Mereka Hancur Karena Dosa



Secara berturut-turut Allah menceritakan kisah umat terdahulu dalam Al-Qur’an, Surat Al-A’raf. Sebagai pelajaran untuk kita. Karena sejarah, hakekatnya adalah pengulangan peristiwa. Hanya zaman dan pelakunya saja yang berbeda.

Berawal dari kisah kaum nabi Nuh yang mendustakan nabi mereka. Mereka juga menuduh yang tidak-tidak. Nabi Nuh dituduh membawa ajaran sesat. Allah menurunkan adzab kepada mereka. Berupa hujan dan banjir bandang yang menenggelamkan mereka. Sebuah banjir terbesar sepanjang sejarah manusia. Ombaknya  setinggi gunung. Gelombangnya menumpas segala yang ada. Bahkan mereka yang berlindung di puncak gunung pun akhirnya tertelan air juga.

Berikutnya adalah kisah kaum ‘Aad. Kaum Nabi Hud itu juga mendustakan Nabi mereka. Malah mereka menuduh Nabinya adalah orang yang bodoh. Dengan dalih melestarikan kebudayaan nenek moyang, mereka menolak ajaran kebenaran yang disampaikan oleh nabi Hud. Kali ini murka Allah diwujudkan dengan angin tornado yang sangat dingin selama delapan hari tujuh malam. Angin itu menggulung dan memusnahkan kaum ‘Aad yang kafir.

Selanjutnya masih dalam surat Al-A’raf, Allah menyebutkan kisah kaum Tsamud. Dengan kelebihan yang Allah berikan, mereka menjadi lupa diri. Mereka mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa. Gunung mereka pahat untuk dijadikan rumah dan mereka bangun istana di lembahnya. Peninggalan mereka hingga hari ini masih bisa kita lihat di sebuah tempat di Saudi Arabia. Sebuah karya anak manusia yang spektakuler.

Tetapi tempat ini adalah tempat yang terlaknat. Nabi melarang kita untuk berlama-lama di sana. Karena mereka dulu hancur karena dosa. Tidak cukup dengan mendustai nabi Sholeh, mereka juga berusaha mempengaruhi dan mengancam manusia agar tidak beriman kepada risalah nabi Sholeh. Merasa bahwa kekuatan mereka tidak ada yang bisa menandingi.

Mereka lupa bahwa di balik alam ini ada Dzat yang Maha Perkasa dan Kuat. Sampai mereka tersandung oleh Permasalahan yang kelihatannya kecil. Yaitu menyembelih unta yang sudah dipesankan agar tidak disembelih. Akhirnya adzab Alah pun menghancurkan mereka. Rumah dan istana yang megah dan kokoh itu seketika berubah menjadi kuburan massal dengan gempa yang sangat dahsyat.

Cobaan yang dialami oleh nabi Luth juga sangat berat. Umatnya mengadakan ‘inovasi’ kemaksiatan.  Homoseksual menggejala pada diri mereka. Nabi Luth terheran-heran, bagaimana mungkin mereka bisa mengerjakan suatu dosa yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelum mereka. Mereka menyebut nabi Luth sebagai orang yang ‘sok suci’.

Akhirnya disebarkan provokasi untuk mengusir nabi mereka dari kota yang kotor itu. Begitu nabi Luth dan orang-orang beriman keluar. Allah membalik negeri Sodom itu dan menghujaninya dengan batu yang berasal dari neraka. Walhasil, sampai hari ini laut mati yang di bawahnya terdapat negeri Sodom itu tidak ada kehidupan sama sekali di sana. Sudah berapa abad lamanya dari sejak nabi Luth dulu hingga hari ini. . Dosa yang kotor dan mematikan.

Kaum Madyan yang didakwahi oleh nabi Syuaib lain lagi ceritanya. Mereka memiliki penyakit suka korupsi, mengurangi timbangan dan ukuran. Berbuat onar di muka bumi juga sudah dianggap biasa. Akhirnya ketika ada nabi dan orang-orang beriman disekeliling mereka, mereka tidak tenang. Ancaman dan intimidasi pun mereka layangkan, sampai tingkat pengusiran. Kaum ini pun sama dengan pendahulunya. Mereka dihancurkan oleh adzab Allah berupa gempa besar.

Sedangkan kisah berikutnya adalah kisah yang paling sering disebutkan dalam Al-Qur’an. Yaitu kisah nabi Musa dan Fir’aun beserta para pengawalnya. Kenapa sering diceritakan dalam Al-Qur’an. Salah satunya karena dosa yang dilakukan Fir’aun dan orang-orang terdekatnya sangat besar dan komplek. Dari mulai sang raja yang mengaku menjadi tuhan, ‘ulama’ jahat yang melegalisasi setiap keputusan dzalim penguasa, menteri Haman si penjilat yang congkak sampai konglomerat Qorun yang sombong, rakus dan pelit.

Allah sempat menegur mereka beberapa kali. Pertama, dengan paceklik berkepanjangan. Kedua, dengan banjir diikuti oleh serangan belalang, kutu dan katak. Selaniutnya dengan darah. Tetapi tetap saia, mereka tidak mau sadar. Sampai Allah menenggelamkan sejarah mereka untuk selamanya dalam laut merah. Dan dengan ditelannya Qorun beserta kekayaannya oleh bumi.

Keseluruhan kisah di atas membawa begitu banyak pesan. Bahwa hidup ini ada yang mengatur. Dan karenanya setiap yang hidup di muka bumi ini harus tunduk kepada aturan Dzat Yang Maha Mengatur: Allah SWT. Pelanggaran pasti melahirkan penyimpangan. Dan, penyimpangan pasti melahirkan bencana, sekecil apapun ia.

Dari sini hubungan korelatif secara sebab akibat bisa dipahami dengan mudah. Bahwa dosa merupakan sumber bencana. Sebab, dari dosa lahir murka Allah. Dan, bila Allah murka, sangat mudah bagi-Nya untuk menurunkan adzab-Nya, dalam bentuk apapun.
 
Maka, kalau peringatan-peringatan Allah tidak cepat kita tanggapi dengan serius. Bisa jadi kita menyusul mereka yang terkubur hancur lebur oleh dosa. Naudzu billahi min dzalik.

Tim Rumah Ruqyah Indonesia

Comments