thumbnail

Ciri-ciri Praktik Perdukunan

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-27



  Berikut ini di antara ciri-ciri praktik perdukunan yang bisa kita kenali menurut syariat lslam. Siapa pun pelakunya, apapun gelar dan titelnya, bagaimana-pun penampilannya, kalau pada praktik kerjanya, atau cara pengobatan yang dilakukannya, serta cara memberikan solusi dari permasalahan yang kita hadapi terdapat unsur-unsur di bawah ini, secara sebagian atau keseluruhan, maka bisa dipastikan kalau dia seorang dukun.

1.     Bertanya namanya dan nama ibunya. 

2.     Minta benda atau barang bekas pakai (pakaian, celana dalam, sapu tangan, kaos, sarung, dan lainnya. Bahkan ada juga yang minta foto pasien dan rambutnya, serta hari pasaran atau weton kelahirannya.

3.     Minta hewan dengan jenis dan corak tertentu sebagai administrasi praktiknya.

4.     Menulis rajah dan mantra-mantra syirik, yang terkadang dicampur dengan ayat-ayat al- Qur'an atau kalimat thaiyibah.

5.     Membaca mantra-mantra dan jampi-jampi yang tidak bisa dipahami, atau baca ayat dan doa yang dicampur mantra syirik.

6.     Memberi jimat, gembolan, pegangan yang diyakini bisa menangkal bahaya atau mendatangkan berkah dan keberuntungan.

7.     Menyuruh pasiennya untuk mengisolir diri di tempat yang gelap, terpencil, atau tempat-tempat yang dianggap angker dan keramat.

8.     Melarang pasien untuk menyentuh air selama kurun waktu tertentu.

9.     Memberi jimat, isim atau rajah kepada pasien untuk ditanam di rumah, kantor, tempat usahanya, atau tempat lainnya.

10. Menebak lati diri pasien atau keperluannya sebelum pasien sermpat memberitahunya (weruh sak durungi winarah).

11. Melakukan proses pengobatan pasien dengan jarak jauh.

12. Menggunakan mediator dalam praktiknya, dengan mediator yang tidak sesuai dengan syariat islam atau mengandung unsur kesyrikan.

Kedua belas poin di atas adalah fenomena praktik perdukunan yang menonjol. Masih ada lagi poin lainnya yang harus kita waspadai. Kita harus banyak belajar agar tidak terjerumus dalam praktik perdukunan yang ada.

Rumah Ruqyah Indonesia

RRIAds - Madu Ruqyah Manis (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 

February 27, 2018
thumbnail

Meruqyah Wanita yang Bukan Mahram

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-25


Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bagaimana memberikan terapi ruqyah kepada yang bukan muhrim (mahram)? 

Wassalam 

 Joko P. DM XII/39 Tembalong. 

Jawaban 

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh Sebenarnya banyak juga yang menanyakan tentang hal tersebut. Semoga semua itu menunjukkan perhatian akan pentingnya menjaga batas-batas hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dalam syariat Islam di tengah-tengah dahsyatnya gempuran budaya asing yang tidak mengenal batas-batas tersebut. 

Bahkan, batas-batas itu pun tetap harus dijaga meski kita sedang menterapi seseorang yang bukan mahram. Memang, semestinya yang mengobati perempuan ya perempuan. Tetapi dikarenakan masih minimnya muslimah yang terjun menangani terapi ruqyah untuk kasus-kasus seperti itu maka dibolehkan seorang laki-laki muslim untuk memberikan terapi kepada kaum perempuan yang bukan mahramnya. 

Akan tetapi hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini:

 · Jika Anda harus melakukan terapi kepada perempuan yang bukan mahrom, pertama-tama tentu Anda harus memperhatikan tata cara meruqyah secara umum yang sudah pernah dibahas disini seperti mengkondisikan tempatnya dari yang dilarang syariat lslam, misalnya: wanita yang tidak berjiIbab, laki-laki yang memakai perhiasan emas, gambar-gambar mahkluk yang memiliki ruh, membersihkan benda-benda jimat, rajah yang dipakai atau yang disimpan oleh yang akan diterapi. 

