thumbnail

Seni Berobat Dalam Islam [3]

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-26

Seni Berobat Dalam Islam [3]
Sabtu, 17 Jumadil Akhir 1437 H - 26 Maret 2016 

Tazyin dalam pengobatan

  Meskipun rambu-rambu pengobatan dalam syari’at Islam telah jelas, namun pada kenyataannya banyak kaum Muslim yang tidak mentaatinya. Sampai saat ini banyak orang yang menghalalkan cara dalam mencari kesembuhan atau berobat.

  Saat terserang penyakit kulit yang tak kunjung sembuh setelah diterapi secara medis, atau mengkonsumsi obat-obat kulit yang ada, mereka menempuh jalur pintas.

  Makan daging cicak atau jenis binatang lainnya yang telah diharamkan oleh syari’at Islam.

  Saat terserang penyakit tumor ganas yang menurut perhitungan dokter spesialisnya, kondisinya sudah tak mungkin tertolong lagi secara hitungan medis, hanya tinggal nunggu kematian tiba.

  Lalu atas nama usaha dan demi kesembuhan, mereka datang ke praktik pengobatan alternative berbau klenik, yang menjanjikan penyembuhan sakitnya tanpa operasi.

  Kalaupun dengan operasi, operasinya misterius dan mistis, tidak mengeluarkan darah dan juga tidak menimbulkan luka dan tidak meninggalkan bekas sayatan. Aneh kan?

   Yang lebih aneh lagi. Mereka tidak merasa berdosa saat mengkonsumsi obat-obatan yang haram tersebut. Dengan alasan berobat, menurut mereka sah-sah aja, meskipun haram. Padahal, riwayat di atas secara jelas dan tegas Rasulullah melarang hal itu.

  Bahkan ada orang yang bangga dengan obat haram tersebut. Karena merasa sakitnya sembuh setelah minum obat itu, akhirnya dengan bangga ia bercerita kepada teman-temannya.

  Menasehati orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mengajak keluarganya ke dukun yang dianggap telah menyembuhkannya.

  Itulah tazyin syetan dalam pengobatan. Obyeknya merasa tidak bersalah meskipun melanggar syari’at. [Bersambung]
March 26, 2016
thumbnail

Benarkah Nabi Adam hidup sezaman dengan Dinosaurus?

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-24



Benarkah Nabi Adam hidup sezaman dengan Dinosaurus?

Ada yang mengatakan malah Dinosaurus yang terlebih hidup, lalu sesudahnya baru hidup Nabi Adam.

Namun kenapa keberadaannya tidak termaktub dalam Al Qur'an maupun Al Hadits?

Simak videonya berikut ini

  
***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204, pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459

March 24, 2016
thumbnail

[Konsultasi Online] Kenapa Suami Saya Susah Sembuh

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-22

Selasa, 13 Jumadil Awal 1437 H - 22 Maret 2016


Seorang Ibu mengeluhkan keadaan suaminya yang tiada kunjung sembuh dari penyakitnya. Keluhannya sering terasa sakit badannya, kepala pusing, sering gelisah, tidak bisa jika malam tidur dsb. Apa yang terjadi?

***

Tanya [T]: Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Ustad, salam kenal. Saya L dari Purworejo. Saya mau konsul tentang penyakit suami saya yang tak pernah sembuh, dan setiap ke dokter, kata dokter dia baik-baik saja cuma kecapean.

Rumah Ruqyah Indonesia [RRI]: Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, silahkan bu

[T]: Sudah sekitar 1 tahun ini suami meriang tidak pernah sembuh. Selalu mengeluhkan badannya sakit, kepalanya sakit. Selalu gelisah, kalo malam tidak bisa tidur, dan yang lebih parahnya dia jadi pemalas dan tidak mau beribadah. Menurut Ustadz, saya harus bagaimana menyembuhkan suami saya?

[RRI]: Suami kerja apa?

[T]: Suami saya tidak kerja Ustadz. Berkali-kali dia mencoba melamar kerjaan, tapi selalu tidak diterima

[RRI]: Sejak kapan tidak bekerja?

[T]: Sudah setaun ini suami saya tidak punya pekerjaan tetap. Dan sudah sebulan ini dia benar-benar tidak bekerja

[RRI]: Kenapa? Lalu aktivitasnya apa?

