thumbnail

Kalung ‘Sakti’ Penebar Aroma Cinta

Posted by rumah ruqyah on 2018-09-27


Seorang mahasiswa tingkat akhir, datang ke kantor Majalah Ghoib untuk menjalani terapi ruqyah, karena ia merasa sulit tidur. Bersamaan dengan itu, ia juga membawa beberapa buah jimat yang selama ini telah disimpannya, untuk diserahkan dan minta segera dimusnahkan. Melalui saluran telepon ia menceritakan proses mendapatkan jimat-jimat ini.

“Awalnya saat kelas 3 SMA, saya trauma dengan sering terjadinya tawuran sesama murid SMA. Setelah seorang teman menawari saya ikut suatu perguruan, saya akhirnya tertarik untuk belajar ilmu yang dapat menjauhkan diri saya dari marabahaya. 

Awalnya, kegiatan perguruan hanya membaca sholawat Nabi. Pada perkembangan selanjutnya, pada malam Jum’at Kliwon, kami pergi ke Bogor untuk mengaji. Aktifitas di sana tidak membaca Al-Qur’an, tapi hanya membaca dzikir dan membaca sholawat Ibnu Abbas. 

Pengajian itu dimulai selepas maghrib. Di tengah-tengah pengajian tersebut terdapat sebuah gentong yang berisi air dan kembang-kembang. Setelah pengajian selesai, air tersebut diperebutkan oleh anggota pengajian untuk diambil berkahnya. Lebih dari itu, setiap bulan, perguruan  ini mengeluarkan 13 lembar amalan untuk diamalkan secara mandiri. Yang dibaca setelah shalat wajib. Lembaran-lembara amalan tersebut hanya dihargai seribu rupiah per lembar.
Setelah berjalan satu tahun, pengajian yang sekaligus sebuah perguruan ini, mengeluarkan jimat-jimat untuk diperjual-belikan kepada anggotanya, dengan membayar mahar. Saya pun membeli beberapa jimat untuk pegangan, termasuk jimat kalung ini. Pada mulanya, saya tidak merasa ganjil dengan aktivitas perguruan ini, karena semua yang dibaca adalah shalawat. Namun, ketika ada kegiatan pengajian ulang tahun perguruan ini di daerah Puncak Bogor, sebagian anggota kelompok pengajian ini tidak melaksanakan shalat Isya’. Katanya, shalat kita sudah ditanggung oleh guru besar perguruan ini yang tingkatannya sudah selevel Nabi. Walaupun kita juga dilarang berbuat jahat oleh perguruan ini, tapi hati saya sudah semakin tidak bisa menerimanya.

Suatu ketika saya membaca Majalah Ghoib di sebuah toko buku. Dari situ saya semakin tahu, bahwa jimat yang selama ini saya simpang adalah barang terlaknat dan biang kemusyrikan. Pada saat mengikuti pengajian dulu, saya sering bergadang. Sehingga sekarang merasa sulit tidur. Saya akhirnya memutuskan untuk diterapi ruqyah dan menyerahkan jimat tersebut”.

Bentuk Jimat
Ada dua jimat yang diserahkan pemuda ini. Yang pertama, 4 lembar amalan yang di dalamnya terdapat tulisan Arab yang lebih banyak terdiri dari dua rangkai huruf hijaiyyah, seperti, lam dan ha, serta dho’ dan waw. Pada bagian tengahnya terdapt tulisan ayat yang terpotong-potong disertai dengan rangkaian angka-angka Arab yang tidak jelas maksudnya. Sementara di bagian pinggir, terdapt 12 kotak yang secara bergantian bertuliskan angka Arab tiga digit dan satu huruf hijaiyyah. Untuk menambah keyakinan, tulisan ini sudah rapi di laminating.

Yang kedua adalah sebuah kalung berbentuk segitiga berukuran 8x8 cm. pada ketiga sisi kalung tersebut, bertuliskan gabungan huruf lam dan ha. Pada bagian tengahnya, terdapat juga sebuah kotak kecil berukuran 4.5x3 cm. pada kotak ini, terdapat tulisan Allah dan Muhammad dalam segitiga yang lebih kecil ukurannya. Empat buah lingkaran kecil terdapat pada keempat sisi kotak ini. Tidak jelas benar, apa yang ditulis di situ. Sementara tulisan Ya Allah dan Ya Muhammad mengelilingi seluruh sisi pinggir kotak ini. Yang lebih aneh lagi, pada pinggir kotak ini terdapat tulisan Allah dan Muhammad yang dipisah setiap hurufnya.