· Sedang kalau ingin meruqyah wanita yang bukan mahram, haruslah disertai oleh walinya atau mahramnya, dan jangan ada orang laki-laki lain yang bukan mahramnya yang melihatnya, hindari sentuhan kulit secara langsung dengannya. Maka pakailah sarung tangan ketika dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan seperti menepuk-nepuknya atau memijitnya serta memeganginya. 

 · Jika memijit atau menekan bagian-bagian yang "rawan" fitnah misal bagian dada, pinggul, perut, paha, gunakanlah alat bantu pemijit atau meminta bantuan suaminya atau mahramnya.

 · Hendaklah pasien memakai pakaian yang menutup semua auratnya secara sempurna, jangan memakai pakaian yang ketat, tembus pandang. Begitupun, Anda harus waspada akan tipu daya-tipu daya setan yang selalu mencari dan memanfaatkan kesempatan dalam kedharuratan, misal membayangkan sesuatu yang terkait dengan lawan jenis.

 Jika timbul perasaan-perasaan seperti itu cepat-cepatlah berpaling dan dan beristighfar. Selain itu, yang tetap juga harus Anda jelaskan, ialah bahwa terapi ruqyah hanya perantara. Yang bersangkutan harus juga melakukan usaha secara mandiri. 

Terutama dengan terus berusaha memurnikan tauhid, menjauhi kemusyrikan, mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah-ibadah yang sudah disyari’atkan. Dalam menjalankan semua itu, sarankan agar bekerja sama dengan para keluarga, misalnya suami, atau saudara. 

Demikianlah jawaban untuk saudara Joko, mudah-mudahan berkenan dan bermanfaat. Semoga jawaban ini juga bermanfaat bagi yang lainnya. Kepada para penanya yang suratnya belum dimuat mohon bersabar. 

 Akhirnya, kepada Allah jua kita memohon kekuatan, perlindungan dan petunjuk, agar kita bisa tetap berjalan di jalur yang lurus, jalur Rasul dan orang-orang beriman yang mengikuti sunnahnya dan menjauhi bid’ah-bid’ah yang dilarangnya. 

Wallahu a’lam. 

 Ust. H. Achmad Junaedi, Lc. MHi 

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

RRIAds - Minyak Bidara Ruqyah Otes (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 25, 2018
thumbnail

Lagi-lagi Sihir

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-21


  Malam Jum'at adalah waktu kami untuk melayani pasien yang tidak bisa datang ke tempat kami. Biasanya pasien yang kami datangi mereka yang sakit parah, karena kesibukan sehingga tidak bisa datang ke tempat kami atau tempat/rumahnya yang perlu diruqyah.

  Seperti salah satu pasien kami berikut ini. Namanya SG berprofesi sebagai masinis, Ia sakit sudah lama hingga harus beberapa kali operasi. Saat sakit kambuh biasanya datang pada tengah malam, hingga badan terasa lemas, perut sakit luar biasa seperti ada sesuatu di dalamnya.

   Sakit yang dialaminya sudah hampir tiga tahun. Masih melekat dalam ingatannya ketika awal pertama sakit. Saat itu setelah jalan-jalan bersama keluarga dan ”teman-teman kantor" ia jatuh sakit.

"Ah..mungkin kecapekan", pikir SG, tidak memperdulikan sakitnya.

Namun, ternyata sakit itu terus berlanjut hingga SG sering keluar masuk Rumah Sakit.

  Setiap akan jatuh sakit SG sering mimpi yang buruk-buruk. Bahkan yang aneh lagi jika ia sedang sakit ada seorang wanita mantan "teman dekatnya" yang selalu menanyakan kabarnya melalui telepon. 

  Wanita yang saat ini sudah dianggap seperti keluarga karena masing-masing sudah berumah tangga. Bahkan karena akrabnya wanita ini sering menginap beserta suaminya di rumahnya.

  Namun ada yang aneh setiap teman wanitanya menginap sang suami tidak tidur tapi seperti melakukan ritual dirumah SG. Kecurigaan pun mulai terjadi, "jangan-jangan sakitnya ini ada yang tidak beres", pikir SG. Hingga untuk itulah SG mengundang kami.