[T]: Bingung saya juga Ustadz. Tiap saya tanya kenapa dia tidak bekerja, selalu jawabannya mau kerja apa?

Sudah nyari kerjaan kesana kemari, gak ada orang yang mau terima kerja

[RRI]: Lalu yang menafkahi keluarga?

[T]: Tidur, saya yang bekerja

[RRI]: Tapi suami ibu mau sembuh?

[T]: Mau Ustadz

[RRI]: Suruh suami ibu bekerja. Obatnya hanya itu

[T]: Sudah Ustadz, saya sampai selisih paham karena masalah ini.

[RRI]: Maksudnya?

[T]: Saya sudah menyuruh dia kerja, saya pun juga sering memberinya uang buat mencari kerja bahkan saya pun sudah memberinya modal buat usaha, tapi semua sia-sia, modal usaha habis dan suami saya juga sampai saat ini tidak bekerja

[RRI]: Suami ibu tidak punya motivasi hidup. Coba carikan komunitas, buku, teman atau apapun yang bisa membuatnya termotivasi

[T]: Sudah Ustadz, yang ada dia marah-marah, katanya saya membanding-bandingkan, bahkan kemarin kami sempat punya anak, tapi itu tidak merubah sifatnya, dia tetap malas dan tidak mau bekerja. Saya bingung harus bagaimana lagi menyadarkan suami saya...

[RRI]: Bagaimana makan keluarga?

[T]: Bahkan sampai saya memutuskan pergi dari rumah dan bekerja diluar pulau pun tidak merubah sifat suami saya. Kalo cuma makan, kami masih jadi 1 dengan mertua, tapi kami punya tanggungan bank, yang harus kami bayar tiap bulan

[RRI]: Agak susah jika mempunyai pasangan yang hopeless. Teman saya, seorang wanita mirip ibu. Bertahun-tahun tidak kerja, mengharap belas kasih orangtua. Akhirnya qadarullah, tahun kemarin retak pernikahannya.

Sedih memang, tapi gak ada kemauan sang suami teman saya. Semoga ibu gak bernasib seperti teman saya, namun juga ada batas waktu. Guna suami juga sadar, dan tidak terlena dengan dunianya sendiri Masih punya tanggung jawab istri dan anak

Alasan tidak ada pekerjaan, alasan dibuat-buat. Jika suami ibu tidak jaim, bisa merintis jadi kuli panggul di pasar, buruh, tk ojek, supir angkot/taksi dan banyak lagi Atau berdagang. Entah dengan modal sendiri, atau bagi hasil

[T]:  Ustad apakah sebaiknya saya membantu dia lagi? memberinya modal lagi. Sedih rasanya hati saya, melihat suami jadi bahan cemoohan tetangga karena keadaan dia. Setelah semua modal,semua bantuan yang saya berikan dia abaikan.

[RRI]:  Tentu, kenapa enggak? Insya Allah ketulusan ibu tetap membuahkan pahala. Namun tak kalah penting terus menyemangati beliau

[T]: Aminnnn,trimakash pak Ustad sarannya

***

Sejatinya, memang suamilah sang pencari nafkah. Namun, jika Allah Menggariskan belum bekerja, atau baru berhenti dan menjadi putus asa bagaimana sang istri yang baik menyikapi? Menyalahkan atau mengambil alih?

Sebelum anda memilih salah satu, kami sarankan membaca artikel “Ketika Tulang Rusuk Menjadi Tulang Punggung”


Ingin Konsultasi Online juga? Silahkan lihat caranya disini
March 22, 2016
thumbnail

Pengiriman Herbal RRI via Driver Ojek Online

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-17


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, bagi ingin yang memesan air ruqyah Rumah Ruqyah Indonesia atau herbal lainnya, untuk seputaran Jakarta, Insya Allah sekarang bisa. Dengan pengiriman via driver ojek online, semua produk favorit antum bisa dikirimkan.

Ingin tahu cara dan harga produk herbal kami?

Silahkan hubungi Front Office kami di: 021 - 808 72602 / 085105035459
March 17, 2016
thumbnail

Dunia yang [Tak] Tampak: Alam Jin

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-15



Jin tercipta dari Samum. Apa itu Samum? Yaitu Api yang tak mengeluarkan asap. Bagaimana detilnya? Yuk, langsung disimak aja videonya berikut ini. 