‘Kesaktian’ Jimat
Jimat ini didapat dengan membayar mahar Rp. 113.000,-. Katanya, “kalung ini manfaatnya untuk kebalikannya. Orang yang jahat kepada kita akan jadi baik, orang yang akan menagih hutang tidak akan jadi, orang yang membenci kita akan berbalik menyayangi kita. Jimat ini juga dapat menimbulkan rasa mahabbah atau cinta orang yang melihat kita. Sehingga setelah memakai jimat ini, kita akan semakin bertambah pede (percaya diri) saat mengahadapi siapa pun”.

Bongkar Jimat
Rasa takut adalah fitnah asasi manusia. Takut terhadap marabahaya, takut akan kejahatan manusia, takut akan gangguan syetan dan makhluk jahat serta takut akan penyakit kronis yang menimpa orang-orang yang kita cintai. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika kita salah dalam mencari perlindungan dalam mengahadapi segala marabahaya yang akan menimpa kita itu.

Mencari perlindungan dengan mengikuti pengajian atau perguruan yang menggunakan media jimat adalah sebuah pilihan yang fatal. Karena jimat yang telah dikeluarkan oleh perguruan tersebut sebagai alat perlindungan merupakan benda yang tidak memiliki manfaat apapun, bahkan menyesatkan. Allah adalah sebaik-baik pelindung, karena Allah penguasa makhluk yang Nampak maupun yang tidak Nampak. “Hendaklah kamu berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl : 98).

Adapun tulisan-tulisan yang tertera pada kedua jimat tersebut tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Karena Allah tidak menjadikan benda semacam kalung baik yang bertuliskan huruf-huruf Arab atau huruf lain sebagai sarana untuk menolak marabahaya yang akan menimpa kita. Karena pada hakikatnya, yang telah mentaqdirkan adanya marabahaya adalah Allah. Oleh karena itu, segala perlindungan yang kita mohon harus kita tujukan kepada Allah semata. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an , “Allah Pelindung orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Sedangkan orang-orang kafir pelindungnya adalah syetan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan.” (QS. Al-Baqarah : 257).

Huruf-huruf yang tertulis dalam jimat ini, merupakan potret kemusyrikan dan kesesatan. Huruf-huruf yang terangkai dari 2 huruf, seperti lam dan ha, tidak jelas apa manfaatnya. Atau behakan itu merupakan huruf-huruf yang biasa digunakan dukun untuk mengundang jin agar membantu orang yang mengamalkan atua menyimpan jimat tersebut. Bahkan pemenggalan tulisan Allah dan Muhammad merupakan bukti dari pelecehan terhadap kebesaran Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Lebih dari itu, manusia yang mengaku selevel dengan Nabi Muhammad adalah sebuah pengakuan yang mungkar. Karena pada hakikatnya tidak ada menusia yang dapat menyamai kemuliaan Nabi Muhammad. Oleh karena itu, waspadalah terhadap segala jenis praktik perguruan yang menyesatkan dan menyimpang dari aturan syariat Islam serta contoh dari Rasulullah SAW.

Semoga Allah memberikan ketenangan serta limpahan ampunan kepada pemuda ini, yang telah melepaskan segala bentuk aktivitas kemusyrikan. Dengan menyerahkan segala bentuk jimat yang selama ini dianggapnya mempunyai manfaat dan kekuatan.

Sumber : Majalah Ghoib
September 27, 2018
thumbnail

Mimpi Jadi Pengantin, Tanda Kematian?

Posted by rumah ruqyah on 2018-09-25


Lagi-lagi mimpi. Lagi-lagi mimpi. Ya, mimpi selalu menjadi sumber mitos di tengah masyarakat. Kali ini, mimpi menjadi pengantin.
Eiit, jangan girang dulu. Mimpi menjadi pengantin belum tentu menyenangkan. Dalam kenyataan, semua orang merasa senang saat menjadi pengantin. Kalaupun ada yang tidak bahagia, itu hanya segelintir orang. Dan jumlahnya tidaklah banyak.