Ruqyah pun dimulai, saat kami bacakan ayat-ayat ruqyah SG langsung muntah-muntah.

Ketika kami tanya "apa melihat sesuatu keluar bersama muntah tadi?"

"Ya..saya seperti melihat benda-benda keluar melalui mulut."

  Ruqyah kami lanjutkan kembali saat ini SG merasakan perutnya sakit seperi di ikat tali, dan ketika perut dipegang sangat jelas seperti ada "lilitan tali" yang mengikat tubuhnya.

  Kami berfikir ini pasti SIHIR. Kami pun membacakan kembali ruqyahnya, hingga pasien muntah-muntah kembali. Dan ketika kami tanya "apakah melihat sesuatu keluar?". SG menjawab "Ya..lilitan tali yang ada di perut sudah keluar".

Alhamdulillaah, SG pun merasakan lega di perut setelah "TALI" itu keluar.

Laa haula walaa quwwata illaa billaah...

Cilacap Ruqyah Centre


RRIAds - Bidara Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 21, 2018
thumbnail

Tanda Matinya Hati

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-18




Saat seseorang menasehatimu ketika kau maksiat, lalu engkau benci. Hatimu sudah mati...

Saat engkau mendengar azan, engkau gelisah. Hatimu mati...

Saat engkau melihat orang sholeh, engkau benci. Hatimu mati...

Saat engkau diajak sholat, engkau tersinggung. Hatimu mati...

Saat engkau menyaksikan kebaikan, justru engkau tunjukkan keburukan. Hatimu mati....

Jika hatimu sudah mati, apalah artinya wajahmu yangg tampan dan cantik..

Jika hatimu sudah mati, nggak ada gunanya manis mulutmu yang mengatakan kemanusiaan dan keadilan.

Segeralah cari tahu di mana hatimu akan disemayamkan, agar engkau menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada lagi tempat untuk kembali kecuali pada Allah...

Karena Dia-lah Yang Mampu Menghidupkan yang mati..

Bertaubat dan sadari secepatnya kematian hatimu...

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

RRIAds - Madu Ruqyah Manis (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 

February 18, 2018
thumbnail

Penampakan Jin Api

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-15


Seorang nenek ditemani sang cucu hidup berdua tidak jauh dari tempat kami. Sang nenek sudah lama ditinggal mati suaminya, sehingga ia hidup hanya ditemani sang cucu. 

Pun sama dengan sang cucu ia sendiri adalah seorang yatim sudah lama ditinggal sang ayah, sementara sang ibu merantau ke pulau seberang dan tinggal beserta suami barunya.

Suatu sore kami diminta untuk datang kerumah guna mendo'akannya, sehubungan akhir-akhir ini ia mempunyai keluhan yaitu berat untuk berjalan. Kejadian bermula saat ia di suatu sore menjelang Maghrib beserta sang cucu dalam keadaan santai di rumahnya TIBA-TIBA melihat KOBARAN API besar di bawah tempat tidur, yang kebetulan sang cucu saat itu sedang berada di atasnya.

Bukan main paniknya, ingin berteriak minta tolong tapi mulut bagaikan terkunci.Yang terpikir saat itu adalah ia harus menyelamatkan sang cucu. Segera diraihnya sang cucu, dan Alhamdulillaah sang cucu bisa diselamatkan. Dipeluknya sang cucu sembari membaca istighfar berulang-ulang. Dipandanginya api yang berada di bawah tempat tidur itu, bukannya membesar tetapi perlahan-lahan api itu pun mengecil dengan sendirinya, api pun padam.

ANEH tidak ada bekas sesuatu pun terbakar di tempat itu, padahal seharusnya api yang sebesar itu sudah membakar kasur dimana sang cucu tadi berada. Spontan badan sang nenek menggigil karena ketakutan, kaki terasa lemas tak kuasa untuk berjalan. Itulah sebabnya sang nenek mengundang kami.

