Rujukan Pasien Dukun

Rujukan Pasien Dukun
 Sabtu, 25 Muharram 1437 H - 07 November 2015


  Baru saja kami sampai di tempat kerja, setelah melakukan perjalanan dari rumah kami yang berjarak sekitar 80 km, tiba-tiba hp bergetar sebagai tanda ada panggilan masuk. "Assalaamu'alaikum" terdengar suara laki-laki menyapa kami. 

  "Wa'alaikumussalam". Jawab kami. 

  "Saya SR yang biasa membawa pasien ke rumah pak Kiyai Achmad" kata laki-laki itu. Mendengar ucapan itu kami langsung ingat bahwa SR memang sering membawa pasien untuk "dirujuk" ketempat kami, karena memang SR sering di datangi oleh orang untuk berobat ke tempatnya. 

   Di daerahnya SR sendiri terkenal sebagai seorang Dukun. Sepertinya orang yang dibawa SR merupakan pasien yang dia di tidak sanggup menanganinya. "Pak Kiyai sekarang dimana?" tanyanya.

   "Kami baru saja sampai di Cilacap" jawab kami. "Pak Kiyai saya minta tolong, ini ada orang datang dari Jakarta, sudah satu minggu tidak sadarkan diri, kata orang dia ketempelan. Pak Kiyai bisa ga ya pulang nanti ke tempat kami untuk mengobatinya" kata laki-laki  itu. 

   "Oh..Maaf kami baru saja sampai dari rumah, kami ga bisa;" jawab kami. 

   "Tolong pak Kiyai kasihan ia, sudah satu minggu ia tidak sadar" sambung SR memelas. 

   "Aduhh..maaf sekali, bukannya kami tidak mau membantu, tapi karena kami baru sampai". Jawab kami keukeuh 

   "Terus bagaimana pak Kiyai?" SR minta solusi 

   "Begini saja silahkan pasiennya di bawa saja ke tempat kami ke Cilacap, Insyaa Allah kami bantu" jawab kami.

   "Baik pak Kiyai, tolong saya di SMS kan alamatnya". Pinta SR. 

   Jam 21.30 rombongan itu pun datang, bak ambulan membawa pasien mobil itu langsung parkir di depan teras. Benar saja kami lihat seorang perempuan berbaring tak sadarkan diri didalamnya. Dengan diangkat tiga orang, pasien pun dibawa ketempat yang telah kami sediakan. 

   "Mari kita serahkan semuanya pada Allah, kita doakan semoga cepat sadar dan cepat sehat." ajak kami sebelum memulai. Kami pun membacakan ruqyah pada pasien, perlahan reaksi pasien mulai terlihat, kepala pasien pun bergerak-gerak pelan. 

   Sampai usai ruqyah kami bacakan hanya reaksi kecil yang kami dapati. