Syarat Kambing Hitam Sang Orang Pintar

 SYARAT KAMBING HITAM SANG ORANG PINTAR
Jum'at, 18 Jumadil Akhir 1438 H - 17 Maret 2017



 
Bismillaah... Seorang bapak sekitar usia 50 th datang ke tempat kami, ia datang sendirian dengan menggunakan bis umum. Pak Haji Soleh sebut saja namanya (bukan nama sebenarnya).

Setelah sebelumnya datang ke tempat kami, namun tidak bertemu karena kami tidak di tempat. 

"Assalamualaikum" ucapnya 

"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk" jawab kami. 

"Alhamdulillah akhirnya saya bisa ketemu dengan Pak HAJI" demikian bapak tersebut memanggil kami. (hehe.. padahal belum berangkat haji, do'akan ya...agar kami dapat menunaikan ibadah Haji). 

"Begini Pak HAJI, saya sudah sakit lama tapi tidak sembuh-sembuh. Sudah berobat ke bermacam dokter, sudah opname beberapa kali masih sama saja. 

Bermacam "orang pintar" sudah saya datangi, berbagai persyaratan sudah saya penuhi. Pernah saya berobat ke Tasikmalaya dan diminta syarat untuk menyediakan sepasang kaki kambing hitam yang depan.

Kemudian saya turuti dengan pesan kaki kambing tersebut ke tukang sate, namun setelah saya bawa kaki kambing yang diminta orangnya menolak karena katanya kaki kambing tersebut bukan kambing hitam, tapi di badannya ada belang putihnya. 

Dan saya pun pulang kembali, setelah saya tanya ke tukang satenya ternyata benar itu kambing ada belangnya. Akhirnya saya beli sendiri kambing hitam satu ekor lalu dibawa ke orang tersebut akhirnya orang tersebut mau menerimanya.

Namun hingga saat ini saya belum sembuh juga Pak HAJI. Saya juga sudah satu bulan tidak kerja ngantor, gimana saya mau kerja walau sudah datang di kantor saja saya tidak bisa apa-apa karena badan saya lemas?" demikian pak haji Soleh menceritakan tentang dirinya.

 "Emang Pak Haji kerja dimana?" tanya kami. 

"Saya kerja di salah satu instansi pemerintah di Banjar Jawa Barat. Saya PNS" jawabnya. 

"Maaf Pak Haji, apa bapak tidak punya masalah dengan orang-orang di kantor?" tanya kami.

 "Perasaan saya tidak Pak HAJI, hubungan saya baik-baik saja dengan teman-teman di kantor" jawab pak Haji Soleh. 

 "Mungkin di lingkungan atau dirumah?" tanya kami lagi untuk mencari titik permasalahan yang di alaminya.

 "Dilingkungan, saya punya toko tiga di pasar itu baik-baik saja dengan karyawan ataupun pelanggan. Tapi kalau di rumah memang saya pernah ada masalah dengan tetangga. 

Ceritanya begini, saya punya tetangga dia itu membangun rumah, tapi salah satu saluran pipanya ada masuk ketanah saya, itu sudah saya tegur tapi tidak diindahkan. Hal ini sudah berlangsung lama. 

Hingga ketika saya akan membangun kembali rumah saya dan saya minta untuk memindahkan, tetangga saya itu malah marah-marah. Sejak setelah itu saya sering sakit-sakitan Pak HAJI." tutur pak Haji Soleh.

 "Baik pak Haji, walau demikian kita tidak boleh berburuk sangka kepada siapapun, apalagi sampai menimbulkan dendam. Yang terpenting adalah kita serahkan semuanya kepada Allah, mudah-mudahan Alloh meridhoi ikhtiar kita ini, sehingga Alloh memberikan kesembuhan. Baik kita mulai saja ruqyahnya pak Haji, silahkan dengarkan bacaan Qur'an kami" 

Selanjutnya kami bacakan ayat-ayat Al Qur'an kepadanya, dan pak Haji langsung kesurupan. 

Sepertinya ia akan melakukan perlawanan, tenaganya kuat sekali, untuk mempercepat penanganan kami pun segera mendudukkan pasien, kemudian... "Ukhruj yaa 'aduweallooh, keluar hai musuh Alloh. 

Dengan izin Alloh pasien pun muntah-muntah hingga akhir ruqyah selesai. "Bagaimana pak Haji rasanya sekarang?" tanya kami. 

"Alhamdulillah sekarang enteng rasanya, tapi masih ada sedikit rasa sakit. Sementara cukup dulu pak HAJI saya lemas sekali. In syaa Alloh saya pekan depan Ruqyah lagi". ujar pak Haji Soleh yang terlihat masih berkeringat. 

Usai Ruqyah yang kedua kalinya, terdengar kabar dari pelanggan pak haji Soleh yang datang ketempat kami, bahwa beliau sudah sehat dan kembali menjalankan aktifitas di kantor dan tokonya. Alhamdulillah, laa haula walaa quwwata illaa billaah. Semoga Alloh selalu memberikan kesehatan kepada para pasien kami 

Cilacap Ruqyah Center

Comments