Setelah mendengarkan penuturan sang nenek tadi, kami pun langsung membacakan ruqyah kepadanya. Kami perhatikan kaki sang nenek bergerak-gerak terus tanpa henti. Hingga ketika kami pijat kaki sang nenek ia kesakitan padahal kami tidak keras dalam memijatnya. 

Ruqyah pun kami lanjutkan, getaran kaki itu pun semakin kuat dan tiba-tiba sang nenek merasakan sesuatu lepas dari kakinya. Getaran itu pun berhenti. Dan Alhamdulillaah sang nenek pun sudah merasakan ringan di kakinya.

Alhamdulillah.
Cilacap Ruqyah Centre

RRIAds - Sabun Bidara Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 15, 2018
thumbnail

Berdakwah dengan Akhlak

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-13



SEORANG imam masjid di London,  Inggris biasa naik bus untuk bepergian. Kadang-kadang ia membayar ongkosnya langsung pada sopir bus (bukan kondektur).

Suatu kali ia membayar ongkos bus, lalu segera duduk setelah menerima kembalian dari sopir. Setelah dia hitung, ternyata uang kembalian dari sopir ada kelebihan 20 sen. 

Ada niatan sang imam untuk mengembalikan sisa kembaliannya itu karena memang bukan haknya. Namun terlintas pula dalam benaknya untuk tidak mengembalikannya, toh hanya uang receh yang tak begitu bernilai.

Umumnya orang juga tak ambil pusing dalam hal begini. Lagi pula, berapa sen pula yang didapat sang sopir karena sisa pembayaran penumpang yang tidak dikembalikan oleh kebanyakan sopir karena hanya receh, artinya sopir tidak rugi kalau ia tidak mengembalikan receh 20 sen itu.

Bus berhenti di halte pemberhentian sang imam. Tiba-tiba sang imam berhenti sejenak sebelum keluar dari bus, sembari menyerahkan uang 20 sen kepada sopir dan berkata, “Ini uang Anda, kembalian Anda ada kelebihan 20 sen yang bukan hak saya.”

Sang sopir mengambilnya dengan tersenyum dan berkata, “Bukankah Anda imam baru di kota ini? Saya sudah lama berpikir untuk mendatangi Masjid Anda demi mengenal lebih jauh tentang Islam, maka sengaja saya menguji Anda dengan kelebihan uang kembalian tersebut. Saya ingin tahu sikap Anda.”

Saat sang imam turun dari bus, kedua lututnya terasa lemas dan hampir jatuh ke tanah, hingga ia berpegangan pada tiang yang dekat dengannya dan bersandar.

Pandangannya menatap ke langit dan berkata, “Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam hanya dengan 20 sen saja.” (al-Brithani wa amaanatul Imam, Ahmad Khalid al-Utaiby).

MAKA BERDAKWAH TAK HANYA DENGAN DALIL , TAPI JUGA DENGAN AKHLAK, AGAR JANGAN SAMPAI ORANG-ORANG MENJAUH DARI ISLAM KARENA PERI LAKU KITA YANG JUSTRU TAK SEJALAN DENGAN APA YANG ISLAM GARISKAN.

Sumber: Majalah AR- RISALAH Edisi 162

RRIAds - Madu Ruqyah Manis (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 

February 13, 2018
thumbnail

Hukum Memakai Wifiq

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-08








  Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana hukumnya, tentang orang yang memakai wifiq dengan bertuliskan huruf al-Qur’an dan dimasukkan ke dalam dompet.

Sutarno

Tangerang.

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

  Saudara Sutarno yang mudah-mudahan diridhoi Allah, pada realitasnya di masyarakat kita, masih ada diantara saudara-saudara se-lslam yang menyimpan atau memakai benda-benda yang sejenis dengan itu. Alasan klasik yang mereka kemukakan adalah karena tidak tahu atau ada yang sudah tahu tetapi mereka masih ragu-ragu disebabkan yang memberi benda-benda seperti itu biasanya dikenal sebagai ‘tokoh agama’ yang tidak jarang memakai gelar-gelar seperti pak Haji, Ustadz, Kyai, dll.

