thumbnail

Ciri-ciri Praktik Perdukunan

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-27


Berikut ini di antara ciri-ciri praktik perdukunan yang bisa kita kenali menurut syariat lslam. Siapapun pelakunya, apapun gelar dan titelnya, bagaimana-pun penampilannya, kalau pada praktik kerjanya, atau cara pengobatan yang dilakukannya, serta cara memberikan solusi dari permasalahan yang kita hadapi terdapat unsur-unsur di bawah ini, secara sebagian atau keseluruhan, maka bisa dipastikan kalau dia seorang dukun.

1.     Bertanya namanya dan nama ibunya. 

2.     Minta benda atau barang bekas pakai (pakaian, celana dalam, sapu tangan, kaos, sarung, dan lainnya. Bahkan ada juga yang minta foto pasien dan rambutnya, serta hari pasaran atau weton kelahirannya.

3.     Minta hewan dengan jenis dan corak tertentu sebagai administrasi praktiknya.

4.     Menulis rajah dan mantra-mantra syirik, yang terkadang dicampur dengan ayat-ayat al- Qur'an atau kalimat thaiyibah.

5.     Membaca mantra-mantra dan jampi-jampi yang tidak bisa dipahami, atau baca ayat dan doa yang dicampur mantra syirik.

6.     Memberi jimat, gembolan, pegangan yang diyakini bisa menangkal bahaya atau mendatangkan berkah dan keberuntungan.

7.     Menyuruh pasiennya untuk mengisolir diri di tempat yang gelap, terpencil, atau tempat-tempat yang dianggap angker dan keramat.

8.     Melarang pasien untuk menyentuh air selama kurun waktu tertentu.

9.     Memberi jimat, isim atau rajah kepada pasien untuk ditanam di rumah, kantor, tempat usahanya, atau tempat lainnya.

10. Menebak lati diri pasien atau keperluannya sebelum pasien sermpat memberitahunya (weruh sak durungi winarah).

11. Melakukan proses pengobatan pasien dengan jarak jauh.

12. Menggunakan mediator dalam praktiknya, dengan mediator yang tidak sesuai dengan syariat islam atau mengandung unsur kesyrikan.
Kedua belas poin di atas adalah fenomena praktik perdukunan yang menonjol. Masih ada lagi poin lainnya yang harus kita waspadai. Kita harus banyak belajar agar tidak terjerumus dalam praktik perdukunan yang ada.

Rumah Ruqyah Indonesia
February 27, 2018
thumbnail

Meruqyah Wanita yang Bukan Mahram

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-25


Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bagaimana memberikan terapi ruqyah kepada yang bukan muhrim (mahram)? 

Wassalam 

 Joko P. DM XII/39 Tembalong. 

Jawaban 

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh Sebenarnya banyak juga yang menanyakan tentang hal tersebut. Semoga semua itu menunjukkan perhatian akan pentingnya menjaga batas-batas hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dalam syariat Islam di tengah-tengah dahsyatnya gempuran budaya asing yang tidak mengenal batas-batas tersebut. 

Bahkan, batas-batas itu pun tetap harus dijaga meski kita sedang menterapi seseorang yang bukan mahram. Memang, semestinya yang mengobati perempuan ya perempuan. Tetapi dikarenakan masih minimnya muslimah yang terjun menangani terapi ruqyah untuk kasus-kasus seperti itu maka dibolehkan seorang laki-laki muslim untuk memberikan terapi kepada kaum perempuan yang bukan mahramnya. 

Akan tetapi hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini:

 · Jika Anda harus melakukan terapi kepada perempuan yang bukan mahrom, pertama-tama tentu Anda harus memperhatikan tata cara meruqyah secara umum yang sudah pernah dibahas disini seperti mengkondisikan tempatnya dari yang dilarang syariat lslam, misalnya: wanita yang tidak berjiIbab, laki-laki yang memakai perhiasan emas, gambar-gambar mahkluk yang memiliki ruh, membersihkan benda-benda jimat, rajah yang dipakai atau yang disimpan oleh yang akan diterapi. 

· Sedang kalau ingin meruqyah wanita yang bukan mahram, haruslah disertai oleh walinya atau mahramnya, dan jangan ada orang laki-laki lain yang bukan mahramnya yang melihatnya, hindari sentuhan kulit secara langsung dengannya. Maka pakailah sarung tangan ketika dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan seperti menepuk-nepuknya atau memijitnya serta memeganginya. 

 · Jika memijit atau menekan bagian-bagian yang "rawan" fitnah misal bagian dada, pinggul, perut, paha, gunakanlah alat bantu pemijit atau meminta bantuan suaminya atau mahramnya.

 · Hendaklah pasien memakai pakaian yang menutup semua auratnya secara sempurna, jangan memakai pakaian yang ketat, tembus pandang. Begitupun, Anda harus waspada akan tipu daya-tipu daya setan yang selalu mencari dan memanfaatkan kesempatan dalam kedharuratan, misal membayangkan sesuatu yang terkait dengan lawan jenis.

