui Bacaan atau Ritual

  Al-Qadhi Abu Ya'la berkata, “Pada hakikatnya Syetan tidak punya kemampuan untuk bisa merubah diri dari bentuk aslinya dan merubah rupa, hanya saja Allah mengajari mereka suatu kalimat (bacaan) atau gerakan apabila mereka melakukan hal itu, maka jin tersebut bisa merubah dirinya dari bentuknya semula. 

  Sehingga penampakan diri ini bisa terjadi ketika mereka mengucapkan kalimat atau melakukan aktifitas tersebut, lalu Allah merubah bentuk mereka. Karena suatu yang mustahil bila Syetan merubah dirinya sendiri ke bentuk yang lain, karena ia harus melebur bentuknya semula lalu merubah diri ke bentuk yang lain. Bila itu yang terjadi, maka ia akan mati dengan sendirinya." (Akamul Marjan: l9).

2. Melalui Ilmu Sihir

  Sementara itu ada ulama lain yang menyatakan bahwa jin bisa berubah dari bentuknya semula ke bentuk yang lain karena menggunakan ilmu sihir. 

 Pendapat ini berdasarkan riwayat yang berasal dari lbnu Abi Syaibah, “Ada orang yang bertanya kepada Umar tentang jin yang menampakkan diri, Umar berkata: Sesungguhnya seseorang tidak akan bisa merubah bentuk asli sebagaimana Allah menciptakannya ke bentuk yang lain.

  Kalaupun terjadi (perubahan bentuk) itu berarti sihir. Jin mempunyai tukang-tukang sihir sebagaimana kalian (manusia). Apabila kalian melihat penampakan (jin), maka kumandangkanlah adzan.” (lbnu Hajar berkata: sanad riwayat ini shahih).

  Dan Syekh Wahid Abdus Salam Bali (Penulis buku Wiqoyatul lnsan minal Jinni was Syaithon) condong ke pendapat yang kedua ini, karena pendapat pertama masih membutuhkan dalil. 

  la juga berkata bahwa ada riwayat serupa dengan yang disampaikan oleh lbnu Abi Syaibah, yaitu riwayat yang berasal dari lbnu Abid Dunya dan sanadnya hasan. (Wiqayatul lnsan minal Jinni was Syaithon: 28).

  Dengan cara apa pun jin menampakkan diri, melaui bacaan dan gerakan atau dengan bantuan ilmu sihir, pada hakikatnya mereka tidak bisa melakukan perubahan bentuk dan penampakan tanpa izin Allah

 Bacaan dan gerakan mereka adalah merupakan upaya, dan hasilnya bergantung kepada kehendak Allah. Begitu juga ilmu sihir, ilmu itu tidak akan berpengaruh atau berhasil jika tanpa izin dari Allah. 

  Allah telah berfirman, “... Dan mereka itu (tukang sihir) tidak memberi madharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah ...” (QS. Al-Baqarah: 102).

  Yang jelas, penampakan jin itu bukanlah takhayyul atau mengada-ada, karena kebenaran kejadiannya telah tercatat dalam al-Qur'an (surat Al-Anfal: 48) dan juga tercatat dalam hadits shahih dariAisyah, ia berkata, “Ketika Rasulullah shalat, datanglah syetan kepadanya. Lalu Rasulullah menangkapnya, membantingnya dan mencekiknya. Rasulullah bersabda, “Sampai aku rasakan lidahnya yang dingin di tanganku,” (HR. Nasa’i).

 Memang jin bisa menampakkan diri.

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 41/2


RRIAds - Zaitun Oil Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


October 01, 2018