Berdialog Dengan Jin Saat Meruqyah



Dialognya lbnu Taimiyyah dengan jin kasmaran dalam tubuh seorang laki-laki

lbnul Qayyim bercerita: “Suatu saat Syekh lbnu Taimiyah membaca ayat 115 dari surat al-Mukminun di telinga orang yang kesurupan, ruh jahat (jin) di dalam tubuhnya menjerit kesakitan seraya berkata: ‘Ya’. Lalu beliau mengambil tongkat dan memukuli urat lehernya hingga tangannya letih kecapekan. Para hadirin yang menyaksikan peristiwa tersebut yakin, bahwa orang tersebut akan mati akibat pukulan tongkat yang bertubi-tubi. Jin yang di dalam tubuh orang tersebut berkata: ‘Saya mencintainya’. lbnu Taimiyah membantah: ‘Dia tidak mencintaimu’.
Lalu jin itu menyahut lagi: ‘Aku ingin pergi haji bersamanya’. lbnu Taimiyah menyangkal: ‘Dia tidak mau pergi haji bersamamu’. Lalu jin tersebut menambahkan: ‘Saya tinggalkan dia demi kemuliaanmu’. Syekh lbnu Taimiyah menegaskan: ‘Tidak, tapi keluarlah karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya’. ‘Ya, aku akan keluar darinya’, sahut jin menyerah kalah. Tak lama kemudian orang yang kesurupan tersebut sadar, lalu duduk seraya menengok ke kanan dan ke kiri sambil bertanya keheranan: ‘Apa yang menyebabkan aku berada di rumah syekh?’ Para hadirin balik bertanya: ‘Bagaimana dengan pukulan yang bertubi-tubi tadi?’ Orang tersebut menjawab: ‘Kenapa syekh memukuli saya? Apa dosa saya?’ Ternyata orang tersebut tidak merasakan apa-apa ketika dipukuli syekh lbnu Taimiyah secara bertubi-tubi.” (Ath-Thibbun Nabawi: 53)
Dialog Syekh bin Baz dengan jin Budha Yang merasuki tubuh seorang wanita
Setelah Abdullah bin Musyrif al-‘Amri meruqyah seorang wanita dan jin Budha yang ada di dalamnya ingin masuk lslam, maka ia dan wanita tersebut yang ditemani keluarganya datang kepadaku, supaya saya mau mendengarkan Pernyataan lslam jin tersebut. Saya bertanya kepadanya tentang latar belakang ia tertarik dengan lslam. Lalu keluar suara laki-laki melalui mulut wanita tersebut penyataan, bahwa ia berasal dari lndia dan agamanya semula adalah Budha. Maka aku menasehatinya agar bertakwa kepada Allah, dan keluar dari tubuh wanita tersebut dan meninggalkan kedlaliman atas dirinya. la menjawab bahwa dirinya sudah ridha untuk menjadikan lslam sebagai agamanya. Lalu saya menasehatinya agar segera mengajak kaumnya untuk masuk lslam, dan ia pun berjanji untuk melakukan hal itu. Kemudian ia meninggalkan tubuh wanita tadi, dan perkataan akhirnya adalah ‘Assalamu ’alaikum’. Setelah itu wanita tersebut berbicara dengan suara dan gayanya semula, dan ia pun merasa dirinya sehat, tenang dan nyaman. (Risalah ldhahil Haqqi fi Dukhulil Jinni fil lnsi: I ).
Dialog Syekh Wahid Abdus Salam Bali dengan jin yang merasuki seorang wanita
Ketika dia meruqyah seorang wanita dengan membaca beberapa ayat ruqyah, wanita tersebut bergetar tubuhnya. Maka dia pun bertanya: ‘Siapa ini?’ la menyahut: ‘Syekh Muhammad’. ‘Apa sebabnya kamu masuk ke tubuh wanita ini hai Muhammad?’, tanya Syekh Wahid. Jin menjawab: ‘la menginjakku di kamar mandi’. ‘Tinggalkan dia karena taat kepada Allah’, bentak Syekh Wahid. ‘Tidak, saya tidak akan meninggalkannya’, bantah Jin.
Syekh Wahid menimpali, ‘Kalau begitu, dengarkan bacaan ini! (dia membaca surat ash-Shaffat), lalu iin itu menangis seraya berkata: ‘Saya akan keluar’. Syekh Wahid membentak ‘Keluar sekarang juga’ (tapi jin itu membandel). Syekh Wahid menyahut: ‘Kalau begitu dengarkan ini’ (dia membaca permulaan surat al-Jin). Jin itu berkata: ‘Biarkan saya keluar sekarang’ (ia keluar seraya membaca Assalamu’alaikum’. Dan jin itu pun keluar, alhamdulillah. (Wiqayatul lnsan: 92).
Dialog utusan lmam Ahmad dengan jin Baghdad dalam tubuh seorang wanita
“Ketika beliau berada di masiid. Al-M utawakkil (seorang khalifah atau amirul mukminin) mengutus seseorang untuk menemuinya. Utusan tersebut memberitahukan bahwa anak wanita Mutawakkil -atau budaknya- kesurupan. la meminta lmam Ahmad agar berdo’a kepada Allah untuk kesembuhan wanita tersebut. Kemudian lmam Ahmad mengeluarkan dua sandal kayunya (terompah) dari tempat wudhu, lalu diberikan kepada utusan tersebut seraya berpesan: ‘Pergilah ke rumah Amirul Mukminin dan duduklah disisi kepala anak wanita yang kesurupan’. Katakanlah kepada jinnya: ‘Ahmad berpesan kepadamu; mana yang lebih kau sukai, keluar dari anak wanita ini, atau digampar tujuh puluh kali dengan terompah ini?!’.
Utusan tersebut melaksanakan pesan lmam Ahmad. Dan jin tersebut berkata melalui lisan anak wanita yang kesurupan: ‘Saya patuh dan taat, seandainya lmam Ahmad menyuruh kami agar tidak tinggal di lraq, niscaya kami tidak akan tinggal di lraq. Sesungguhnya dia (Ahmad) mentaati Allah, sehingga Allah menjadikan segala sesuatu taat kepadanya’. Lalu jin itu keluar dari anak wanita tadi. Akhirnya ia sembuh dari penyakitnya. Dan di kemudian hari ia dikaruniai Allah anak yang banyak.” (Akamul Marjan: 15).

Tim Rumah Ruqyah Indonesia

Comments