Itu dalam dunia nyata lho. Dalam dunia katanya, lain lagi urusannya. Bila ada yang bermimpi menjadi pengantin, justru harus was-was. Mengapa? Ya, karena kepercayaan di masyarakat itu membuat bulu kuduk merinding.
Bayangkan bila sang pengantin itu meninggal. Wah, takut toh. Begini ceritanya, bila Ratih memimpikan Warto sedang mengenakan pakaian pengantin dan bersanding dengan istrinya, maka diyakini tak berapa lama lagi Warto atau orang yang terbayang dalam mimpi itu akan meninggal.

Tentu Warto ketakutan mendenga cerita itu. Tak lama lagi di menjadi santapan cacing tanah. Walah, walahhh bisa pingsan dia.

Nah, konon, untuk menghalangi datangnya malaikat Izra’il itu, orang yang bermimpi harus melakukan sesuatu. Caranya mudah. Tidak perlu uang jutaan. Beberapa lembar ribuan juga sudah cukup. Tinggal membeli kembang setaman lalu ditabur di perempatan jalan. Beres. Warto tidak perlu cemas. Begitu mitos yang berkembang di sebagian masyarakat.

Sebuah kepercayaan yang tidak masuk di akal. Bagaimana mungkin malaikat Izra’il bisa dilawan hanya dengan kembang setaman. Emangnya malaikat takut sama bunga? Tidak ada yang ditakuti malaikat selain Allah. Jangankan kembang setaman, Iblis pun dilawan.

Pada sisi lain, setiap makhluk yang bernyawa itu telah ditentukan batas kematiannya. “Kullu nafsin dzaa’iqotul mauut” setiap yang bernyawa itu akan meninggal, firman Allah dalam tiga surat yang berbeda; Ali Imran: 185, al-Anbiya’: 35 dan al-Ankabut: 57.

Kematian yang telah ditentukan, tempat, hari, tanggal dan jamnya. Tidak akan bergeser dari ketentuan Allah walau satu detik. “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf: 34).

Waspadalah, waspadalah!! Jangan kotori akidah dengan debu-debu katanya.

Ust Muswadi Ahmad Lc
September 25, 2018
thumbnail

Kegagalan Makar Iblis di Suatu Muharram

Posted by rumah ruqyah on 2018-09-20


Ketika para tokoh Quraisy berkumpul di Darun Nadwah (gedung parlemen mereka), Iblis menyusup dan menjelma sebagai seorang tokoh besar dengan baju kebesarannya. Saat mereka melihatnya, merekapun bertanya; Siapakah Anda? la menjawab: Saya syekh (tokoh) dari kota Najed, saya mendengar kalian telah bersatu, karena itulah saya hadir ke sini agar kalian tidak kehilangan pendapat dan nasehat saya. Mereka antusias menyambutnya; “Ya, silahkan masuk.” lblispun masuk bersama mereka lalu berkata: “Perhitungkanlah keberadaan lelaki itu (Muhammad). Demi Allah, sepak terjangnya tak terbendung oleh kalian.”
Diantara mereka ada yang berpendapat: “Penjarakan dia (Muhammad) dengan mengikatnya, sampai datang petaka yang menimpanya atau sampai mati sebagaimana para penyair seperti Zuhair dan An-Nabighah.” lblis yang menjelma seorang tokoh kharismatik dari Najed berteriak; “Demi Allah, Tuhannya pasti mengeluarkannya dari penjara dan membawanya ke para shahabatnya. Mereka segera membela dan melindunginya, berarti pendapat ini sangat tidak tepat.”

Para pemimpin Quraisy menyahut; “Benar kata syekh ini. Carilah cara lain!” Lalu ada seseorang mengusulkan; “Kita keluarkan saja dia dari negeri ini atau kita buang. Kalau kita berhasil mengusirnya dari negeri ini, jangan pedulikan kemana dia pergi, dan dimana dia singgah. Sehingga kita bebas dari masalah ini, kemudian kita bisa konsolidasi ke dalam untuk persatuan kita seperti sediakala.”

lblis berkata; “Tidak! Demi Allah, tidaklah tepat pendapat kalian ini. Tidakkah kalian tahu ucapannya yang indah, tutur katanya yang manis, dan ia bisa menarik hati banyak orang dengan apa yang disampaikannya? Demi Allah, kalau kalian lakukan ini, kalian tidak akan aman saat ia menempati suatu daerah Arab dan menguasai mereka dengan ucapan dan tutur katanya, akhirnya merekapun mengikutinya. Kemudian ia mengajak mereka untuk menyerang kalian sampai kalian takluk, lalu merebut tampuk kepemimpinan dari tangan kalian, carilah usulan selain ini.”

