Skip to main content

Taubatnya Seorang TKW dari Praktik Perdukunan


Taubatnya Seorang TKW dari Praktik Perdukunan
Jum'at, 23 Jumadil Akhir 1437 H - 1 April 2016


  Namanya Masita (Nama samaran), seorang ibu muda yang pandai bicara dan banyak bergaul. Dia sedang mengandung anak pertamanya. Suatu malam dia bermimpi didatangi oleh seorang "syaikh" berjenggot putih dengan pakaian serba putih, mulai jubah putih sampai sorban putih.

    Syaikh itu berkata "Wahai anakku, sesungguhnya engkau adalah wanita beruntung yang akan dikaruniai anak hebat. Anak yang engkau kandung ini akan diberi ilmu yang luar biasa. Akan tetapi, selama ia masih dalam kandungan bahkan sampai dia baligh, ilmu itu akan aku titipkan padamu.....".

  Singkat cerita, hari berlalu dan tidak ada tanda istimewa yang terlihat dalam perjalanan hidupnya. Anak itu kemudian lahir, kehidupan Masita pun belum merasa ada yang hebat. Hingga suatu hari, di salah satu rumah sakit di Medan, Masita dan anak bayi dalam gendongannya mengunjungi orang sakit.

   Dalam satu ruangan yang dipenuhi pasien, Masita melintasi seorang anak berusia lebih kurang 8 tahun, terbaring dalam keadaan lumpuh. Anak bayinya meronta-ronta dan Masita menatap ke wajah bayinya. Disitu ia merasakan sesuatu keanehan, dia merasa memahami bahasa bayinya!

   Bayi itu seakan berkata padanya "Ibu tolonglah kakak itu, dia sakit". Masita pun seperti terhipnotis dan mendekati anak yang lumpuh tersebut. Tanpa meminta izin kepada orangtuanya, Masita mengusap kaki anak itu sambil merafal sesuatu.

   Muncul keajaiban, sang anak lumpuh itu bangun dari tempat tidurnya sambil berjingkrak girang "Ayaaaaaah, aku bisa berdiri....". Senang luar biasa keluarga itu dan berterima kasih kepada Masita dan bayinya.

   Nama Masita pun mulai disebut dari mulut ke mulut hingga orang datang berduyun-duyun untuk menyelesaikan masalahnya.

   Anak Masita yang diberi nama "Hakiki" (nama samaran) pun mulai tumbuh besar dan berusia 8 tahun. Tapi, Hakiki tumbuh tidak seperti anak seusianya yang lucu, lembut dan suka berteman. 

   Hakiki justru menjadi anak yang suka mengganggu temannya, bahkan tidak jarang anak-anak seusianya dicakar, dipukul dsb hingga meresahkan orangtua lain.

   Kemampuan berbahasa pun tidak muncul, dia belum bisa berbicara. Seringkali, Hakiki terjatuh tiba-tiba dan mengalami pendarahan dibagian kepala hingga mengalami banyak jahitan.

  Masita kasihan sama anaknya, tapi dia tidak mampu berbuat apa-apa. Beberapa kali dibawa ke orang pintar dan sejenisnya, mereka malah takut dan menolak untuk menangani Hakiki. Sebagian mereka berkata "Ibu punya pendamping yang lebih hebat dari yang saya punya".

  Sang anak pun diobati sekedarnya saja karena untuk mengobatinya perlu biaya lebih banyak. Singkat cerita, Masita berangkat ke Malaysia mengadu nasib demi mendapatkan uang untuk keperluan keluarganya.

   Di Malaysia waktu itu, ada semacam undian berhadiah yang sangat diminati, termasuk para pekerja (TKI / TKW). Masita ikut memasang nomer dan selalu berhasil sehingga teman-temanya bertanya "apa resepnya"?

   Masita pun pasang tariff. Nama Masita pun dikenal dikalangan kelas menengah ke atas untuk menyelesaikan problematika kehidupan mereka. Kehidupan Masita sudah tidak lagi seperti layaknya TKW lain. 

   Dia hanya duduk, duit pun datang. Bahkan ada yang hendak membawa Masita ke Jepang untuk menangani salah satu keluarga warga Malaysia yang sakit disana. Tapi, tiada disangka Masita gagal berangkat karena surat dari suaminya di Medan menyuruh dia pulang karena kondisi Hakiki semakin gawat.

   Pulang ke Medan menjalani kehidupan layaknya ibu-ibu yang bekerja dirumahnya, memasak dan mencuci. Termasuk melayani suami. Sang suami sudah sangat rindu akan curahan kasih sayang dan minta untuk dilayani sebagai suami.

    Apa yang terjadi? Masita menolak melayani suaminya! Setelah menolak permintaan suaminya, dia berpindah ke kemar sebelah. Disana dia didatangi seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul entah dari mana. 

   Dikamar itu, mereka berdua melakukan hubungan suami isteri. Sementara suami dikamar sebelahnya, kesepian.

   Malam itu juga, dia merasa dirinya aneh dan menyesal hingga tidak dapat tidur. Akhirnya, dia menonton tv dan saat itu di TPI ada tayangan ulangan ruqyah.

   Dari awal mendengar bacaan ruqyah, Masita mengalami hal yang tidak wajar. Badan berkeringat, bergetar, mual dan pusing.

   Saat itulah dia bergumam "Ya Allah, pertemukan aku dengann ruqyah di Medan ini...". Besoknya, Masita dan anaknya melintas di depan klinik ruqyah kami dan bertanya hingga kemudian melakukan ruqyah bersama keluarganya.

   Saat diruqyah, reaksinya luar biasa. Sampai lebih kurang 3 kali ruqyah, beliau pun sembuh. Alhamdulillah. Kini beliau meninggalkan dunia perdukunan dan mencari nafkah halal dengan berjualan sarapan pagi di dekat salah satu kampus di Medan.
***
   Ini dukun pertama yang pernah saya tangani. Amalan beliau dalam setiap mengobati pasien adalah membacakan ratusan kali ayat Kursi dengan syarat membawa dua batang rokok .Saat diruqyah, jinnya minta syarat -syarat batang rokok agar dia mau keluar. Tentu kita tolak dan tegaskan "Keluar tanpa syarat !!!!".

Dikutip dari status pribadi Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…