  
***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204, pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459

March 15, 2016
thumbnail

Video Profile Rumah Ruqyah Indonesia

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-13




Rumah Ruqyah Indonesia Present. Kami, bersatu dalam visi dan misi yang sama. Berdakwah memurnikan Tauhid dengan Ruqyah



  
***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 08138442754, Ust Aries Fathoni
March 13, 2016
thumbnail

Fakta Tentang Makhluk Ghaib

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-10



Dunia Alam Ghaib, salah satunya dunia jin sangat gamblang dijelaskan dalam Islam. Terbukti, adanya surah Jin (72). Namun bagaimana, selain luar Islam? Apakah mereka juga menjelaskan secara detil? Yuk, langsung disimak aja videonya berikut ini. 

  
***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459

March 10, 2016
thumbnail

Seni Berobat Dalam Islam [2]

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-09


Seni Berobat Dalam Islam [2]
Rabu, 29 Jumadil Awal 1437 H - 09 Maret 2016

 
Berobat itu Ibadah

  Berobat saat kita sakit termasuk tindakan yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya. Dan pelakunya akan mendapatkan pahala atas jerih payahnya dalam berobat ke sana kemari, jika cara berobatnya tidak menyimpang dari syari’at.

  Dana yang ia keluarkan termasuk infak di jalan Allah, tenaga yang dikerahkannya termasuk berjuang di jalan Allah. Kepenatan dan kesabarannya saat mencari kesembuhan akan dibalas oleh Allah dengan pengampunan dosa dan pelipatgandaan pahala.

  Oleh karenanya, Rasulullah melarang kita berobat dengan sesuatu yang diharamkan. Entah itu obat yang diminum, pengobat yang didatangi, cara pengobatan yang digunakan, serta proses pengobatan terapi yang dijalani.

  Semuanya harus bersih dan terhindar dari hal-hal yang diharamkan. Sehingga upaya kita tersebut, betul-betul menjadi rangkaian ibadah yang menghasilkan pahala.

   Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam Bersabda; “Sesungguhnya Allah telah menjadikan obat bagi setiap penyakit. Maka berobatlah kalian, tapi janganlah kalian berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Daud).

  “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menjadikan kesembuhan kalian pada suatu yang haram.” (HR. Abu Ya’la. Imam Al Haitsami menyatakan bahwa para perawinya Shahih. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/86).

  Abdullah bin Mas’ud berkata; “Janganlah memberi minum anak-anak kalian dengan arak (khamr). Karena anak-anak kalian terlahir dalam keadaan fitrah (suci).

  Barangsiapa yang memberi mereka minum dengan sesuatu yang haram, maka dosanya ditanggung oleh si pemberi minum. Karena sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan kesembuhan pada sesuatu yang telah diharamkan kepada kalian.” (HR. Thabrani. Imam Al Haitsami menyatakan bahwa para perawinya Shahih. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/72). Itulah seni berobat dalam Islam. Itulah rambu-rambunya. [Bersambung].
March 09, 2016
thumbnail

[Konsultasi Online] Suamiku Digoda Wanita Lain

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-07

Senin, 27 Jumadil Awal 1437 H - 07 Maret 2016


Seorang istri via konsultasi online mengeluhkan perihal suaminya yang digoda wanita lain. Padahal, sang suami dikenal baik, taat beribadah dan sayang pada keluarga. Apakah ada unsur ‘guna-guna’?

ooOoo

Tanya [T]: Assalamu'alaikum Perkenalkan nama saya Y seorg IRT (Ibu Rumah Tangga). Boleh saya bertanya pada RRI tentang masalah yang saya hadapi?

 Mungkin RRI bisa membantu mencari solusinya. Suami saya sedang digoda oleh wanita. Padahal suami saya itu pribadi yag gak neko-neko dan setia. Orangnya agamis. Walo kerjanya dilingkungan banyak wanita, tapi baru kali ini dia bisa tergoda oleh wanita.

Saya  sudh menasihati dia dengan baik-baik dan berusaha sabar dengan semua tingkah laku dia, selingkuh dengan wanita lain. Dia jadi pribadi yang lain yang bukan saya kenal.

Dia jadi jauh dari quran, jauh dengan keluarga, dinasehati dengan agama juga ga mempan. Dengan kegigihan saya  dan kesabaran menghadapinya,  pernah dia putus dan balik lagi ke saya dengan penyesalan yang dalam.