Abu Jahal bin Hisyam berpendapat: “Demi Allah saya punya pendapat yang belum pernah terbesit di benak kalian, yaitu kita memilih dari setiap kabilah seorang pemuda yang kuat, bernasab mulia, sebagai eksekutornya. Masing-masing dari pemuda itu kita beri sebilah pedang sharim (pemenggal), kemudian mereka mengepung rumahnya dan membunuhnya, sehingga jika mereka berhasil membunuhnya, kita akan terbebas dari tuntutan. Karena darah tebusan pasti dibebankan ke seluruh kabilah, dan Bani Abdul Manaf tidak mungkin memerangi kaumnya semua. Mereka pasti akan menerima diyat (harta tebusan) dari kita.”

lblis yang menjelma syekh dari Najed berkata: “Pendapat laki-laki ini bagus sekali, inilah strategi yang jitu, saya kira tidak ada pendapat lain yang lebih bagus.” Mereka berpisah setelah bersepakat untuk membunuh Rasulullah ‘alaihis shalatu wassalam.

Jibril alahis salam mendatangi Rasulullah dan berkata: “Janganlah kamu tidur malam ini ditempat tidurmu!” Ketika pertengahan malam tiba, mereka telah berkumpul di depan pintu rumah Rasulullah, sambil mengintip kapan beliau tidur lalu mereka akan menyergapnya. Rasulullah mengetahui posisi mereka, sehingga memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di pembaringannya dengan berselimut jubah hijau dari Hadhramaut yang biasa dipakai tidur. “Sesungguhnya kamu tidak akan terkena suatu apapun yang tidak kamu senangi dari mereka,” tegas Rasulullah.

Abu Jahal bin Hisyam pada malam itu juga berada di tengah mereka, ia berkata: “Sesungguhnya Muhammad mengaku, jika kalian mengikutinya, kalian akan menjadi penguasa Arab dan non Arab, kemudian kalian akan dibangkitkan setelah mati nanti, dan mendapatkan surga seperti taman-taman di Yordania. Kalau kalian tidak mau mengikutinya, maka ia berhak menyembelih kalian, dan kalian akan dibangkitkan setelah mati, lalu kalian mendapatkan siksa api neraka dan dibakar didalamnya.”

Rasulullah keluar menghampiri mereka, beliau ambil segenggam tanah dengan tangan kanannya,  kemudian berkata: “Ya, saya memang mengatakan demikian. Dan kamulah salah satu di antara mereka (yang masuk neraka). Allah menutupi penglihatan mereka, sehingga tidak bisa melihat Rasulullah. Kemudian Rasulullah menaburkan tanah itu ke atas kepala mereka seraya membaca surat Yasin ayat l-9. Kemudian beliau pergi menuju tempat yang diinginkan.

Lalu mereka didatangi seseorang dan bertanya: “Siapa yang kalian tunggu disini?” Mereka menjawab: “Muhammad.” Ia berkata: “Allah telah membuat kalian merugi. Demi Allah, Muhammad telah keluar, dan berhasil menaburkan tanah di atas setiap kepala kalian.” Maka setiap orang meletakkan tangannya di atas kepala dan mendapati tanah di atasnya; Kemudian mereka mengintip ke dalam dan melihat Ali berselimutkan jubah Rasulullah. Mereka berkata: “Itu Muhammad sedang tertidur dalam jubahnya.” Merekapun terus menunggunya sampai pagi. Ali bin AbiThalib bangun dari tempat tidurnya. Mereka baru sadar dan berkata: “Benar apa yang dikatakan orang tadi.” (Sirah lbnu Hisyam: 2/94 – 97 dan Tafsir lbnu Katsir: 2/379)

Lihatlah gembong-gembong kafir Quraisy yang sudah kehabisan akal untuk membendung da’wah Rasululah. Berbagai macam cara telah digunakan, entah berapa intrik mereka yang telah gagal menghadang gerak laju da’wah lslam. Beragam bujukan dan tipu muslihat tidak membuat Rasulullah dan para sahabatnya takut. Akhirryra mereka berkolaborasi dengan nenek moyang jin dan raja syetan, yaitu lblis si makhluk terlaknat.

