Skip to main content

Seni Berobat Dalam Islam [3]

Seni Berobat Dalam Islam [3]
Sabtu, 17 Jumadil Akhir 1437 H - 26 Maret 2016 

Tazyin dalam pengobatan

  Meskipun rambu-rambu pengobatan dalam syari’at Islam telah jelas, namun pada kenyataannya banyak kaum Muslim yang tidak mentaatinya. Sampai saat ini banyak orang yang menghalalkan cara dalam mencari kesembuhan atau berobat.

  Saat terserang penyakit kulit yang tak kunjung sembuh setelah diterapi secara medis, atau mengkonsumsi obat-obat kulit yang ada, mereka menempuh jalur pintas.

  Makan daging cicak atau jenis binatang lainnya yang telah diharamkan oleh syari’at Islam.

  Saat terserang penyakit tumor ganas yang menurut perhitungan dokter spesialisnya, kondisinya sudah tak mungkin tertolong lagi secara hitungan medis, hanya tinggal nunggu kematian tiba.

  Lalu atas nama usaha dan demi kesembuhan, mereka datang ke praktik pengobatan alternative berbau klenik, yang menjanjikan penyembuhan sakitnya tanpa operasi.

  Kalaupun dengan operasi, operasinya misterius dan mistis, tidak mengeluarkan darah dan juga tidak menimbulkan luka dan tidak meninggalkan bekas sayatan. Aneh kan?

   Yang lebih aneh lagi. Mereka tidak merasa berdosa saat mengkonsumsi obat-obatan yang haram tersebut. Dengan alasan berobat, menurut mereka sah-sah aja, meskipun haram. Padahal, riwayat di atas secara jelas dan tegas Rasulullah melarang hal itu.

  Bahkan ada orang yang bangga dengan obat haram tersebut. Karena merasa sakitnya sembuh setelah minum obat itu, akhirnya dengan bangga ia bercerita kepada teman-temannya.

  Menasehati orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mengajak keluarganya ke dukun yang dianggap telah menyembuhkannya.

  Itulah tazyin syetan dalam pengobatan. Obyeknya merasa tidak bersalah meskipun melanggar syari’at. [Bersambung]

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…