Skip to main content

Sesak Nafas Tak Terdeteksi

Sesak Nafas Tak Terdeteksi
Ahad, 01 Rabiul Awwal 1437 H - 13 Desember 2015


  Satu rombongan keluarga datang kepada kami setelah melakukan perjalan kurang lebih 25 Km. Dengan diantar seorang Ustadz, mereka bermaksud "ikhtiar" untuk mengobatkan istri salah satu jamaah pengajiannya. 

  Terlihat seorang ibu diturunkan dari mobil dengan diangkat oleh 3 orang, sementara 1 orang mengangkat tabung oksigen sebagai alat bantu pernafasan bagi sang ibu. 

  "Ustadz..ini istri saya sudah sejak lama merasakan sesak nafas, istri saya ini sudah keluar masuk Rumah Sakit tapi belum sembuh juga. Kata dokter sih sehat, paru-paru sehat, jantung juga sehat kami ingin ikhtiar coba untuk di ruqyah." seorang bapak mengutarakan maksudnya.

  "Baik bapak, kita do'akan istrinya agar Allah memberikan kesembuhan, serahkan semuanya kepada Allah karena Dia lah yang Maha Penyembuh." kata kami.

  Kami pun langsung membacakan Al Qur'an pada pasien yang berbaring dengan selang oksigen menempel di lubang hidung. 

  Hanya sesak nafas seperti biasanya reaksi yang dirasakan pasien. Namun ketika pembacaan ruqyah usai tiba-tiba sesak nafas yang dirasakan pun hilang. 

  Alhamdulillah, bahkan badan pun terasa ringan hingga bisa berjalan sendiri saat menuju mobil untuk kembali.. Hasbunallooh wa ni'mal wakiil..

Cilacap Ruqyah Centre

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…