Agar suara lblis didengar, dia tampil layaknya orang besar kharismatik lengkap dengan atribut kebesarannya. Maka jangan tertipu dengan hanya melihat penampilan meyakinkan nama besar. Kalau ternyata dia adalah perpanjangan lidah Iblis.

Kisah di bulan Muharram menjelang hijrah itu, juga menggambarkan jelas kepada kita bahwa syetan manusia yang ketika itu diwakili oleh Abu Jahal sangat cerdas. Setelah lblis menolak semua ide, dia tidak memaksakan idenya. Karena ide syetan manusia tidak kalah dengan ide-idenya.

Tetapi, atas ijin Allah. Di hadapan peristiwa besar, hijrah, semua makar lblis dan agen-agennya gagal total. ltulah kekuaan Allah yang bisa kita raih dengan hijrah yang tulus. Selain hijrah tempat, ada hijrah hati. Di mana hijrah yang benar, kembali kepada Allah, akan memberikan kekuaan yang tidak mungkin ditembus oleh kekuaan lblis sebesar apa pun. Sungguh benar apa yang difirmankan Allah: “Sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah.” (An-Nisa: 76).



Sumber : Majalah Ghoib Edisi 13/2

September 20, 2018
thumbnail

Tangisan Syetan

Posted by rumah ruqyah on 2018-09-18



MENANGIS dan tertawa itu hal yang biasa dalam hidup ini. Dunia tanpa tangisan terasa hambar. Dunia tanpa tawa juga terasa kaku. Tapi menjadi berbeda bagi manusia bila yang menangis dan tertawa itu adalah syetan. Musuh manusia.

Syetan tertawa karena senang melihat orang yang menguap tanpa menutup mulutnya.

Sebaliknya syetan menangis, karena melihat anak cucu Adam patuh dan taat pada perintah Allah.
Taat untuk bersujud tatkala membaca ayat sajdah di dalam Al-Quran. Seperti surat Ar-Ra’du ayat 15, yang artinya : ” Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari” .

Syetan menangis, karena teringat masa lalunya yang suram. Masa kelabu yang membawanya kepada kehancuran sepanjang masa, kelak di akhirat. Tatkala Allah memerintahkannya untuk bersujud kepada nabi Adam.  Kala itu, Iblis tidak mau mematuhi perintah Allah. Hanya karena ia merasa bahan penciptaannya lebih baik dari bahan penciptaan nabi Adam.

Padahal, bahan penciptaan tidak layak dijadikan sebagai alasan menolak perintah Allah. Akhirnya, Iblis pun menerima akibatnya. Diceburkan ke dalam neraka yang membara bersama pengikut-pengikutnya.

Sekarang, saat manusia mematuhi perintah Allah untuk bersujud tatkala membaca ayat-ayat sajdah, maka syetan hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Mengapa dulu tidak mematuhi perintah Allah. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Keputusan sudah ditetapkan dan palu sudah diketok. Pengadilan Allah telah menetapkan keputusan yang tidak bisa dirubah lagi.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “ Bila anak cucu nabi Adam membaca ayat sajdah kemudian mereka bersujud, maka syetan pun menangis. Ia (meratapi nasibnya) Aduuh..celaka.”(HR Muslim).

Dalam riwayat lain syetan berkata, “Celakalah aku. Anak cucu Adam disuruh sujud lalu mereka bersujud maka dia masuk surga. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud tapi aku tidak mau, maka bagiku neraka. “ (HR Muslim).

Biarkan syetan menangis. Karena tangisan syetan tanda kemenangan manusia. Buat mereka terus menangis, karena tangisan syetan isyarat ketundukan dan kepatuhan seorang hamba kepada perintah Tuhannya.

Rupanya untuk membuat syetan meneteskan air mata tidaklah sesulit yang dibayangkan. Sangat mudah. Tinggal membuka Al-Quran dan membaca ayat sajdah lalu bersujud.

Syetan menangis, meski kita tidak mendengar tangisannya. Yakinlah bahwa tangisan itu memang nyata. Sebagaimana diberitakan Rasulullah@

Sumber : Majalah Ghoib, edisi 51-Okt-2005
September 18, 2018