  Saudaraku yang dirahmati Allah, setelah merujuk ke beberapa kitab Mu’jam (kamus) serta kitab-kitab tauhid, kami belum mendapatkan pengertian tersendiri tentang wifiq secara bahasa maupun istilah. Namun kita mendapatkan beberapa jenis bentuk dan ukuran serta isi sesuatu yang disebut wifiq itu dari pasien-pasien yang kita ruqyah, dari sisi aqidah lslamiyah wifiq ini termasuk didalam At-Tamaim (jimar-jimat). 

  Kata tamaim adalah bentuk jamak dari kata tamimah, yaitu sesuatu yang dikalungkan di leher atau bagian tubuh yang bertujuan mendatangkan manfaat / menolak madharat, baik kandungan jimat dari Al-Qur'an, atau benang, kulit, kerikil dan semacamnya. Orang-orang Arab biasa menggunakan jimat bagi anak-anak mereka sebagai perlindungan dan sihir atau guna-guna dan semacamnya.

Macam-macam jimat:

  Pertama, Yang tidak bersumber Al-Qur'an. Yang ini dilarang oleh syari’at Islam. Hukumnya: jika ia percaya bahwa jimat itu adalah subyek atau faktor yang berpengaruh, maka dia dinyatakan musyrik dengan tingkat syirik besar. Tapi jika dia percaya bahwa jimat hanya menyertai datangnya manfaat atau madharat, maka dia dinyatakan musyrik dengan tingkat syirik kecil.

  Di dalam Shahih Muslim dari Basyir Al-Anshary bahwa beliau pernah bersama Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam (SAW) dalam beberapa perjalanan, lalu Rasulullah SAW. mengutus seseorang untuk tidak menyisakan semua kalung yang digantung dileher keledai melainkan ia harus memotongnya.

  Imam Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan dari lbnu Mas'ud, ia berkata: “Aku telah mendengarkan Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya jampi (yang tidak syar’i), jimat dan tiwalah adalah syirik.” Tiwalah adalah sesuatau yang digunakan oleh wanita untuk merebut cinta suaminya (pelet), dan ini termasuk sihir.

  Kedua, Yang bersumber dari Al-Qur’an dalam hal ini, kaum salaf berbeda dalam dua pendapat: sebagian membolehkan, sebagian mengharamkannya.

  Pendapat yang kedua inilah yang terkuat. Karena dalil yang mengharamkan jimat berbentuk umum dan menyatakan bahwa memakai jimat sebagai perbuatan syirik dan tidak membedakan apakah jimat berasal dari Al-Qur’an atau bukan dari Al-Qur’an. 

  Kemudian, pendapat pertama tidak dilandasi satu pun dalil dari Al-Qur’an sendiri atau hadits. lnilah pendapat Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Ukaim dan para Tabi’in. Sebagaimana juga yang dinyatakan dalam kitab Tauhid karya Syekh Muhammad At-Tamimi hal 58. Dan difatwakan dalam Kitab Fatawa Muhimmah (Syekh bin Baz dan Syekh Utsaimin 1/111).

  Lebih jelas lagi Syekh Hafidz Ahmad AI-Hakami menegaskan, “Tidak diragukan lagi, bahwa ini akan lebih menjaga dari aqidah yang menyimpang. Terutama di zaman kita ini. Jika para shahabat dan tabi’in yang hidup di jaman keemasan dan iman mereka sebesar gunung, masih membenci hal ini maka di jaman kita ini yang penuh fitnah harus lebih kita benci. Karena sebagian orang telah mempergunakan keringanan ini untuk hal yang diharamkan dan menjadikannya sebagai tipu daya.” (Maarij Qobul 2/510).

  Dengan membolehkan jimat dari jenis kedua ini. sebenarnya kita telah membuka peluang menyebarnya jimat jenis pertama yang jelas-jelas haram. Maka sarana yang dapat mengantar kepada perbuatan haram mempunyai hukum yang sama dengan perbuatan haram itu sendiri.