Tapi setelah dia ketemu dengan wanita itu lagi, dia luluh kembali dan kembali berhubungan lagi. Setelah saya selidiki dari orang dekat / yang pernah berhubungan dengan wanita itu. Ternyata kasusnya hampir sama.

 SeMarah-marahnya / sejengkel-jengkelnya dan sakit hati seperti apapun kalo sudah ketemu muka / berhadapan langsung / mendengar suaranya pasti hatinya langsung luluh dan ga bisa berbuat apa-apa. Apapun keinginan dia pasti dituruti.

Yang ingin saya tanyakan apakah wanita itu menggunakan pelet/sihir kepada suami saya. Bagamana cara mengatasinya?  Mungkin ada doa/zikir yang bisa saya lakukan? Saya sering memperdengarkn kaset rukyah tapi sepertinya ga ngaruh.

Rumah Ruqyah Indonesia [RRI]: Wa'alaikumsalam Sebelumnya saya ikut prihatin atas musibah yang ibu dan keluarga alami. Semoga Allah cepat angkat masalah ini dan semoga keluarga ibu rukun kembali.

 Sebelum 'menyalahkan' pihak lain, ada baiknya coba kita muhasabah dulu. Mungkin ada prilaku, penampilan dsb ibu yang membuat suami ibu tidak nyaman?

[T]:  Maaf sebelumny saya sudah komunikasikan hal ini kepada suami saya. Apakah ada yang ga berkenan dari diri saya sehingga dia berbuat seperti itu. Tapi dia jawab ga da. Dia jawab saya sudah baik menjadi istri dan ibu anak-anak. Walopun kita sama-sama ada kekurangan tapi bisa saling ngerti.

[RRI]: Apakah suami ibu bisa dipastikan jujur?

[T]:  Iya...suami saya memang orangnya jujur. Sebelum ada ujian inipun kita sering komunikasikan segala sesuatu tentang apapun termasuk segala kekurangan dan masalah apapun. Tapi semenjak kenal wanita itu dia jadi sering / belajar berbohong. Saya juga bertanya kenapa dia jadi seperti ini, jawabannya ga tau.

[RRI]: Apakah beliau ada keluhan suka pusing? Suka mimpi buruk? Atau pundak terasa berat?

[T]:  Betul Kadang dia mau benturin kepala ke tembok katanya pusing banget. Trus sering bilang bahunya sakit. Trus orang-orang dirumah juga bilang suami saya kaya orang bingung, pandangn katanya seolah kosong. Dia suka mondar mandir seperti orang bingung.

[RRI]: Membaca keterangan ibu, sepertinya ada indikasi. Namun untuk memastikan, luang waktu ibu dan suami ke kantor kami untuk dicheck dengan ruqyah syar'iyyah

[T]: Kantornya dimana ya? Tapi kalo suami ga mau bagaimana?

[RRI]: Bukankah suami ibu mau mencari jalan keluar? Katakan aja seperti itu, datang ke kantor kami. Konsultasi dan dilanjutkan dengan ruqyah Alamat kami: Jl Kelurahan Lama no 56 Rt 04 Rw 15 (Jl Raya Bogor) Cililitan, Kramat Jati, 100 meter dari PGC ke arah Kramat Jati (Kanan Jalan), Sebrang Ramayana Baru. Putaran pertama, langsung ke sebrang (masuk gang). Ada plang Rumah Ruqyah Indonesia. Telp 021-8087 2602 - 0851 0503 5459. buka setiap hari, dari jam 08.30 s/d 5 sore.

[T]: Kalo kantor cabang ada ga?

[RRI]: Ibu dimana posisinya?

[T]: Saya ada di purwokerto. Terus suami saya liburnya cuma hari minggu

[RRI]: Kantor cabang di Purwokerto belum ada. Coba ibu siasati untuk datang ke Jakarta

[T]: Saya pikirkan dulu, karena anak-anak saya masih kecil dan ga ada pengasuh. Kalo masalah izin kerja sangat sulit karena di swasta. Apa ada cara lain, misal zikir apa yang harus saya lakukan. Saya sering baca al matsurat apa itu bisa?

