Perempuan Rawan Diganggu Jin



Sita (31 tahun) bukan nama sebenarnya, seorang guru sekolah swasta di Jakarta, ia pernah datang ke Majalah Ghoib dan mengeluh bahwa umurnya sekarang sudah kepala tiga, tapi belum nikah juga la merasa ada sesuatu yang bercokol dalam dirinya. Terkadang juga sesuatu itu berjalan-jalan menelusuri tubuhnya, aneh. Memang ada beberapa laki-laki yang pernah datang ke orangtuanya untuk meminangnya, tapi selalu menemui jalan buntu. Ada saja masalah yang menggagalkan proses pernikahannya.

Ketika ia diterapi ruqyah, keluarlah suara laki-laki dari mulutnya. Suara jin itu mengatakan bahwa ia sudah lama berada dalam tubuh Sita, ia suka Sita dan tidak rela kalau Sita dinikahi oleh orang lain. Setelah menjalani terapi ruqyah beberapa kali, gangguan yang dirasakannya hilang dengan izin Allah. Dia sempat bercerita seputar masa lalunya, yaitu saat masih belajar di SMA. Dia pernah dimandikan kembang oleh seorang nenek dekat rumahnya, agar tidak ada seorang pun berani menjahilinya. la diberi ‘penjagaan ghaib’, katanya.

lndah (25 tahun) nama panggilannya, seorang mahasiswi yang tinggal di Bogor, Jawa Barat. la tadinya adalah perempuan yang rajin beribadah, shalat lima waktu setiap hari tidak pernah dilalaikan. Hanya saja beberapa bulan yang lalu ia merasakan ada yang aneh dalam dirinya. Setiap hendak  melaksanakan shalat, ia merasa berat dan rnalas. Kalau pun rasa malas itu berhasil ia tanggulangi, muncul gangguan lain yang membuat shalatnya tidak khusyu’. Saat takbiratul ihram dimulai, ia merasa dadanya sesak sehingga membuatnya susah bernafas. Ketika dilakukan terapi ruqyah oleh tim rugyah Majalah Ghoib, ia mengamuk dan mengomel-ngomel omongannya ngacau. Dan setelah tersadar, ia bercerita bahwa di saat ia masih di bangku SD, ia sering diberi minuman oleh ayahnya. Katanya minuman itu bertuah. la disuruh minum oleh ayahnya agar ia menjadi perempuan penurut dan tidak badung.

NE (36 tahun) inisialnya, seorang perempuan karir yang tinggal di Bekasi Jawa Barat. Ia datang ke Majalah Ghoib untuk berkonsultasi tentang penyakit yang sudah 15 tahun lamanya ia derita. Entah sudah berapa dokter yang ia kunjungi, tapi hasilnya masih nihil. Dan beberapa praktik pengobatan alternatif juga pernah didatanginya, tapi belum ada perubahan. Ada juga dokter yang mengatakan bahwa ia terserang migrain, tapi setelah menjalani terapi sang dokter tersebut, sakitnya tak kunjung sirna. Anehnya, ketika ia pergi ke rumah sakit lain dan melakukan general chekh up, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kesehatannya normal dan tidak ditemukan indikasi adanya suatu penyakit. Yang lebih membingungkannya lagi, badannya selalu terasa panas setiap hari. Biasanya hawa panas itu ia rasakan mulai Pukul 16.00 sampai datangnya shalat Maghrib. Setelah itu ia merasakan suhu tubuhnya normal kembali.

Cerita-cerita di atas hanya sebagian kecil dari cerita-cerita aneh tapi nyata, yang sempat disampaikan oleh para pasien perempuan sebelum menjalani terapi ruqyah dikantor Majalah Ghoib. Sudah ribuan orang yang telah menjalani terapi ruqyah di Majalah Ghoib sejak praktik terapi ruqyah dibuka pada akhir tahun 2002. Dan sekitar 70 persen dari mereka adalah kaum perempuan. Semula jadwal terapi untuk memisahkan antara pria dan perempuan diatur dengan hari yang berbeda. Hari Senin, Rabu, Jum'at dan Ahad untuk pasien perempuan. Sedangkan hari Selasa, Kamis dan Sabtu untuk pasien pria. Tapi sekarang porsi jadwal untuk pasien perempuan diperbanyak lagi, karena para pendaftar adalah kebanyakan kaum hawa.

Fenomena dominasi perempuan yang terkena gangguan syetan ternyata tidak hanya di kantor Majalah Ghoib, tapi juga ada di beberapa cabang kantor ruqyah yang telah dibuka oleh Majalah Ghoib dengan manajemen oleh Jakarta Ruqyah Center (JRC) di beberapa daerah. Yaitu di Padang Sumatera Barat dan di Bogor Jawa Barat. Semenjak di buka sampai sekarang, jumlah pasien banyak didominasi oleh kaum perempuan daripada laki-laki. Begitu juga bila tim ruqyah mengadakan ruqyah massal di beberapa masjid, mailis ta’lim dan kantor di kawasan nusantara ini. Kebanyakan yang hadir dan minta diterapi ruqyah adalah kaum hawa.

Dari data di ruqyah Majalah Ghoib, memang perempuan lebih banyak terkena gangguan syetan dibanding laki-laki. Walau hal ini tidak mesti diterjemahkan secara negatif.

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 46/3

Comments