cookieChoices = {};
Home » » Satu Bulan Kesurupan Di Pulan Borneo

Satu Bulan Kesurupan Di Pulan Borneo

Written By Rumah Ruqyah on 2015-11-06 | 9:40:00 AM

 Satu Bulan Kesurupan Di Pulan Borneo

Sumber Gambar:Paradigmart.blogspot.com 

  Pukul 23.15, kami kedatangan rombongan dari kota Lumpia Semarang, tidak ada tujuan lain datang ke kota Cilacap kecuali untuk mengobatkan anaknya yang sudah SATU BULAN kesurupan. 

  Kisah bermula ketika AR, 19 th yang pernah mondok di salah satu Pesantren di Cilacap merantau ke pulau Borneo Kalimantan untuk bekerja. Berdasar informasi bahwa ada satu pabrik membutuhkan tenaga kerja, AR pun melamar di pabrik tersebut. 

  Dalam penantiannya menunggu panggilan kerja, AR tinggal bersama saudaranya yang kebetulan sebagai Imam masjid dan pengelola Madrasah. Sebagai Remaja yang merupakan jebolan pondok, tentu AR pun ikut membantu mengajar di Madrasah tersebut. 

  Satu kasus terjadi ketika salah satu santri Madrasah "berulah" kemudian dinasehati oleh sang Imam Masjid, namun orang tua si anak tersebut terkesan membela putranya. 

   Tidak terima sang Imam "dimarahi" kontan saja AR pun membela sang Imam. Keanehan terjadi setelah secara tiba-tiba perut AR terasa panas. Karena panasnya AR buka baju, namun karena buka baju itu tidak menghilangkan rasa panas di perut AR pun melepaskan celana yang di pakainya. 

  AR sudah kehilangan "akal sehatnya" ia berlarian kesana kemari di depan umum seperti orang gila . Memprihatinkan, itulah kondisi AR. Dan AR pun dijemput kembali dan di bawa ke tanah jawa. Tiada kata lain bagi orang tua AR, putranya harus sembuh, dan yang teringat saat itu ia harus minta tolong pada Ustadz dimana anaknya dulu di pondokan. 

  Akhirnya dengan di antar sang Ustadz pengasuh pondok, AR pun dibawa ke tempat kami. Melihat kondisi AR yang demikian langsung kami bacakan kepadanya ayat-ayat ruqyah, AR pun muntah-muntah namun masih tetap "dikuasai" oleh oleh jin alias kesurupan. 

  Saat ini kondisi AR lebih tenang setelah muntah-muntah, dan akan di lanjutkan ba'da sholat Subuh. Kembali AR kami ruqyah setelah Subuh, reaksi masih muntah-muntah seperti sebelumnya. 

   "Bismillaahirrohmaanirrohiim, ukhruj yaa aduwwallooh..!" bentak kami sambil menepuk punggungnya, dan Alhmdulillah AR pun tersadar, AR terheran-heran karena seingat dia saat itu ia berada di Kalimantan, namun saat ini ia berada bersama ayah, guru dan saudaranya. 

   Subhaanalloh, tak kuasa kami menahan haru melihat sang ayah menangis memeluk sang anak yang di cintainya, setelah puas melampiaskan kegembiraannya sang ayah pun langsung mengabarkan keasaan putranya ke Semarang bahwa anaknya sudah sadar. 

Alhmdulillah, segala puji hanya milik Allah 

Cilacap Ruqyah Centre
Share this article :

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran

 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger