Skip to main content

Pencabutan Ilmu Kuda Lumping

Pencabutan Ilmu Kuda Lumping
Kamis, 2 Rajab 1438 H - 31 Maret 2017

 

Bismillaah... 

Dua orang laki-laki, kakak beradik datang ketempat kami. "Assalamualaikum. Mau ketemu sama pak Achmad" kata salah satu dari mereka. 

"Wa'alaikumussalam. Saya sendiri, silahkan masuk." jawab kami. 

"Maaf pak..saya mau konsultasi, katanya disini bisa ruqyah." kata laki-laki tersebut. 

"Gimana, apa yang bisa dibantu" tanya kami. 

"Begini pak, saya punya anak akhir-akhir ini sering sekali sakit, terus saya juga sama sering sakit sesak nafas seperti asma. Dan satu lagi saya susah sekali mengatur uang, rasanya uang kok gak jelas habisnya. Padahal sudah direncanakan untuk ini itu tapi selalu saja habis ga jelas. 

Apa ini ada hubungannya dengan apa yang pernah saya punyai?. Dulu saya pemain kuda lumping dan pernah "diisi", kalau kata "orang tua" yang diisikan macan. Di samping itu saya punya keris kecil, pemberian dari kakek. 

Tapi kata "orang tua" lagi kerisnya sekarang sudah menyatu di tubuh saya. Nah, saya disarankan teman supaya kesini menemui bapak. Kira-kira apa yang harus saya lakukan". demikian laki-laki tersebut menceritakan permasalahannya. 

"Ohh..kalau pernah diisi berati harus dibuang, anda ikhlas untuk membuangnya?." tanya kami. 

"Iya Pak, saya ikhlas. Apa yang harus saya lakukan?" tanya laki-laki itu. 

"Anda harus diruqyah." jawab kami. 

"Baik pak, saya siap" jawabnya. 

"Tapi untuk antisipasi supaya kami dapat konsentrasi, anda harus mengajak teman paling tidak empat orang. Karena kalau untuk dilepaskan biasanya jin nya ga mau. Bagaimana?" tanya kami.

 "Baik pak, saya hubungi rumah dulu." kata laki-laki tersebut. 

Lima belas menit kemudian datanglah enam orang laki-laki yang siap mendampingi proses Ruqyah. Mereka duduk sambil melihat dan memperhatikan kami meruqyah. 

"Baik kita mulai saja ruqyahnya." kata kami. 

"Kami peringatkan semua jin yang ada pada tubuh saudara kami ini, atas permintaan dari yang bersangkutan, kalian diminta untuk keluar dari tubuh ini. Keluarlah sebelum kami bacakan ayat-ayat Al Qur'an dan kalian akan terbakar atas izin Alloh. Keluarlah...!" demikian kami memberi peringatan kepada jin yang ada pada tubuh laki-laki tersebut. 

Tidak lama kemudian laki-laki tersebut langsung muntah-muntah banyak sekali. "Bagaimana mas, apa anda merasakan ada sesuatu yang keluar beserta muntahan tersebut, atau anda melihat sesuatu keluar?" tanya kami. 

"Ya, saya merasakan sesuatu keluar dan saya melihat ada keris yang keluar dari tubuh saya." jawab laki-laki tersebut. Selanjutnya kami membacakan ayat kursi beberapa kali dan iapun muntah-muntah kembali. 

"Bagaimana mas rasanya sekarang?" tanya kami lagi. "Alhamdulillah tadi ada udara yang keluar dan sesak nafas asmanya hilang." jawab laki-laki tersebut. 

Namun tiba-tiba... "Auuummm"...  

Seorang pengantar yang mendampingi dengan mata dan muka merah serta jari-jari dengan kukunya siap mencakar, terdengar di belakang kami. 

Segera kami persiapkan tempat untuk menampung kalau-kalau dia nanti muntah. "Kami peringatan kalian keluar dari tubuh ini..!" hardik kami. 

"Auumm.." bagai seekor harimau orang tersebut siap menerkam mangsanya. 

"Sekali lagi kami peringatan kalian keluar dari tubuh ini...!" kali ini suara kami lebih keras.. Dan Alhamdulillah orang tersebut muntah-muntah dan sadar kembali. 

"Bagaimana mas, apa ada yang keluar?" tanya kami.

 "Ya.. ada. Seekor macan." katanya. 

"Sekarang bagaimana, apa anda juga mau melepaskan juga yang ada pada anda?" tanya kami lagi. 

"Ya.." jawabnya. 

"Baik sekarang anda berwudhu dulu". Pinta kami. 

Setelah siap selanjutnya kami pinta supaya ia berbaring untuk mendengarkan ruqyah. Kami pun membacakan ruqyah padanya. 

Baru beberapa saat kami bacakan ia pun langsung kesurupan dan mengadakan perlawanan, spontan teman-teman yang tadi datang bersama memegangi orang tersebut. 

Kami pun memerintahkan jinnya untuk keluar. Dan tidak menunggu lama ia pun muntah-muntah kembali dan alhmdulillah setelah itu merasakan ringan di badan. 

Alhamdulillah, laa haula walaa quwwata illaa billaah.

Fb: Cilacap Ruqyah Centre

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…