Untuk Kita Para Peruqyah !!!


Saat ini banyak sekali saudara-saudara kita yg terjun ke dunia ruqyah tanpa ada yg dapat menghalangi...
Yang sudah ikut training dan dapat sertifikat ratusan bahkan (mungkin) ribuan..

Yang lagi antri menunggu kesempatan, masih ada sederetan panjang tiada terhitung. Ephoria ruqyah syar'iyyah menghentak jiwa para pemuda umat ini tanpa mengukur kemampuan diri yang sesungguhnya..
Menjadi peruqyah atau praktisi ruqyah yang berupaya membantu sesama dalam kesulitan adalah perbuatan terpuji..

Niatnya baik, tujuannya juga mulia, memang itulah landasan dari kebanyakan mereka...
Tapi cukupkah keikhlasan semata yang menjadi modal ?
Tidak, tapi ilmu yang berkaitan dengan ruqyah serta yang terkait dengannya sangat penting dan begitu luas.
Tidak akan dapat dikuasai hanya dalam jam-jam terbatas di ruangan seminar....
Jika sudah diberi mandat untuk menjalankan amanat, jangan cepat puas. Pujian dan sanjungan serta banyaknya pemuja jangan memudahkan kita untuk tertipu...

Tidak ada yg berhak menghentikan lajunya gerakan ruqyah di Indonesia kecuali hanya Allah..
Oleh karena itu jangan sampai ketika kita tertipu dan merasa kebal nasehat, Allah yang akan membuat skenario "pemberhentian" kita di jagat ruqyah..

Segera sadarkan "tauhid" kita kembali ketika begitu deras datangnya pujian dan sanjungan, kita merasa ruqyah yang kita lakukan telah mendapat "singgasana" di hati manusia.
Dan kita memutuskan sendiri bahwa apa yang sudah kita perbuat dan praktikkan adalah yang terbaik dari sekian banyak orang yang melakukannya..

Seorang peruqyah yang hanya punya waktu untuk melayani orang yang sakit, tapi tidak punya waktu duduk di majlis ilmu, tidak pula tertarik membaca karya-karya ulama tentang persoalan yang sedang digelutinya adalah peruqyah yang miskin.
Perlu dikasihani karena ia telah tertipu oleh setan.

Seorang peruqyah yang hanya pandai mengucapkan ayat-ayat al-Qur'an tanpa mampu mentadabburinya, tidak lebih dari seekor burung beo yang pandai berucap tapi tidak memahami apa yang dikatakannya...
Mari sadarkan diri kita, wahai para peruqyah !!!

Saya bukanlah orang yg paling berilmu diantara kalian semua, tapi marilah kita saling mengingatkan jika berbuat salah...
Saat kita dipanggil "ustadz" yang kedalaman maknanya sungguh tiada terselami, maka tidak ada cara lain : kita harus meng-up date ilmu terus menerus dan belajar sampai gelar "ustadz" itu pantas bertengger di pangkal nama kita..
Jika tidak, nantikan skenario Allah yang akan menggulingkan "singgasana" anda yang sudah bertahta di hati manusia...

Saat Allah membuat skenario, kehinaan yang paling hina bisa saja menimpa kita..
Na'udzubillahi min dzalik !!!
Renungkanlah karena kehidupan ini terus berputar. Saat kita di atas, merendahlah agar ketika kita berada di bawah, akan ada orang yang mengangkat kita kembali naik ke atas. Bukan terbenam dan terkubur ditelan waktu.

Musdar Bustamam Tambusai

Comments