thumbnail

Gangguan Jin Bukan Hanya Kesurupan

Posted by rumah ruqyah on 2018-07-24



Jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Jin yang kafir dan tidak mengikuti petunjuk Allah disebut syaitan. Sedangkan kepala syaitan adalah Iblis (lihat surat Al-Kahfi: 50). Jin kafir yang juga disebut syetan berusaha memalingkan manusia dari jalan Allah. Salah satu bentuk gangguan jin syetan adalah kesurupan.

Jin syetan masuk ke dalam fisik orang yang dirasukinya, lantas mencoba menguasainya. Jin syetan bisa menyerang keseimbangan saraf otak, dan mempengaruhi seluruh informasi saraf badan. Maka, ketika manusia kerasukan iin, ia bisa kehilangan kemampuan kontrol akalnya. Orang yang sedang dimasuki jin tidak bisa mengendalikan gerak langkah, olah pikir serta bicaranya dengan benar. Termasuk dalam pengertian ini adalah jin syetan yang digunakan para tukang sihir untuk merasuki orang-orang yang menjadi korbannya. Kondisi ini dalam isitlah Al-Qur'an disebut almassu minasyaithan, atau kerasukan syetan.

Namun, gangguan jin tidak hanya berbentuk seperti itu. Jin syetan juga akan mengganggu manusia dalam bentuk menjerumuskan mereka ke dalam kubangan dosa dan maksiat. Cara menggodanya bermacam-macam, antara lain bisa dideteksi melalui kondisi berikut:

1.    Banyak Melamun dan Berangan-angan Kosong
Terlalu berlebihan memiliki angan-angan, banyak melamun, mengkhayal, Panjang angan-angan merupakan bentuk gangguan jin syetan. Lihatlah firman Allah SWT: “Maka syetan mengatakan, ‘Dan aku benar-benar akan menyesatkan dan melalaikan mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka. Dan akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotong. Dan aku menyuruh mereka merubah ciptaan Allah, dan mereka benar-benar melakukannya.” (QS. An-Nisa: 119)

Apakah berarti kita tak boleh punya cita-cita, keinginan, target hidup? Tidak juga. Itu semua sangat manusiawi dan boleh-boleh saja. Tapi ingat, jangan sampai terjebak pada apa yang dinamakan angan-angan kosong atau berkhayal. Cara membedakan antara cita-cita dan angan-angan gampang.

Pertama cita-cita harus diiringi dengan usaha dan kerja keras untuk mencapainya. Sementara angan-angan hanya ada dalam pikiran tanpa usaha yang memadai untuk memperolehnya.

Kedua, cita-cita disusun dengan target dan tahapan yang jelas dan masuk akal. Sementara angan-angan cenderung berlebihan dan tidak masuk akal.

lngin memperoleh harta berlimpah, sementara kemampuan dari berbagai sisi jauh panggang dari api. lngin jadi orang kaya dalam waktu cepat. Tergoda dan terpana oleh kecantikan atau kebagusan seseorang sehingga tergila-gila. Lalu berangan-angan, berkhayal seandainya ini dan seandainya itu.

Hawa nafsu yang tak terkendali seperti itu akhirnya sering menjerumuskan manusia dalam lubang dosa dan kemusyrikan. Lantas? Hawa nafsu itu membuatnya lupa dan terlena dengan kesenangan semu yang telah diberikan jin dan syetan kepadanya.

Padahal, yang harus diingat dan digarisbawahi, setiap orang harus siap mental bila cita-citanya tidak kesampaian. Cita-cita bisa gagal, itu biasa. Keinginan tidak tercapai, biasa juga. Target hidup tidak kesampaian, biasa iuga. Apa perlunya harus pusing apalagi mengkhayal, melamun nggak karuan lalu stres? Ambillah sisi positif semua keadaan. Berusaha untuk lebih baik dan serahkan segala sesuatunya pada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui baik dan buruk untuk hamba-Nya.

