Skip to main content

Membaca Surat Jin di Malam Hari, Jin akan Hadir

Sabtu, 03 Rabiul Awal 1438 H - 03 Desember 2016

Membaca Surat Jin di Malam Hari, Jin akan Hadir


Bolehkan kita membaca Surat Al Jin dimalam hari, untuk mengundang jin. Karena saya pernah mendengar cerita kalau Nabi SAW pernah didatangi oleh para jin ketika pada malam hari saat membaca Al jin. terima kasih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama, Kami tidak menjumpai adanya riwayat yang berisi anjuran untuk membaca surat jin di waktu malam.

Riwayat shahih yang kami jumpai terkait surat yang dianjurkan untuk dibaca di malam hari, hanya ada 2 surat,

[1] Surat as-Sajdah
[2] Surat al-Mulk

Dalam hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ (الم تَنْزِيلُ) وَ (تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ)

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sampai beliau membaca surat as-Sajdah dan surat al-Mulk. (HR. Ahmad 14659, Turmudzi 3135, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, jin pernah hadir ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca al-Quran 

Pernyataan ini benar, bahwa jin pernah hadir, mendengarkan dan memperhatikan bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan setelah itu mereka masuk islam dan menjadi da’i, mengajak bangsa jin untuk masuk islam.

Allah ceritakan ini dalam al-Quran,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ . قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (**) Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” (QS. al-Ahqaf: 29-30)

Ibnu Katsir membawakan riwayat bahwa ini terjadi ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat isya di daerah Nakhlah, di Ukadz. Di ayat lain, Allah juga menceritakan adanya jin yang mendengarkan al-Quran berikut testimoni mereka setelah mendengarkan al-Quran. Cerita itu Allah sebutkan panjang lebar di surat al-Jin,

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا . يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami. (QS. al-Jin: 1 – 2)

Sehingga isi dari surat al-Jin adalah cerita bahwa ada jin yang mendengarkan al-Qur’an yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita tidak tahu, surat apa yang kala itu dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga didengar para jin. Dan tidak ada kesengajaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membacanya di hadapan jin.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membaca al-Quran untuk jin, dan beliau juga tidak melihat jin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat bersama beberapa sahabatnya menuju pasar Ukadz. Sementara ada penghalang antara setan dan berita langit, dan ada banyak panah api yang mengintai mereka.

Akhirnya merekapun saling bertanya di kalangan bangsa jin. Mereka sepakat untuk mencari di ujung-ujung dunia, apa yang membuat mereka terhalangi untuk duduk di langit. Ternyata mereka menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat. Mereka mengarahkan dugaan itu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan ketika mereka mendengar bacaan al-Quran, mereka memperhatikannya, hingga mereka masuk islam dan mengajak kawan-kawannya untuk masuk islam. kemudian Allah ceritakan kejadian ini dengan Allah turunkan surat al-Jin. (HR. Ahmad2271 & Muslim 1034)

Ketiga, bahwa di manapun kita berada, kita akan selalu disertai jin.

Kita tidak perlu mengundang jin, karena di sekitar kita selalu ada jin yang menyertai kita.

Dan bagi anda yang tidak bisa melihatnnya hendaknnya bersyukur, karena Allah jadikan anda manusia normal, yang tidak bisa melihat jin. Justru mereka yang bisa melihat jin, dia kondisinya tidak normal, yang seharusnya diobati. Demikian,

Allahu a’lam

Ustadz Ammi Nur Baits

(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…