[RRI]: Saya ajari ruqyah mandiri dulu ya. Untuk ibu sendiri, nanti bisa dipraktekkan buat yang lain

[T]: Jazakallah

[Beberapa jam kemudian, setelah memberikan salam]

[T]: Bagaimana? Anda jadi mengajarkan saya rukyah mandiri?

[RRI]: Insya Allah, sudah sholat Dzuhur?

[T]: Sudah. Alhamdulillah

[RRI]: Masih ada wudhu dan masih memakai mukena?

[T]: Saya masih menjaga wudhu tapi ga pake mukena

[RRI]: Silahkan pake mukena, menghadap kiblat dan kabari saya jika sudah

[T]: Baik...
[Beberapa menit kemudian]. Sudah siap pak

[RRI]: Sebelumnya saya mau tanya dulu. Apa suka mengalami pusing? Mimpi buruk? Atau pundak terasa berat? Apa punya amalan/wiridan khusus? Atau punya jimat/isim/susuk dsb?

[T]: Kalo pusing iya sama mimpi, kadang seperti ditindih walo sebelum tidur dah berwudhu dan doa. Kalo amalan/wiridan khusus ga ada paling dzikir biasa, jimat juga gak punya

[RRI]: Sejak kapan mengalaminya?

[T]: Sudah lama, tapi tepatnya kapan saya kurang ingat. Mungkin sekitar 5 bulan yang lalu.

[RRI]: Sebelumnya belum pernah?

[T]: Belum, kadang bagian leher terasa kaku

[RRI]: Baik, ibu sudah siap?

[T]: Siap

[RRI]: Silahkan ibu istighfar min 10x. Niatkan taubat, minta maaf kepada Allah atas kesalahan selama ini. Yang disengaja maupun tidak. Niatkan juga memohonkan jalan keluar atas masalah yang ada. Silahkan

[T]: Sudah, saya sampai nangis

[RRI]: Kenapa menangis bu?

[T]: Saya teringat dosa-dosa saya

[RRI]: Alhamdulillah. Ibu mengakui dosa-dosa yang ada. Masih ada kesempatan bertaubat. Siap melanjutkan?

[T]: Siap

[RRI]: Hafal al fatihah, ayat kursyi, al ikhlash, al falaq dan annas?

[T]: Hafal

[RRI]: Silahkan baca satu persatu. Setiap selesai baca, tiup kekedua belah tangan dan balurkan sekujur tubuh

[T]: Sudah selesai, kenapa saya terus menangis setiap baca suratul al quran

[RRI]: Alhamdulillah, ada terasa sakit, panas, atau yang aneh lainnya

[T]: Pusing dikit. Kalo panas maksudnya panas berkeringat / panas badan kalo dipegang

[RRI]: Terasa sesudah ruqyah mandiri?

[T]: Panas bagian leher. Sekarang bagian leher terasa dingin

[RRI]: Pegang bagian sakit/panas/dingin. Bacakan ayat kursyi hingga terasa baikan

[T]: Baik

[RRI]: Sambil pijat2/ditekan juga gpp bu

[T]: Ok. Sudah

[RRI]: Gimana sekarang?

[T]: Lumayan .Hati saya juga sedikit tenang

[RRI]: Alhamdulillah. Ibu sudah berhasil meruqyah. Minimal diri sendiri. Ibu bisa tingkatkan dengan meruqyah rumah ibu

[T]: Saya pernah mencoba merukyah rumah dengan ditambah surat dari al baqoroh, al kahfi sama suratan dari almatsurat. Apa benar begtu?

[RRI]: Tau darimana? Apakah ada perubahan?

[T]: Dari buku. Boleh saya bertanya? Saya punya kaset rukyah apa bisa untuk merukyah rumah?

[RRI]: Bisa, tapi kurang ampuh. Karena sesungguhnya yang bikin terasa khasiatnya dari niat sang pembaca

[T]: Tapi tidak sering, cuma sekali Berarti harus baca sendiri

[RRI]: Sama halnya saat ibu meruqyah diri tadi. Ada niatan kuat dari ibu, hingga terasa khasiatnya. Benar. Silahkan baca surah al baqarah sampai selesai. Niatkan meruqyah rumah. Dan rasakan perbedaannya

[T]: Oh begitu, betul juga. Kalo ada niatan kuat dari hati mungkin lebih berasa

[RRI]: Bukan mungkin, memang seharusnya. Innama amalu bi niat. Segala sesuatu berawal dari niat

[T]: Apakah bisa pengaruh buat orang rumah juga kalo dirukyah rumahnya

[RRI]: Insya Allah. Jika ada pengaruh sihir yang dilancarkan ke rumah, insya Allah bisa mematahkan.