2.    Lalai dan malas beribadah
lni bisa jadi merupakan tahapan kedua, yang melanjutkan kondisi orang yang kerap berangan-angan. Orang yang berangan-angan kosong akan cenderung lalai dalam mengingat Allah atau melakukan hal-hal yang dilarang Allah sama saja dengan menyodorkan diri untuk dikuasai jin dari jenis setan.

Dengarlah nasehat ulama dulu yang sangat terkenal lbnu Qoyyim, “Hendaklah manusia gemar berdzikir. Sebab ia tidak akan bisa menjaga dirinya dari musuhnya (syetan) kecuali dengan dzikir. Sementara musuhnya tidak akan masuk kepadanya kecuali kalau ia lengah. Musuh itu selalu mengintainya. Bila hamba lengah, maka ia melompat dan memangsanya. Tapi kalau ia berdzikir, musuh akan sembunyi, merasa kecil dan terhina seperti burung atau lalat.” (AI-WabiI ash-Shayyib)

Orang yang lalai dan malas beribadah hatinya akan gelap, dan penuh keraguan. Enggan untuk membaca Al-Qur'an, sulit bangun malam, meninggalkan sholat jama’ah dan bahkan sholat wajib pun ditinggalkan.

Bahkan, orang yang baik pun dimusuhi terus oleh syetan. Seperti seorang sahabat Rasulullah, Utsman bin Abil Ash ra. la mengisahkan, “Ketika Rasulullah SAW. menugaskan aku ke Thaif, aku mengalami gangguan sesuatu dalam shalatku. Sehingga aku tidak tahu shalat apa yang aku lakukan. Lalu aku pergi ke Rasulullah. Beliau bersabda, ‘ltu adalah syetan (yang telah menguasai dirimu). Mendekatlah.’ Kemudian aku mendekat dan duduk di atas kedua kakiku. Kemudian Rasulullah memukul dadaku dengan tangannya dan meludah di mulutku seraya bersabda, ‘Keluarlah wahai musuh Allah.” (HR. lbnu Majah)

Hal yang sama juga terjadi pada Utsman bin Affan. Sahabat Rasulullah yang sangat terkenal itu pun tak luput dimusuhi syetan. Utsman pernah datang kepada Rasulullah dan mengadu tentang adanya sesuatu yang  menghalanginya sholat. Rasulullah bersabda, “ltu adalah syetan yang bernama Khanzab, jika engkau merasakannya maka mintalah perlindungan kepada Allah SWT. (a'udzubillahi minasy syaithonirrajim) dan meniuplah ke arah kirimu tiga kali.” Utsman pun mengamalkannya dan Allah pun menghilangkan gangguan itu darinya. (HR. Muslim)

Karena itulah Rasulullah SAW. selalu memerintahkan kita untuk selalu berdzikir kapan pun dimanapun dan dalam kondisi apapun. Dari Zaid bin Arqom Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya semak-semak (yang dijadikan buang hajat) ada penghuninya. Jadi kalau salah seorang diantara kalian ke tempat buah hajat, maka bacalah, “Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan syetan laki dan syetan betina.” (HR. Bukhari Muslim)

3.    Sering buruk sangka dan was-was
Buruk sangka (su'udzon) dan was-was (alwaswasah), merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa. Penyakit buruk sangka dan was-was ini seringkali dilatarbelakangi oleh adanya kesusahan, kesedihan, kegundahan dan kehimpitan jiwa yang mendalam pada seseorang. Akibatnya, ia selalu mencurigai segala sesuatu yang berada didekatnya. Selalu berpikir negatif, bersikap apatis, berjiwa labil, dan selalu meragukan seluruh apa yang dilihat dan didengarnya. Perasaan was-was inilah yang menjadikan seseorang merasa ketakutan atau marah yang luar biasa. Sehingga ia sering melamun, stres dan bahkan melantur.