 Jika timbul perasaan-perasaan seperti itu cepat-cepatlah berpaling dan dan beristighfar. Selain itu, yang tetap juga harus Anda jelaskan, ialah bahwa terapi ruqyah hanya perantara. Yang bersangkutan harus juga melakukan usaha secara mandiri. 

Terutama dengan terus berusaha memurnikan tauhid, menjauhi kemusyrikan, mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah-ibadah yang sudah disyari’atkan. Dalam menjalankan semua itu, sarankan agar bekerja sama dengan para keluarga, misalnya suami, atau saudara. 

Demikianlah jawaban untuk saudara Joko, mudah-mudahan berkenan dan bermanfaat. Semoga jawaban ini juga bermanfaat bagi yang lainnya. Kepada para penanya yang suratnya belum dimuat mohon bersabar. 

 Akhirnya, kepada Allah jua kita memohon kekuatan, perlindungan dan petunjuk, agar kita bisa tetap berjalan di jalur yang lurus, jalur Rasul dan orang-orang beriman yang mengikuti sunnahnya dan menjauhi bid’ah-bid’ah yang dilarangnya. 

Wallahu a’lam. 

 Ust. H. Achmad Junaedi, Lc. MHi 

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia
February 25, 2018
thumbnail

Lagi-lagi Sihir

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-21

Malam Jum'at adalah waktu kami untuk melayani pasien yang tidak bisa datang ke tempat kami. Biasanya pasien yang kami datangi mereka yang sakit parah, karena kesibukan sehingga tidak bisa datang ke tempat kami atau tempat/rumahnya yang perlu diruqyah.

Seperti salah satu pasien kami berikut ini. Namanya SG berprofesi sebagai masinis, Ia sakit sudah lama hingga harus beberapa kali operasi. Saat sakit kambuh biasanya datang pada tengah malam, hingga badan terasa lemas, perut sakit luar biasa seperti ada sesuatu di dalamnya.

Sakit yang dialaminya sudah hampir tiga tahun. Masih melekat dalam ingatannya ketika awal pertama sakit. Saat itu setelah jalan-jalan bersama keluarga dan ”teman-teman kantor" ia jatuh sakit.

"Ah..mungkin kecapekan", pikir SG, tidak memperdulikan sakitnya.

Namun, ternyata sakit itu terus berlanjut hingga SG sering keluar masuk Rumah Sakit.

Setiap akan jatuh sakit SG sering mimpi yang buruk-buruk. Bahkan yang aneh lagi jika ia sedang sakit ada seorang wanita mantan "teman dekatnya" yang selalu menanyakan kabarnya melalui telepon. Wanita yang saat ini sudah dianggap seperti keluarga karena masing-masing sudah berumah tangga. Bahkan karena akrabnya wanita ini sering menginap beserta suaminya di rumahnya.

Namun ada yang aneh setiap teman wanitanya menginap sang suami tidak tidur tapi seperti melakukan ritual dirumah SG. Kecurigaan pun mulai terjadi, "jangan-jangan sakitnya ini ada yang tidak beres", pikir SG. Hingga untuk itulah SG mengundang kami.

Ruqyah pun dimulai, saat kami bacakan ayat-ayat ruqyah SG langsung muntah-muntah.

Ketika kami tanya "apa melihat sesuatu keluar bersama muntah tadi?"

"Ya..saya seperti melihat benda-benda keluar melalui mulut."

Ruqyah kami lanjutkan kembali saat ini SG merasakan perutanya sakit seperi di ikat tali, dan ketika perut dipegang sangat jelas seperti ada " lilitan tali" yang mengikat tubuhnya.

Kami berfikir ini pasti SIHIR. Kami pun membacakan kembali ruqyahnya, hingga pasien muntah-muntah kembali. Dan ketika kami tanya "apakah melihat sesuatu keluar?". SG menjawab "Ya..lilitan tali yang ada di perut suadah keluar".

Alhamdulillaah, SG pun merasakan lega di perut setelah "TALI" itu keluar.
Laa haula walaa quwwata illaa billaah...

Cilacap Ruqyah Centre
February 21, 2018
thumbnail

Tanda Matinya Hati

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-18


Saat seseorang menasehatimu ketika kau maksiat, lalu engkau benci. Hatimu sudah mati...

Saat engkau mendengar azan, engkau gelisah. Hatimu mati...

Saat engkau melihat orang sholeh, engkau benci. Hatimu mati...

Saat engkau diajak sholat, engkau tersinggung. Hatimu mati...

Saat engkau menyaksikan kebaikan, justru engkau tunjukkan keburukan. Hatimu mati....

Jika hatimu sudah mati, apalah artinya wajahmu yangg tampan dan cantik..

Jika hatimu sudah mati, nggak ada gunanya manis mulutmu yang mengatakan kemanusiaan dan keadilan.

Segeralah cari tahu di mana hatimu akan disemayamkan, agar engkau menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada lagi tempat untuk kembali kecuali pada Allah...

Karena Dia-lah Yang Mampu Menghidupkan yang mati..