[T]: Boleh saya bertanya lagi? Apakah bisa merukyah seseorang lewat media air yang dibacakan ayat rukyah.

[RRI]: Air itu hanya sebagai alat bantu. Ibu juga membuatnya. Selesai membaca al baqarah, tiupkan ke air. Buat minum dan mandi

[T]: Jazakalloh khoiron kashiron Trimakasih apa yang telah diajarkan. Semoga bermanfaat.

[RRI]: Waiyyaki

Ingin Konsultasi Online juga? Silahkan lihat caranya disini
March 07, 2016
thumbnail

Ketika Imam Malik Menjawab; Saya Tidak Tahu

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-06


Ketika Imam Malik Menjawab; Saya Tidak Tahu [1]
Senin, 01 Februari 2016 - 22 Rabiul Akhir 1437 H


  Nafi menceritakan; “Suatu ketika seorang laki-laki bertanya kepada Sahabat Ibnu Umar. Mendengar pertanyaan itu Ibnu Umar mengangguk-angguk, namun tak sepatah kata pun yang keluar dari lisannya.

  Orang yang hadir menyangka Ibnu Umar tidak mendengar pertanyaannya, sehingga si penanya tadi berkata kepada putra Umar bin Khaththab itu; “Yarhamukallah (semoga Allah Merahmatimu), tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?”

  Ibnu Umar menjawab; “Tentu aku mendengarnya, akan tetapi sepertinya kalian menyangka bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menanyaiku terkait dengan jawabanku atas pertanyaanmu.

  Tinggalkan kami, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmatimu hingga kami memahami pertanyaanmu. Jika kami ada jawabannya kami akan sampaikan, namun jika tidak kami pun akan memberi tahumu bahwa kami tidak punya ilmunya.”

  Dalam riwayat itu tidak disebutkan isi pertanyaannya. Namun, siapapun yang membaca cerita ini boleh jadi akan heran. Pasalnya, putra Umar bin Khaththab yang dikenal dengan keluasan ilmunya ini tak sanggup memberikan jawaban.

  Sebenarnya, ketidaksiapan Ibnu Umar memberikan jawaban juga menunjukkan keluasan ilmunya. Ia tahu persis jika mengatakan sesuatu dalam urusan agama tanpa dasar ilmunya akan berakibat fatal.

   Karenanya, yang melakukan seperti ini sebenarnya bukan hanya Ibnu Umar. Sahabat yang lain pun demikian. Ketika mereka ditanya, dan tidak tahu jawabannya maka tanpa canggung akan mengatakan; “Saya Tidak Tahu”.

  Abu Bakar as–Siddiq bahkan pernah berkata; “Langit mana yang akan menaungiku, bumi mana yang bisa kutempati berpijak jika aku berani mengatakan sesuatu tentang makna Al Qur’an jika aku tidak mengetahuinya.”

  Imam Malik juga pernah ditanya dengan puluhan pertanyaan. Namun, yang beliau jawab hanya empat pertanyaan. Sisanya dijawab: “Saya Tidak Tahu”. Selengkapnya
March 06, 2016
thumbnail

Lagu Chrisye "Pengadilan Hari Terakhir"

Posted by rumah ruqyah on 2016-03-02

Lagu Chrisye "Pengadilan Hari Terakhir"
Rabu, 22 Jumadil Awal 1437 H - 2 Maret 2016


  Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Chrisye atau Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON. Berikut petikannya:

  Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” 

   Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. 

   Menilik kegiatan saya yang lain,deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

    Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. 

   Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

  Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. 

  Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

  Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

   Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

   Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

***

  Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:

  "Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. 

   Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. istri saya, Yanti, sampai syok!

    Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

   Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

   “Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

   Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

   Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. 

    Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

   Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada "take" ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

   Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

   Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luar biasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir.

Syair lagunya :

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lgi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinyaTanggung jawab, tiba...
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon Karunia
Kepada kami
Hambamu
Yang hina

Surah Yasin ayat 65:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dilakukannya

March 02, 2016