Saat Bertemu Ular Di Rumah


Apakah ular yang memangsa dan menelan utuh seorang warga beberapa pekan yang lalu adalah jelmaan jin?

Seseorang, dengan tombaknya, di masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bertarung dengan seekor ular di rumahnya hingga yang bersangkutan tewas dan ular tersebut pun mati.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari Abu as-Saaib:

دخلت على أبي سعيد الخدري. فوجدته يصلي. فجلست أنتظره حتى يقضي صلاته. فسمعت تحريكا في عراجين في ناحية البيت. فالتفت فإذا حية. فوثبت لأقتلها. فأشار إلى: أن اجلس. فجلست. فلما انصرف أشار إلى بيت في الدار. فقال أترى هذا البيت؟ فقلت: نعم. فقال: كان فيه فتى منا حديث عهد بعرس. قال فخرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى الخندق. فكان ذلك الفتى يستأذن رسول الله صلى الله عليه وسلم بأنصاف النهار فيرجع إلى أهله. فاستأذنه يوما. فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم "خذ عليك سلاحك. فإني أخشى عليك قريظة" فأخذ الرجل سلاحه. ثم رجع فإذا امرأته بين البابين قائمة. فأهوى إليها الرمح ليطعنها به. وأصابته غيرة. فقالت له: اكفف عليك رمحك، وادخل البيت حتى تنظر ما الذي أخرجني. فدخل فإذا بحية عظيمة منطوية على الفراش. فأهوى إليها بالرمح فانتظمها به. ثم خرج فركزه في الدار. فَضطربت الحية في رأس الرمح. وخر الفتى ميتًا. فما يدري أيهما كان أسرع موتا. الحية أم الفتى؟ قال فجئنا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكرنا له. وقلنا: ادع الله يحييه لنا. فقال "استغفروا لصاحبكم" ثم قال

“Aku masuk menemui Abu Sa’id al-Khudriy di rumahnya yang saat itu sedang melaksanakan shalat. Aku pun duduk menunggu sampai ia menyelesaikan shalatnya. Lalu aku mendengar bunyi sebuah gerakan di pelepah kurma di pojok rumah, lalu aku menoleh. Ternyata ada seekor ular, maka aku melompat untuk membunuhnya. Abu Sa’id al-Khudriy memberiku isyarat agar aku duduk saja. Akupun duduk kembali.

Setelah Abu Sa’id selesai shalat, ia menunjuk ke sebuah rumah di komplek itu, lalu ia bertanya : “Kamu lihat rumah itu? ”. Aku menjawab : “Ya”.

Abu Sa’id berkata : “Di rumah itu ada seorang pemuda dari keluarga kami yang baru saja menjadi pengantin baru”.


Abu Sa’id melanjutkan : “Kami berangkat bersama Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam menuju peperangan Khandaq. Ketika itu pemuda tersebut memohon ijin kepada Rasulullah di tengah hari untuk pulang menemui istrinya.

Maka ia pun meminta ijin di hari itu. Beliau bersabda kepadanya : “Bawalah senjatamu, karena aku khawatir orang-orang Yahudi Quraidhah menyerangmu”.


Laki-laki itu mengambil senjatanya, lalu ia pulang. Tiba-tiba didapatinya istrinya sedang berdiri di tengah pintu, lalu ia arahkan tombaknya untuk menikam istrinya (karena cemburu istri berada di luar rumah -ed).

Istrinya mengatakan kepadanya : “Tahanlah tombakmu dan masuklah ke rumah agar kau tahu apa yang membuat aku keluar”.

Laki-laki itu masuk. Ternyata seekor ular besar melingkar di atas tempat tidur. Ia menikam ular tersebut dengan tombak.


Lalu ia bergembira karena itu dan menancapkannya di halaman. Selanjutnya ular tersebut menggeliat di ujung tombak dan mematuk sang pemuda hingga tewas. Tidak diketahui mana yang lebih dahulu mati, ular tersebut atau si pemuda.

Hal ini dilaporkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda :

"إن بالمدينة جنا قد أسلموا. فإذا رأيتم منهم شيئا فآذنوه ثلاثة أيام. فإن بدا لكم بعد ذلك فاقتلوه. فإنما هو شيطان".

“Sesungguhnya di Madinah ini ada sekelompok jin yang telah masuk Islam. Apabila kalian melihat sebagian dari mereka (di rumah kalian -ed), maka berilah ia ijin untuk tinggal selama tiga hari (untuk keluar/pergi). Jika ia masih terlihat setelah itu, maka bunuhlah karena ia adalah syaithan”. [1]

Kesimpulan

1. Di antara jenis jin adalah ular. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

الجن ثلاثة أصناف : صنف لهم أجنحة يطيرون في الهواء. وصنف حيات وعقراب، وصنف يحلون ويظعنون

“Jin itu ada 3 macam : 

(1) Jenis yang mempunyai sayap dan terbang di udara, 
(2) jenis ular dan kalajengking, dan 
(3) jenis yang menetap dan berpindah-pindah ”. [2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

والجن يتصورون في صور الإنس والبهائم فيتصورون في صور الحيات والعقارب وغيرها وفي صور الإبل والبقر والغنم والخيل والبغال والحمير وفي صور الطير وفي صور بني آدم. هــ.

“Jin bisa menyerupai wujud manusia dan binatang. Mereka bisa menjelma dalam bentuk ular, kalajengking, dan lainnya. Dan pula dalam bentuk onta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai, burung, ataupun dalam bentuk anak Adam/manusia ”. [3]

2. Bisa jadi ular yang kita temui baik di rumah atau di sawah -dan dimanapun- termasuk jin. Hanya saja pada dasarnya, kita tidak bisa memastikan apakah termasuk jin atau bukan dan kita tidak dibebani oleh syariat untuk mengetahuinya.

3. Di antara jerat-jerat syaithan adalah melakukan pembunuhan terhadap anak Adam.

Catatan:

Apakah semua ular yang ada adalah jelmaan jin berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?

الحيات مسخ الجن كما مسخت القردة والخنازير من بني إسرائيل

“Ular-ular adalah jelmaan jin sebagaimana kera-kera dan babi-babi adalah jelmaan Bani Israaiil”.[4]

Tidak. Hadits tersebut tidak bermakna semua ular yang ada adalah jelmaan jin. Ahli ilmu menyebutkan, makna hadits tersebut bahwa ada sebagian ular yang merupakan jenis jin. Dengan kata lain, tidak semua ular adalah jelmaan jin sebagaimana tidak semua kera dan babi adalah jelmaan Bani Israil.

Catatan Kaki:

[1] HR Muslim
[2] HR ath-Thabarani, al-Haakim, dan al-Baihaqiy. Dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahiihul-Jaami’ (no. 3114).
[3] Risalah al-Jin, hal. 32
[4] HR Ibnu Hibban, ath-Thabaraniy, dan Ibnu Abi Haatim. Dishahihkan oleh al-Albaniy dalam ash-Shahiihah (4/439 no. 1824)

Penyusun: Yani Fahriansyah Asrama, April, 2017

Comments