Tangisan Syetan



MENANGIS dan tertawa itu hal yang biasa dalam hidup ini. Dunia tanpa tangisan terasa hambar. Dunia tanpa tawa juga terasa kaku. Tapi menjadi berbeda bagi manusia bila yang menangis dan tertawa itu adalah syetan. Musuh manusia.

Syetan tertawa karena senang melihat orang yang menguap tanpa menutup mulutnya.

Sebaliknya syetan menangis, karena melihat anak cucu Adam patuh dan taat pada perintah Allah.
Taat untuk bersujud tatkala membaca ayat sajdah di dalam Al-Quran. Seperti surat Ar-Ra’du ayat 15, yang artinya : ” Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari” .

Syetan menangis, karena teringat masa lalunya yang suram. Masa kelabu yang membawanya kepada kehancuran sepanjang masa, kelak di akhirat. Tatkala Allah memerintahkannya untuk bersujud kepada nabi Adam.  Kala itu, Iblis tidak mau mematuhi perintah Allah. Hanya karena ia merasa bahan penciptaannya lebih baik dari bahan penciptaan nabi Adam.

Padahal, bahan penciptaan tidak layak dijadikan sebagai alasan menolak perintah Allah. Akhirnya, Iblis pun menerima akibatnya. Diceburkan ke dalam neraka yang membara bersama pengikut-pengikutnya.

Sekarang, saat manusia mematuhi perintah Allah untuk bersujud tatkala membaca ayat-ayat sajdah, maka syetan hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Mengapa dulu tidak mematuhi perintah Allah. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Keputusan sudah ditetapkan dan palu sudah diketok. Pengadilan Allah telah menetapkan keputusan yang tidak bisa dirubah lagi.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “ Bila anak cucu nabi Adam membaca ayat sajdah kemudian mereka bersujud, maka syetan pun menangis. Ia (meratapi nasibnya) Aduuh..celaka.”(HR Muslim).

Dalam riwayat lain syetan berkata, “Celakalah aku. Anak cucu Adam disuruh sujud lalu mereka bersujud maka dia masuk surga. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud tapi aku tidak mau, maka bagiku neraka. “ (HR Muslim).

Biarkan syetan menangis. Karena tangisan syetan tanda kemenangan manusia. Buat mereka terus menangis, karena tangisan syetan isyarat ketundukan dan kepatuhan seorang hamba kepada perintah Tuhannya.

Rupanya untuk membuat syetan meneteskan air mata tidaklah sesulit yang dibayangkan. Sangat mudah. Tinggal membuka Al-Quran dan membaca ayat sajdah lalu bersujud.

Syetan menangis, meski kita tidak mendengar tangisannya. Yakinlah bahwa tangisan itu memang nyata. Sebagaimana diberitakan Rasulullah@

Sumber : Majalah Ghoib, edisi 51-Okt-2005

Comments