Membentengi Keluarga Dari Teror Syetan



Teror yang harus kita waspadai adalah terror syetan. Teror yang berbahaya dan laten. Allah SWT. mengingatkan kita akan adanya terror abadi tersebut, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya menjadi penghuni neraka yang menyala-nya.” (QS. Fathir: 6).
Banyak rintangan yang akan menghalangi kita dalam membentuk keluarga muslim yang berbahagia dunia dan akhirat. Syetan sebagai musuh utama tidak akan diam dan berpangku tangan. Mereka tidak hanya mengincar Nabi Adam dan istrinya yang dianggap sebagai penyebab datangnya laknat Allah dan terusir Iblis (nenek moyang mereka) dari surga. Keluarga Nabi Adam dan anak cucunya serta keturunannya mereka jadikan sebagai musuh bersama. Simaklah nukilan Imam Ibnu Katsir di bawah ini, yang menggambarkan sengitnya permusuhan tersebut.

“Iblis la’natullahi ‘alaihi berkata, ‘Ya Allah, Engkau telah mengeluarkan aku dari surga demi Adam, sedangkan aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya jika tanpa kekuasaan-Mu.’ Allah berkata, ‘Kamu Kuberi wewenang.’ Iblis meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi.’ Allah berkata, ‘Tidaklah anak Adam terlahir, kecuali terlahir pula keturunanmu.’ Iblis meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi.’ Allah berkata, ‘Aku telah menjadikan dada sebagai poskomu dan keturunanmu, dan kalian bisa merasuki mereka melalui pembuluh darah’. Iblis berkata, ‘Ya Allah, tambah lagi.’ Allah berkata, ‘Kerahkanlah kepada mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak, dan berilah mereka janji. Dan tidak ada yang dijanjikan kepada mereka melainkan hanya tipuan belaka.’ (lihat QS. Al-isro’: 64).
“Lalu Nabi Adam ‘alaihissalam berkata, ‘Ya Allah, Engkau telah memberinya wewenang (untuk menggangguku), dan aku tidak akan bisa menghindar darinya jika tanpa-Mu.’ Allah berkata, ‘Tidaklah terlahir anak dan keturunanmu kecuali Aku telah memberikan kepadanya malaikat yang menjaganya dari yang jahat-jahat.’ Nabi Adam meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi. Allah berkata, ‘Setiap kebaikan yang kalian lakukan Aku lipatkan sepuluh kali, bahkan lebih. Sedangkan setiap keburukan kalian, Aku hitung semisalnya atau Aku akan mengampuninya’. Nabi Adam meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi’. Allah berkata, ‘Pintu taubat terbuka lebar bagi kalian, selama ruh kalian masih dikandung badan’. Nabi Adam meminta, ‘Ya Allah, tambah lagi’. Allah berkata, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ (Lihat QS. Az_Zumar: 53).” Kitab Tafsir Ibnu Katsir: 4/60-61.

Dari riwayat tersebut kita bisa memahami bahwa permusuhan Nabi Adam dan keturunannya dengan Iblis dan balatentaranya adalah keniscayaan yang tak terelakkan. Mereka telah diberi wewenang (kekuasaan) dan sarana oleh Allah untuk melakukan hal itu, tentu dengan batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah. Dan kita juga telah dipersenjatai oleh Allah untuk berlindung dari kejahatan mereka atau untuk melawan gangguan-gangguan yang dating dari mereka.

Benteng Pertahanan dari Serangan Syetan
Ada benteng-benteng pertahanan yang sangat kokoh bagi kita untuk berlindung dari kejahatan dan serangan syetan, apapun bentuk dan mecam kejahatan dan serangan tersebut, tidak ada benteng lain yang kekokohannya melebihi benteng-benteng ini. Karena benteng ini merupakan anugerah Allah dan diajarkan oleh Rasulullah. Jangan ragu lagi untuk menggunakannya. Barangsiapa ragu, berarti meragukan keuasaan dan kekuatan Allah. Dan barangsiapa meragukan kekuasaan-Nya, berarti telah menjadi pengikut musuh-Nya, Iblis dan balatentaranya.

Jangan silau dengan bujuk rayu dan bualan manis para dukun atau orang pintar. Mereka adalah agen-agen syetan di bumi ini. Jika mereka menawarkan benteng diri dari gangguan syetan yang berupa jimat, benda pusaka, benda keramat, isim, wifik, rajah, hizib dan yang sejenisnya. Karena syetan tidak akan takut pada benda-benda mati seperti itu. Justru benda-benda seperti itulah yang selama ini jadi sarana syetan untuk bersarang padanya, dan mejadi media syetan untuk menggelincirkan akidah Islam kita. Rasulullah mewariskan kepada kita ayat dan do’a sebagai sarana untuk memohon perlindungan kepada Allah dari serangan dan kejahtan syetan, bukan benda atau matera. Berikut ini benteng pertahanan yang kokoh untuk menangkal dan menghalau terror, serangan dan kejahatan syetan terkutuk dari diri kita dan keluarga tercinta.