Namun, ada juga rasa was-was yang memang ditimbulkan oleh godaan jin. la timbul karena bisikan syetan yang tersembunyi. Itulah yang dimaksud dalam firman Allah SWT, “Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang tersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6).

Sebab itulah, Rasulullah apabila memulai sholat selalu berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari syetan (jin) yang terkutuk, dari hamazihi (penyakit gila yang ditimbulkannya), dari nafakhihi (tiupan) dan dari nafatsihi (syairnya).” Dalam lafadz yang lain Nabi menjelaskan, Hamazihi adalah kesurupan, nafatsihi ialah syair dan nafakhihi ialah kesombongan. (HR. AI-Hakim, Nasai, Abu Daud dan Turmudzi)

Allah SWT. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang bertakwa apabila mereka ditimpa was-was syaitan mereka mengingat Allah. Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS. AI-A’raf: 201)

4.     Menyekutukan Alah SWT
Sudah kerap mengkhayal, lalai ibadah, pikiran kotor (negative thingking), bisa jadi ujung-ujungnya musyrik juga. ltulah yang banyak kita temukan menjadi fenomena saat ini. Betapa banyak orang yang datang ke dukun yang menggunakan jin. Mereka meminta kepada para dukun itu untuk mewujudkan segala macam keinginannya. Mulai ingin kaya, ingin tampil menarik, ingin mendapat jabatan, bahkan ingin mengejar pasangan.

Dalam kondisi seperti itu, orang benar-benar telah berada dalam jerat-jerat jin syetan. Hal itu telah menjadi sumpah para jin syetan, yang dikepalai oleh Iblis. Seperti dijelaskan Allah dalam Al-Qur'an, “lblis berkata,  'YaTuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi. Dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua.” (QS. AI-Hijr: 39).

Lebih jauh, tidak jarang orang-orang yang sudah terkena jerat jin syetan, akhirnya menjadi sekutu jin syetan itu. Mereka rela dijadikan pelayan bagi jin syetan itu untuk menyesatkan manusia lain hanya demi kesenangan nafsu diri dan kesenangan harta dan syahwatnya. Hal ini akan terungkap kelak di akhirat. Allah telah berfirman, “Dan ingatlah diwaktu Allah menghimpun mereka semuanya (lalu Allah berfirman) “Wahai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia.” Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia. “Wahai Tuhan, sesunguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan  kesenangan dari sebagian yang lain. Dan kami telah sampai kepada waktu yang telah engkau tentukan bagi kami.” Allah berfirman, “Neraka itulah tempat diam kamu, dan kamu kekal didalamnya, kecuali Allah menghendaki (yang lain).” (QS. Al-An'am: 128).

Para ulama menjelaskan, yang dimaksud “Sebagian dari kami mendapatkan kesenangan dari sebagian yang lain” adalah, bahwa syetan telah berhasil memperdaya manusia, sampai manusia mengikuti perintah dan petunjuknya. Dan, manusia pun telah mendapat hasil kelezatan duniawi, karena mengikuti bujukan syetan itu. Jadi, jelaslah. Bahwa gangguan jin syetan itu tidak hanya dalam bentuk kesurupan. Bisa jadi awalnya dari kondisi jiwa yang kosong dari cahaya iman, lalu jin syetan pun memperdayainya. Wallahu A’lam

Tim Rumah Ruqyah Indonesia
Sumber : Majalah Ghoib Edisi 1/1
July 24, 2018
thumbnail