Bertaubat dan sadari secepatnya kematian hatimu...

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai
February 18, 2018
thumbnail

Penampakan Jin Api

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-15


Seorang nenek ditemani sang cucu hidup berdua tidak jauh dari tempat kami. Sang nenek sudah lama ditinggal mati suaminya, sehingga ia hidup hanya ditemani sang cucu. 

Pun sama dengan sang cucu ia sendiri adalah seorang yatim sudah lama ditinggal sang ayah, sementara sang ibu merantau ke pulau seberang dan tinggal beserta suami barunya.

Suatu sore kami diminta untuk datang kerumah guna mendo'akannya, sehubungan akhir-akhir ini ia mempunyai keluhan yaitu berat untuk berjalan. Kejadian bermula saat ia di suatu sore menjelang Maghrib beserta sang cucu dalam keadaan santai di rumahnya TIBA-TIBA melihat KOBARAN API besar di bawah tempat tidur, yang kebetulan sang cucu saat itu sedang berada di atasnya.

Bukan main paniknya, ingin berteriak minta tolong tapi mulut bagaikan terkunci.Yang terpikir saat itu adalah ia harus menyelamatkan sang cucu. Segera diraihnya sang cucu, dan Alhamdulillaah sang cucu bisa diselamatkan. Dipeluknya sang cucu sembari membaca istighfar berulang-ulang. Dipandanginya api yang berada di bawah tempat tidur itu, bukannya membesar tetapi perlahan-lahan api itu pun mengecil dengan sendirinya, api pun padam.

ANEH tidak ada bekas sesuatu pun terbakar di tempat itu, padahal seharusnya api yang sebesar itu sudah membakar kasur dimana sang cucu tadi berada. Spontan badan sang nenek menggigil karena ketakutan, kaki terasa lemas tak kuasa untuk berjalan. Itulah sebabnya sang nenek mengundang kami.

Setelah mendengarkan penuturan sang nenek tadi, kami pun langsung membacakan ruqyah kepadanya. Kami perhatikan kaki sang nenek bergerak-gerak terus tanpa henti. Hingga ketika kami pijat kaki sang nenek ia kesakitan padahal kami tidak keras dalam memijatnya. 

Ruqyah pun kami lanjutkan, getaran kaki itu pun semakin kuat dan tiba-tiba sang nenek merasakan sesuatu lepas dari kakinya. Getaran itu pun berhenti. Dan Alhamdulillaah sang nenek pun sudah merasakan ringan di kakinya.

Alhamdulillah.
Cilacap Ruqyah Centre
February 15, 2018
thumbnail

Berdakwah dengan Akhlak

Posted by rumah ruqyah on 2018-02-13


SEORANG imam masjid di London,  Inggris biasa naik bus untuk bepergian. Kadang-kadang ia membayar ongkosnya langsung pada sopir bus (bukan kondektur).

Suatu kali ia membayar ongkos bus, lalu segera duduk setelah menerima kembalian dari sopir. Setelah dia hitung, ternyata uang kembalian dari sopir ada kelebihan 20 sen. 

Ada niatan sang imam untuk mengembalikan sisa kembaliannya itu karena memang bukan haknya. Namun terlintas pula dalam benaknya untuk tidak mengembalikannya, toh hanya uang receh yang tak begitu bernilai.

Umumnya orang juga tak ambil pusing dalam hal begini. Lagi pula, berapa sen pula yang didapat sang sopir karena sisa pembayaran penumpang yang tidak dikembalikan oleh kebanyakan sopir karena hanya receh, artinya sopir tidak rugi kalau ia tidak mengembalikan receh 20 sen itu.

Bus berhenti di halte pemberhentian sang imam. Tiba-tiba sang imam berhenti sejenak sebelum keluar dari bus, sembari menyerahkan uang 20 sen kepada sopir dan berkata, “Ini uang Anda, kembalian Anda ada kelebihan 20 sen yang bukan hak saya.”

Sang sopir mengambilnya dengan tersenyum dan berkata, “Bukankah Anda imam baru di kota ini? Saya sudah lama berpikir untuk mendatangi Masjid Anda demi mengenal lebih jauh tentang Islam, maka sengaja saya menguji Anda dengan kelebihan uang kembalian tersebut. Saya ingin tahu sikap Anda.”

Saat sang imam turun dari bus, kedua lututnya terasa lemas dan hampir jatuh ke tanah, hingga ia berpegangan pada tiang yang dekat dengannya dan bersandar.

Pandangannya menatap ke langit dan berkata, “Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam hanya dengan 20 sen saja.” (al-Brithani wa amaanatul Imam, Ahmad Khalid al-Utaiby).

MAKA BERDAKWAH TAK HANYA DENGAN DALIL , TAPI JUGA DENGAN AKHLAK, AGAR JANGAN SAMPAI ORANG-ORANG MENJAUH DARI ISLAM KARENA PERI LAKU KITA YANG JUSTRU TAK SEJALAN DENGAN APA YANG ISLAM GARISKAN.

Sumber: Majalah AR- RISALAH Edisi 162
February 13, 2018