1.    Ikhlas
Al-Qur’an memberitahukan, “Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka’.” (QS. Al-Hijr: 39-40)
Itulah pengakuan Iblis atau syetan sendiri yang diabadikan Allah dalm kitab-Nya. Pengakuan itu benar adanya karena bersumber dari kitab yang terbebas dari keraguan dan kesalahan, yaitu al-Qur’an. Oleh karena itu penting sifatnya untuk memahamkan makna ikhlas kepada keluarga, dan tanamkanlah nilai-nilai ikhlas itu dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Itulah benteng terkokoh.
2.    Iman yang lurus dan tawakkal
Allah SWT. menegaskan, “Sesungguhnya syetan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syetan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. An-Nahl : 99-100)
Rumah yang masih ditempeli jimat, rajah, isim atau benda yang dikeramatkan lainnya, berarti penghuninya telah membuka celah lebar bagi syetan untuk melakukan serangan kepada seisi rumah. Kalaupun mereka tidak diserang secara fisik, akidah mereka telah hancur karena meyakini benda-benda itu mampu jadi pelindung.
3.    Selalu waspada.
Allah SWT. mengingatkan, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Keluarga yang menyadari akan sengitnya permusuhan syetan, mereka akan selalu waspada. Mengenali tipu daya dan strategi syetan dalam menyesatkan manusia, serta menjadikannya sebagai musuh abadi. Apabila ada anggota keuarga yang lalai, maka harus segera diingatkan, agar tidak keterusan atau lalai berkepanjangan.
4.    Komitmen dengan ajaran Islam
Ibnu Mas’ud berkata, “Suatu hari Rasulullah menggaris lurus ditanah, lalu beliau membuat garis-garis lain di kanan dan kirinya. Lalu beliau bersabda, “Yang ini (garis lurus) adalah jalan Allah. Sedangkan yang lainnya (garis kanan kirinya) adalah jalan dimana syetan mengajak kalian kepadanya. Lalu beliau membaca ayat 153 dari surat al-An’am.” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim)

Setiap saat dan setiap waktu, kalau kita lengah maka syetan akan memanfaatkan kelengahan itu. Di saat ada anggota keluarga sakit yang tak kunjung sembuh, syetan membisikan agar si sakit diobatkan ke dukun. Saat anak membandel dan nakal,syetan membujuknya agar dtang ke orang pintar untuk menghilangkan kebengalannya, lain sebagainya. Kalau kita sudah berktyekad untuk menjadikan Islam sebagai agama, seharusnya kita menyelesaikan masalah keluarga dengan cara-cara yang dibenarkan Islam.
5.    Banyak berdzikir
Rasulullah SAW bersabda, “…Dan aku perintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah yang banyak. Perumpamaan orang yang berdzikir itu seperti orang yang dicari-cari dan dikejar-kejar oleh musuh. Lalu ia mendapatkan benteng kokoh yang bisa melindungi dirinya dari kejaran musuh tersebut. Begitulah seorang hamba, dia tidak selamat dari gangguan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih)

Dzikir kepada Allah SWt tidak hanya berupa ucapan atau bacaan, termasuk membaca isti’adzah. Dizkir juga bisa berupa perbuatan. Berpuasa termasuk dzikir, menuanaikan zakat termasuk dzikir,s erta pelaksanaan ibadah lainnya. Begitu juga mengendalikan hawa nafsu saat mau terjerumus dalam kemaksiatan, lalu ia membatalkan kemaksiatan tersebut, itu juga merupakan dzikir. Tolong menolong antar anggota keluarga untuk mengingat dan melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-NYa merupakan benteng yang kokoh.
6.    Beristighfar dan bertaubat
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya syetan telah berkata, ‘Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam mereka (masih hidup).’ Maka Allah menimpalinya, ‘Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku’.” (HR. Ahmad, al-Hakim, Thabrani dan Abu Ya’la).

Setiap kita tak luput dari kesalahan, maka dari itu Allah SWT menyediakan sarana untuk menebus kesalahan dan menghapus dosa yang ada, salah satunya adalah dengan membaca istighfar, lalu bertaubat secara benar. Dengan begitu, apabila ada keluarga yang telah melakukan keslahan, hendaklah diingatkan agar segera memperbaiki diri. Apabila telah melakukan kemaksiatan, hendaklah segera istighfar dan bertaubat. Dengan demikian syetan akan menangis karena celah yang ada segera ditutup, dan benteng keluarga jadi kokoh kembali.
7.    Bergabung dalam komunitas muslim (berjama’ah)
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menginginkan kenikmatan surge, maka hendaklah ia senantiasa hidup berjama’ah. Karena syetan itu bersama dengan orang-orang yang suka sendirian. Ia akan semakin jauh bila orang tersebut berdua.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih)

Kekompakan keluarga harus kita jaga, agar satu sam lainnya terkontrol dan merasa disayangi dan diperhatikan. Shalat dilaksanakan dengan berjama’ah. Yang laki-laki di masjid, yang perempuan juga. Atau jika bisa berjama’ah di rumah, antar ibu dan anak perempuanya, itu akan lebih baik lagi. Makan juga bersama agar lebih berkah. Kekompakan dan kebersamaan akanmenjadi benteng kokoh dalam keluarga, aman dari serangan syetan jin, dan selamat dari hasutan manusia. Insya Allah …

Tim Rumah Ruqyah Indonesia

Comments