Kain Merah dari Timika, Papua

Posted by rumah ruqyah on 2018-07-21



Dari Timika, Papua, jimat ini dikirimkan via surat oleh seorang bernama Gadis. Ketika sampai di Jakarta jimat ini diterima dalam keadaan rusak/robek sehingga harus dilekat dengan Isolatif di SPP Jakarta 10000. Pemiliknya mengatakan dalam suratnya bahwa semenjak kerepotan menjalankan ritual yang disyaratkan oleh limat-jimat ini. Dan membaca Majalah Ghoib, pengirim jimat ini meminta tolong kepada Majalah Ghoib untuk  memusnahkannya, karena untuk memusnahkannya sendiri tidak berani. “Mungkin Majalah Ghoib juga menerima benda-benda yang sama dari teman-teman yang lainnya, karena banyak teman-teman kita yang lain yang tertipu dengan kebohongan si dukun. Saya ucapkan terima kasih kepada Majalah Ghoib karena banyak sekali manfaat yang sudah saya dapat, terutama dalam memperkokoh iman dan tentang tipu daya syetan, semoga kita semua selalu dalam lindungan, dan bimbingan-Nya dan semoga Allah memberi petunjuk bagi hamba-Nya yang tersesat,” tulisnya panjang lebar.

Gadis menceritakan dalam suratnya bahwa jimat ini didapatkan berawal ketika dia membaca sebuah iklan yang mengatakan bisa merubah hidup seseorang dengan cara membuka inti qalbu dan ditegaskan bahwa jimat ini tidak syirik dan tidak bertentangan dengan agama manapun. Dia langsung tertarik karena ingin merubah hidup yang lebih baik. Kemudian via usrat dia mengubungi pemasang iklan. Selanjutnya disuruh mengirim sejumlah uang untuk buku petunjuk dan sarana/alat penunjang. Setelah uang dikirim, jimat pun datang.

Bentuk Jimat
Ada tiga jimat yang dikirimkan: satu botol minyak aroma yang dimasukkan ke dalam gulungan hitam, selembar kain merah yang sudah ditulis dengan tinta emas dan sebuah koin dari kuningan dengan sebuah lambang.
Jimat pertama, satu botol minyak beraroma yang dimasukkan ke dalam gulungan hitam bentuknya seperti mercon atau petasan yang ada sumbunya. Sementara gulungan hitamnya dihiasi rajah-rajah yang tidak jelas maksudnya seperti terdapat empat belas kotak kecil yang bertuliskan bismi, Alloh, Arrohman dan Arrohiim yang ditulis secara acak pada tiap-tiap kotak tersebut. Kotak tersebut diapit oleh dua tulisan syahadat di sebelah kiri dan kanannya.

Jimat yang kedua, satu lembar kain merah yang ditulis dengan tinta emas. Kain tersebut panjang kira-kira 60 cm. kain tersebut disekat-sekat dengan 10 kotak kecil, yang masing-masing kotak tersebut bertuliskan rajah yang menggunakan bahasa Arab. Setiap kotak beda tulisan dan hiasannya antara kotak yang satu dengan yang lainnya.

Dan jimat yang ketiga adalah sebuah koin dari kuningan. Masing-masing sisi memiliki lambing yang berbeda. Pada sisi pertama terdapat sebuah lingkaran yang bertuliskan huruf yaa siin yang sebanyak tujuh buah bertingkat. Di sisi lain gambar seekor kupu-kupu yang bertuliskan satu ayat yaitu yaa siin.

‘Kesaktian’ Jimat
Menurut pengirimnya, ketiga jimat ini diyakini mempunyai kegunaan sebagi alat untuk merubah hidup seseorang agar lebih baik, dengan cara membuka inti qolbu. Tetapi ada tatacara atau ritual yang harus dilaksanakan untuk mencapai apa yang diinginkan yaitu membuka inti qolbu. Cara yang dianjurkan oleh dukun tersebut untuk menggunakan benda-benda ini adalah: pertama-tama minyak wangi itu dioleskan di dahi diantara kedua alis dan mengoleskannya pun harus dari atas kebawah. Kemudian koin dan kain merah yang dirajah harus digenggam dengan tangan kanan. Setelah itu dianjurkan membaca doa yang ada di buku petunjuk (pada saat jimat ini dikirimkan, tidak disertai dengan buku petunjuk). Tapi menurutnya, doa tersebut dalam bahasa Indonesia karena doa itu bisa dipakai untuk semua agama. Setelah membaca doa itu, disuruh untuk menyebutkan keinginan-keinginan, kemudian bersujud. lni dilakukan sebanya 5 kali setiap sebelum tidur, dibawah jam l2 malam.

