Perempuan Sering Kesurupan Peraih Surga


Bukan hanya pada era kita saja perempuan menjadi sasaran jin. Pada zaman Rasulullah SAW. pun perempuan diganggu oleh syetan. Sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat, ada seorang perempuan yang sering kesurupan, tapi dia bersabar atas apa yang dialaminya, akhirnya Rasulullah SAW. memberikan jaminan surga baginya.

Atha’ bin Abi Rabbah berkata, “lbnu Abbas pernah bertanya kepadaku: “Maukah kamu aku tunjukkan perempuan yang menjadi penghuni surga?” Aku menjawab: “Ya, aku mau”. lbnu Abbas berkata, “Perempuan yang hitam itu pernah datang ke Rasulullah SAW. seraya berkata,”Sesungguhnya aku sering kesurupan sampai terbuka pakaianku, maka berdo’alah kepada Allah untukku”. Rasulullah SAW. bersabda, “Mana yang kamu mau, bersabar dan bagimu surga. Atau aku mendo’akanmu, agar Allah menyembuhkanmu”. Perempuan itu menjawab, “Saya akan bersabar. Hanya saja (kalau lagi kesurupan) pakaianku terbuka, maka berdo’alah kepada Allah agar pakaianku tidak terbuka”. Lalu Rasulullah pun berdo’a untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lihatlah betapa perempuan berkulit hitam itu telah menorehkan pelajaran yang sangat mahal bagi kita, terutama bagi para perempuan. Bagaimana tidak, dari sikapnya terhadap deritanya telah menghantarkannya ke surga. Yaitu sikap kesabaran yang luar biasa tebal. Saat orang sedang  kesurupan seperti perempuan tersebut, adalah saat yang sangat tidak nyaman. Bahkan seringkali menimbulkan rasa sakit. Tetapi kesabarannya telah membuatnya memilih surga dengan ketabahannya terhadap penyakit.

lni adalah pilihan antara sembuh dan masih mungkin mendapat surga. Atau sabar dan pasti masuk surga. Pilihan yang diberikan Nabi ini bukan berarti melarang seseorang untuk berusaha mencari kesembuhan. Karena beliau sendirilah yang bersabda dalam hadits yang lain agar mengupayakan kesembuhan.

Kesabaran perempuan tersebutlah yang kita ambil hikmahnya di sini. Dan kesabaran itu pula yang membentenginya untuk tidak sembrono dalam mengambil setiap ikhtiar pengobatan dengan dalih yang penting sembuh. Karena ada rambu syari’at yang tidak boleh dilangkahi.

Gegabah dalam mengambil pengobatan sangat berbahaya bagi aqidah muslimah. Dan bukan hanya itu, banyak berita perempuan yang kehormatannya dirampas dukun cabul, hartanya dikuras dukun matre, rumah tangganya dirusak oleh dukun hidung belang, jiwanya dibikin stress oleh dukun pendusta. Dan berita-berita penipuan dukun terhadap kaum perempuan seperti itu, sampai sekarang masih sering kita baca di media cetak atau kita dengar dari media elektronik atau pun dari mulut ke mulut.

Tapi tidak semua orang ketika fisiknya diganggu oleh syetan, lalu rohaninya menjadi terpuruk. Termasuk juga kaum perempuan. Walaupun ada di antara mereka yang awalnyaa tidak sabar dalam mencari kesembuhan lalu melakukan hal-hal yang dilarang syari’at. Kemudian sebelum maut menjemput mereka sadar dan bertaubat kepada Allah atas penyimpangannya, lalu kembali ke jalan yang benar sehingga selamat dari jebakan syetan. Dan adapula di antara mereka yang imannya kokoh sekokoh batu karang. Jin dan syetan bisa saja menggunggu fisiknya atau menyakitinya, tapi imannya tidak goyah sedikitpun, ia tidak terjebak dalam tipu daya syetan sebagaimana syahabat perempuan yang tersebut dalam hadits di atas.

Apalagi hadits di atas membuktikan bahwa perempuan bisa meraih surga Allah justru melalui pintu gangguan syetan terhadap dirinya.

Tim Rumah Ruqyah Indonesia

Comments