Skip to main content

Aku Melawan Teluh Atasanku [4] - Selesai



Titik Balik, berkenalan dengan Terapi Ruqyah
Senin, 06 Jumadil Awal 1437 H - 15 Februari 2016



Pada terapi berikutnya keluargaku banyak bercerita. Katanya, dalam tubuku banyak jinnya.
Tapi Alhamdulillah, Allah memudahkan proses keluarnya. Sakit kepala dan sesak nafas yang biasanya tidak absen dalam setiap minggu, kini mulai jarang kurasakan.

  Meski banyak rintangan yang kurasakan dalam perjalanan rumah tangga yang masih seumur jagung, tapi aku tetap berusaha sabar mencari jalan terbaik, termasuk mencari obat untuk kesembuhan.

  Barangkali Allah sedang mengujiku. Sejak saat itu aku mulai berusaha mendekatkan diri dengan ibadah yang lebih baik, yang selama ini telah banyak kulalaikan.

  Dalam kepasrahan, aku banyak berdoa semoga Allah memberi kemudahan atas kesabaranku ini.

  Juli 2005 tanpa sengaja aku melihat tayangan sinetron Astaghfirullah di sebuah stasiun televisi.

  Instingku mengatakan mungkin ini solusi yang harus kucoba. Setelah mencari informasi seputar terapi Ruqyah dari Majalah Ghoib, aku berusaha menghubungi Jakarta Ruqyah Center.

   Saat itu aku diberi gambaran harus antri setidaknya 3 bulan karena banyaknya pasien yang sudah terjadwal. Tentu aku tidak sabar menunggu waktu selama itu, maka kuputuskan mencari penterapi ruqyah yang ada di Jambi.

  Alhamdulillah, berkat niat yang baik dan atas bantuan agen Majalah Ghoib (Bpk Ferry), aku dipertemukan dengan Ustadz Juanda (sekarang Dewan Syariah GRS Jambi).

   Namun oleh beliau aku dijadwal satu bulan lagi, karena pasiennya juga banyak. Melihat kondisiku yang sering kambuh akhirnya Pak Ferry mengajakku menemui Ustadz Raden (Peruqyah GRS Jambi).

   Setelah jadwal terapi disepakati, kejadian aneh kembali kurasakan. Tiba-tiba aku jadi malas berobat, seperti ada bisikan kuat yang melarangku untuk terapi ruqyah.

   Kali berikutnya ketika kemauan untuk terapi ruqyah timbul, ada saja halangan yang menggagalkannya. Sampai pada akhirnya aku berhasil menguasai diri.

   Saat dibacakan ayat-ayat Al Qur’an tubuhku bergetar, selqnjutnya aku tidak tahu apa yang telah terjadi, yang kutahu setelah sadar aku banyak muntah dan tubuhku lemas sekali.

   Melihat fisikku yang sangat lemah, Ustadz Raden menganjurkan untuk terapi ulang beberapa hari lagi. Pada terapi berikutnya keluargaku banyak bercerita. Katanya, dalam tubuku banyak jinnya.

  Tapi Alhamdulillah, Allah memudahkan proses keluarnya. Sakit kepala dan sesak nafas yang biasanya tidak absen dalam setiap minggu, kini mulai jarang kurasakan.

  Dengan berdirinya Ghoib Ruqyah Syar’iyyah Cabang Jambi di bulan September 2005, maka semakin memudahkanku untuk lebih intensif melakukan terapi ruqyah.

   Semua jimat-jimat, isim dan rajah-rajah yang dulu kutebus dengan harga mahal kuserahkan ke GRS Jambi kemudian dibakar.

   Di sini pula aku lebih banyak memperoleh penjelasan tentang Islam dan bagaimana sebaiknya bersikap terhadap penyakit yang kita hadapi. Maka hari-hari berikutnya aku lebih sering mengucapkan kalimat istighfar, karena sebelumnya aku merasa sudah terjebak dalam praktek kesyirikan.

  Alhamdulillah, kesadaran ini pula yang membawaku dalam kedamaian hati dan damainya hubunganku dengan istri. 

  Kebahagiaan berikutnya pun kurasakan manakala kudengar istriku menyatakan ia positif hamil. Duh… rasanya aku sudah terbebas dari beban yang selama ini juga menakutkanku.

  Karena setelah 3 tahun menikah, ada yang beranggapan di antara kami ada yang tidak subur.

   Ternyata Allah lah penentu segalanya. Perubahan kesehatan pun telah banyak kurasakan. Ibadah pun jadi lebih terjaga, karena adanya bimbingan dan taklim yang diadakan oleh oleh GRS Jambi.

   Meski sekali waktu aku harus mengulang terapi, tapi kuyakini bahwa semua ini adalah tahapan yang memerlukan proses dan tidak mungkin kudapat secara instant.

   Semoga dalam proses ini Allah menuntunku dalam jalan kebaikan, dan mengampuni segala salah dan khilafku baik di masa lalu, maupun yang akan datang. Amin.[Selesai]

Al Iman bil Ghoib Edisi 107, Rajab 1429 H – 7 Juli 2008 M

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…