cookieChoices = {};
Home » » Ain Pada Seorang Ibu

Ain Pada Seorang Ibu

Written By Rumah Ruqyah on 2016-06-20 | 9:39:00 AM

Senin, 15 Ramadhan 1437 H - 20 Juni 2016



Digelapnya subuh terdengar suara bayi menangis pelan. "Assalamu'alaikum", suara bapak-bapak memberi salam depan pintu rumah.

"Wa'alaikumussalam, ada yang bisa saya bantu pak?"

"Saya mau nitip anak saya Bu, istri saya drop. Sekarang mau saya bawa ke RS, besar kemungkinan nanti bakalan diopname. Saudara jauh-jauh."

"Baik pak, ngga papa dede bayi disini aja, yang jadi masalah asupannya bagaimana? Si dede biasa pake ASI, kalau langsung ganti susu formula pasti nolak."

"Terserah ibu bagaimana baiknya, saya juga ngga ngerti."

"Bagaimana kalau saya jadikan anak susu. Bapak ijinkan?"

"Ya sudah silakan bu, tidak mengapa. Terima kasih bu."

****

Berdasarkan buku-buku yang pernah kubaca, bahwa produksi ASI sesuai yang dibutuhkan. Walhamdulillah acara menyusui 2 bayi lancar. Anakku yang usianya kurang lebih 6 bulan dan anak si bapak tadi yang seusia bayiku juga.

Suatu hari...datanglah tetangga main ke rumah. Dia takjub karena aku bisa menyusui 2 bayi.

"Waah, si ibu ini hebat ya, bisa nyusuin 2 bayi, ngga kurang ASI nya. Saya 1 bayi aja kurang bu."

Dengan entengnya kujawab, "Kita pede aja bunda."

(Maksud hati, klo kita pede ASI kita cukup, tentu ASI kita akan cukup juga)

Ngga lama, bunda pulang.

***

Berdiri di dapur, mau nyiapin Mp-ASI, tiba-tiba badan terasa lemas, tak kuat berdiri. Duduk lemas, kaki selonjor ke depan, kepala disandarkan di kulkas, serasa darahku berhenti mengalir. Kepala untuk sekedar menengok pun tak bisa. Hanya bisa memandang lurus ke depan.
 
Kupanggil suami yang alhamdulillah sedang ada di rumah. "Abang, tolong bikinin aku air madu dong, kok aku lemes banget."

Ku minum air madu. Tangan sudah tak kuat untuk memegang gelas. Lalu ku minum segelas air madu. Belum ada perubahan. Ku minum lagi segelas.

Ngga ada perubahan juga, dan semakin melemah. Ku kuatkan jiwaku. Ku baca al fatihah, al mu'awidzatain, ayat kursi. Ku resapi maknanya. Aku betul-betul minta perlindungan dari segala macam keburukan dan kejahatan.

Dan ternyata terus semakin melemah, sangat lemah. Yaa Hayyu Ya Qoyyuum...Ya Dzal Jalaali wal Ikrom...Ya Rohman Ya Rohiim....Ya Qowiyyu Ya Aziiz... terus aku berusaha meminta pertolongan kepada Allah dengan menyebut asmaNya yang husna.

Seakan yang berfungsi hanya tinggal akalku saja. jasadku sudah tak berdaya dan tak berkekuatan. Sekitar setengah jam-an terus berusaha membaca ayat-ayat Al Qur'an yg isinya tentang perlindungan dari segala keburukan.

"Abang, aku dah ngga kuat. Tolong bawa aku ke Rumah Sakit. Bayi titipin ke tetangga dulu." Tapi berpikir lagi, bagaimana bawanya. Untuk merubah posisipun aku dah ngga bisa. Mau pakai baju panjangpun sangat sulit. Kalaupun harus diangkat harus tetap dengan posisiku saat ini, duduk selonjor.

Ya Allah...berilah petunjukMu, pertolonganMu...

Terlintas....'AIN.

--- Bunda --- yaa...ucapan bunda tadi.

"Abang, tolong ambil segelas air minum, Abang pergi ke rumah bunda, bunda suruh minum ya.. tapi jangan dihabisin, sisain buat aku."

Abang kembali... dan bunda menyusul.

Langsung aku minum sisa bunda minum. Maa syaa Allah...serasa darahku mengalir lagi... Laa quwwata illa billaah.

Apakah aku terkena 'ain? Pikirku. Bismillah aku usaha dulu dengan penyembuhan terhadap 'ain dengan mengikuti petujuk Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.

"Abang, tolong siapkan air dibaskom. Bunda,,,tolong wudhu yaa...pakai air yg dibaskom. Basuh muka, tangan, kepala dan kakinya di atas baskomnya yaa,,,bekas kumur-kumurnya pun buang di baskomnya aja."

Bunda selesai wudhu...

"Abang tolong siramkan ke kepalaku air bekas wudhu bunda."

Setelah itu...Maa syaa Allah...Laa quwwata illa billah...tenagaku bertambah pulih. Kucoba berdiri. Aku bisa.

Lalu kusiramkan sisa air wudhu tadi ke seluruh tubuhku.

Saat itu juga tenagaku pulih. Aku bisa berjalan. Bunda langsung memelukku..."maafin aku ya bu...aku ngga tau apa yg terjadi sama ibu, apakah semua ini karena salahku?"

"Ngga papa bunda, semua terjadi atas takdirNya. Bunda ingat ngga...tadi pagi bunda memuji saya....takjub saya bisa menyusui 2 bayi. Bunda tidak mengucapkan,

"MAA SYAA ALLAH, ibu bisa menyusui 2 bayi."

Atau

"BAAROKALLOH, ibu bisa menyusui 2 bayi."

Saya pun lupa,,,dengan entengnya kujawab,, pede aja bunda. Kita lupa seharusnya kembalikan semua pujian adalah milik Allah. Kekuatan saya menyusui 2 bayi pun karena Allah."

"Ooo,,,begitu. Saya ngga tau bu. Jadi..kalo kita memuji apalagi takjub kepada seseorang kemudian tidak mengucapkan baarokalloh atau maa syaa Allaah bahaya yaa..."

"Ya...bahaya. Karena bisa menyebabkan 'ain."

"Saya baru tahu bu..."

"Tapi pengaruh 'ainpun berbeda-beda. Akan tetapi semuanya terjadi atas takdirNya. Apakah bunda pernah memperhatikan, kalau ada anak kecil dipuji...." Waaahh, anaknya gendut yaa...." terkadang malamnya sakit. Panas atau diare atau apa aja."

"Iya ya betul bu....ooo..itu 'AIN namanya. Berarti kalau kita mau muji anak,,,kita bilang --- maa syaa Allah anak ibu gendut yaa...., anak itu ngga akan terkena 'ain. Begitu ya bu?"

"Betul bunda, Insya Allah ngga akan terkena 'ain. Karena kita mengembalikan kesehatan, kekuatan, dan semua kebaikan yang ada pada anak tsb kepada Allah."

"Kok cara ibu menyembuhkan 'ain dengan cara tadi?"

"Oo...iya ...karena 'ain pernah terjadi pada sahabat Nabi kita, dan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam memberi petunjuk cara menyembuhkan 'ain seperti yang tadi kita lakukan."

"Ooo..gitu."

"Kalau mau baca-baca tentang 'ain bisa lihat di google, banyak kok. Kalau mau dengerin ceramahnya langsung ada Ustadz Muhammad Arifin Badri membahas dengan sangat detail."

"Ooo....gitu. Nanti saya cari bu di google."

Wasiyati Marhami
Share this article :

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran

 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger