Menyelamatkan Korban Tumbal Pesugihan

Kisah Ruqyah dari Solo Menyelamatkan Korban Tumbal Pesugihan

Ini adalah kisah nyata. Terjadi di Solo. Saya tulis berdasarkan penuturan sahabat saya ustadz Samzaini.

Ustadz Samzaini sedang menangani pasien yang berumur 28 tahun. Dan segera akan menikah.

Pasien ini sakit stroke kata dokter. Tapi ada yang aneh,…biasanya, stroke menyerang sebelah badan yang sakit.

Misalnya, kaki dan tangan kanan yang terkena stroke, akan tidak berfungsi.

Atau tangan kiri dan seluruh anggota badan sebelah kiri tidak berfungsi, jika terkena stroke.

Pasien ini tidak begitu keadaannya. Kaki kiri lumpuh, tangan kirinya bisa berfungsi.

Kaki kanan berfugsi dengan baik, tangan kanannya lumpuh.

Dan dari keanehan yang sudah hampir setahun itu, akhirnya ustadz Samzaini di undang untuk meruqyah.

Ustadz samzaini memulai ruqyah. Dibacakannya ayat-ayat ruqyah.

Pasien diam tapi badannya bergetar. Matanya nanar seperti mencari-cari sesuatu.

Usatadz Samzaini menelusuri titik persembunyian jin yang ada di tubuh pasien.

Pas di tekan tulang ekornya, pasien menjerit. Berteriak keras dan kesakitan.

Suaranya berubah marah!

“Kamu keluar wahai Jin yang ada dalam tubuh hamba Allah ini.”

“Saya tidak mau…..!”

“Kenapa kamu tidak mau…??”

Jin diam.

Ustadz Samzaini mengambil minyak bidara yang sudah di racik oleh ustadz Subur Diaulhaq.

Ramuan minyak bidara dan haba’atussaudah yang di tangan Ustadz samzaini di semprotkan ke hidung dan tulang ekor pasien.

Mendadak sontak geger di rumah itu. Pasien menjerit-jerit luar biasa!

Jin tetap gak mau keluar. Warga sekitar pada berdatangan….

Suasana gaduh sekali….

Ustadz Samzaini memegang ibu jari pasien….“Kenapa kamu gak mau keluar jin?” tanya ustadz .

“Saya disuruh membunuh anak ini….!!!!!!!!!”

Semua yang hadir kaget. Terutama ayah dan ibu dari pasien. Suasana hening…Hanya ada suara dialog antara ustadz dengan jin yang bersemayam di tubuh pasien.

“Siapa yang menyuruhmu?” Tanya ustadz berikutnya.

“Masih saudara sendiri dengan anak ini…”

“Untuk apa kamu disuruh membunuh?”

“Untuk dijadikan tumbal pesugihan (kekayaan)!”

Kedua orangtua pasien kaget bukan kepalang.

“Ustadz…” kata ayah pasien.

“Ini harus di tuntaskan ustadz…saya tidak terima anak saya dijadikan tumbal…”

“Iya pak. Bapak sabar dulu, sekarang kita lagi proses. Siapa tahu jin ini berbohong….” Kata ustadz Samzaini menenangkan ayah pasien.

“Injih ustadz,…”

Sekarang ustadz Samzaini kembali menekan tulang ekor pasien.

“Jin, Sekarang gak usah berbelit-belit. Kamu keluar atau kamu saya racun sampai mati…” ancam ustadz dengan rileks.

“Baik,..baik…baik,…saya mau keluar,..tapi saya minta diantarkan pulang kerumah majikan saya,….”

Semua orang saling pandang. Jin ini minta diantar pulang kerumah majikannya.

Setelah jin menyebutkan nama majikannya. Seluruh yang hadir lega.

Tapi ustadz Samzaini masih ragu. Jangan-jangan jin ini berdusta dan membuat tipu daya.

Kemudian ustadz samzaini meyakinkan jin yang ada di tubuh pasiennya, bahwa memang nama yang disebutkan itu adalah majikannya.

Ayah pasien segera mencari mobil. Untuk membawa anaknya ke rumah sebuah nama yang memang dikenal oleh keluarga ini. Pamannya sendiri, yang rumahnya berjarak 3 km dari tempat tinggalnya.

Ustadz Samzaini dan keluarga pasien berangkat ke rumah yang disebutkan oleh jin, yang katanya adalah majikannya.

Sesampai disana,…

Ayah pasien langsung tak kuasa menahan amarahnya.

Terjadi keributan… Tapi ustadz samzaini mampu menenangkannya.

“Bapak, kami kesini untuk mengkonfirmasi apa yang dikatakan jin dalam tubuh anak ini…”Ustadz memulai percakapan.

Setelah suasana reda.

“Tidak! Saya tidak punya jin…seperti itu…” bapak ini menolak.

“Kalau sampean tidak mengakui saya,…!!! Saya bunuh sampean dan keluarga sampean…!! Jin yang ada dalam tubuh pasien membentak marah.

“Saya tunjukkan tempat tinggal saya,…!!! Ayo ustadz, di bawah kolong tempat tidur dikamar itu, (sambil menunjuk kamar pribadi yang punya rumah) ada kamar dibawah tanah.

Buka saja ubinnya. Di bawah ubin ada pintu dan tangga untuk masuk kebawah…” jin itmemberitahu.

Ayah dan keluarga pasien bergegas menuju kamar dimaksud.

Yang punya rumah pucat pasi. Panik dan gemetar.

Dan benar saja……

Dibawah tempat tidur ada ubin yang tidak disemen. Menempel pada papan tebal persegi empat, yang rupanya lubang untuk masuk kekamar bawah tanah.

Dengan penerangan hape, tampak ada sesajen dan 4 botol besar berisi macam–macam persembahan.

Ayah pasien segera keluar dari ruang itu. Diikuti ustadz Samzaini dan yang lainnya.

Akhirnya keributan terjadi lagi. Yang punya rumah mengakui sendiri. Bahwa memang dia mempunyai pesugihan. Dan keponakannya akan di jadikan tumbal.

Dengan mengirim jin untuk menyakiti sampai mati. Ayah pasien tambah marah.

Akhirnya, ustadz Samzaini menengahi kedua belah pihak agar berdamai….

Dengan nasehat ustadz, keluarga ini mulai menerima saran ustadz.

Jin akhirnya keluar dari tubuh pasien. Dan ustadz Samzaini beserta pasien pulang dari rumah itu dengan lega.

Dalam perjalanan pulang, ustadz Samzaini masih gak habis pikir.

Seorang yang memelihara pesugihan tadi itu, fisiknya sangat tidak sesuai dengan faktanya.

Kalau dia memelihara jin. Pasalnya, bapak itu terkenal dermawan. Berjenggot panjang.

Menunjukkan ciri-ciri orang yang taat agama.

Kaya dan usaha konveksinya maju. Tapi, mengapa bekerjasama dengan jin ????

#Misgianto Pribadi

Comments