  Jimat dilarang dalam syariat lslam karena ia mengandung makna keterkaitan hati dan tawakkal kepada selain Allah, dan membuka pintu bagi masuknya kepercayaan-kepercayaan yang rusak tentang berbagai hal yang pada akhirnya megantarkan kepada syirik besar.

 Selain itu, pemakaian jimat dari Al-Qur'an juga mengandung unsur penghinaan terhadap Al-Qur’an, khususnya di waktu tidur dan ketika sedang membuang hajat atau sedang berkeringat. Apalagi ditaruh di dompet yang setiap saat akan ia duduki dompet itu. 

   Hal yang demikian itu tentu saja bertentangan dengan kesucian dan kesakralan Al Qur'an. Selain itu juga, jimat ini dapat pula dimanfaatkan oleh para pembuatnya untuk menyebarkan kemusyrikan dengan alasan jimat jimat yang dibuatnya berasal dari Al-Qur'an.

  Kami sering mendapat para peserta ruqyah yang membawa jimat-jimat. Mereka mengatakan bahwa itu adalah ayat-ayat Al-Qur'an. Alanglah terkejutnya mereka setelah kita jelaskan dan kita bongkar jimar-jimat itu di depan mereka, ternyata isinya bukan ayat-ayat Al Qur'an, memang sebagiannya ada potongan dari sebuah ayat-ayat Al Qur'an yang telah di tambahkan didalam nya huruf-huruf hijaiyah yang terpisah - pisah, seperti huruf lam, yang ditulis beberapa kali dll. 

  Ada juga yang dikurangi sebagian kata atau hurufnya. Rupa-rupanya inilah rahasianya kenapa orang yang memberi benda-benda semacam itu selalu berpesan: “Jangan dibuka.” Dan biasanya benda-benda itu dibungkus dengan kuatnya bahkan terkadang berlapis-lapis, ini tak lain hanyalah untuk menghindari agar tidak terbongkar kesesatannya. Maka, berhati-hatilah. Wallahu a’lam.

Ust. H. Achmad Junaedi, Lc. MHi

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

RRIAds - Madu Ruqyah Pahit (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 08, 2018
thumbnail

Ilmu Kesaktian Ala Rasulullah?

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-01

  Semua ilmu itu datang dari Allah. Itu benar 100 %.... Bagaimana dengan ilmu kesaktian? Tahan bacok alias kebal, punya tenaga super hebat hanya dengan jemari tangan, dapat menghilang dan punya ilmu ringan tubuh....

  Nah, semua "kehebatan" seperti itu terjadi dengan izin Allah tapi belum tentu diridhoi Allah...! Jangan dilihat dari hasil kemampuan "super" yang dimiliki seseorang tapi lihatlah bagaimana proses ia mendapatkannya...

  Sementara orang ada yang membawa-bawa istilah ilmu hikmah dan ilmu karomah untuk melegimitasi kesaktian seorang santri atau kyai....

  Proses pencarian ilmu dan praktiknya diklaim memiliki legiitimasi pula dari al-Qur'an dan al-Hadits. Rapalan yang dibaca sebelum belajar dan latihan pun ayat-ayat al-Qur'an dan doa-doa Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam (SAW).

Dimana sesatnya? Kata sebagian pencinta ilmu hikmah itu.

  Saya hanya mengajukan beberapa pertanyaan: "Apakah ayat al-Qur'an itu sudah ada dizaman Nabi Muhammad SAW?".

Jawabnya "Sudah tentu.....!!!"

Pertanyaan kedua : "Siapa lebih tahu kegunaan suatu ayat? Kyai atau Rasulullah ?".

Jawabannya "Tentulah Rasulullah lebih tahu?".

  Pertanyaan pamungkas : "Mengapa Rasulullah tidak kebal dan mengapa sahabat Nabi juga luka terkena panah dan tombak?.

Jawabannya "......#*HNHHKHT^R)IJHYU%#$@$^(.....".

  Apa seorang Kyai lebih paham bahwa ayat ini untuk kebal, ayat itu untuk menghilang, ayat yang sononya lagi untuk meringankan tubuh...?

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

RRIAds - Sabun Bidara Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 01, 2018