“Namun setelah saya melakukannnya selama satu bulan, perubahan yang diharapkan tak kunjung datang, malah kemalasan dan kerepotan yang didapat setelah melakukan ritual-ritual tersebut,” tulisnya mengungkap kekecewaannya.

Bongkat Jimat
Satu lembar kain merah yang kita bongkar saat ini tidak seperti kain merah biasanya, selain di datangkan dari Timika, Papua. Jimat ini juga diyakini bisa merubah hidup seseorang kepada kehidupan yang lebih baik. Tulisan dalam jimat ini adalah rajah-rajah berbahasa Arab yang ditulis dengan tinta emas.

Maka seperti halnya jimat-jimat yang lain, seringkali kita jumpai tulisan-tulisan yang tidak bermakna dan hanya dapat dimengerti oleh si dukun saja. Juga pencantuman ayat atau tulisan lainnya tidak jelas mengapa dicantumkan di situ.
Seperti pada 18 kotak kecil yang terdapat dalam kain merah sepanjang 60 centi meter ini. Pada kotak pertama yang ukurannya paling besar dari kotak yang lainnya, terdapat dua buah lingkaran yang bertuliskan kalimat “Basmalah” dengan ditambah kata Muhammad didalamnya, tulisan-tulisan tersebut tidak jelas apa maksudnya. lnilah simbol-simbol yang dipakai oleh para dukun untuk berdialog dengan makhluk yang dilaknat oleh Allah yaitu para jin. Tentunya kesepakatan antara si dukun dengan jin tersebut tetap menjadi rahasia antara mereka yang tidak bisa kita fahami. Dan kesepakatan itu adalah kesesatan yang nyata.

Pada tujuh belas kotak lainnya yang lebih kecil-kecil, terdapat rajah-rajah yang ditulis dalam bahasa Arab. Tulisan masing-masing kotak berbeda. Contohnya adalah tulisan huruf abjad arab dari angka 111 sampai 116, yang terdapat dalam 9 kotak kecil. Lagi-lagi kita tidak bisa meraba apa maksud dukun dan jinnya menuliskan hal itu. Tetapi tidak jelas, mengapa harus angka-angka arab yang ditulis di situ. Lagi-lagi hanya dukun sesat dan jinnya yang mengerti.

Dan untuk meyakinkan dalam menipu kaum muslimin, di salah satu kotak tersebut, tertuliskan asmaul husna. Agar orang mengira bahwa jimat ini diridhoi Allah, karena menyebut kebesaran-Nya. Padahal jimat ini adalah suatu kesesatan yang nyata, walaupun dicampur dengan kalimat thayyibah. Justru ini adalah pelecehan terhadap nama-nama Allah yang baik.

Ketidakjelasan yang banyak tercantum dalam kain merah dari Timika ini, sama dengan ketidakjelasan ukiran pada koin dan minyak wangi. lni semua diperparah dengan keyakinan syirik di balik itu semua. Lebih dari itu, ritual yang dianjurkan dengan cara bersujud merupakan sebuah ritual yang jelas-jelas bertentangan dengan akidah lslam. Karena sebagai seorang muslim sujud kita hanya untuk Allah SWT. Seperti diterangkan dalam al-Qur'an surat Fushshilat ayat 37. “..... Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”

Sebagai pengingat kembali agar kita selalu berhati-hati, Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang memakai jimat, maka ia telah berbuat syirik.” ( HR. Ahmad dan dishahihkan al-Albani). Wallahu a’lam.


Tim Rumah Ruqyah Indonesia

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 25/2 
July 21, 2018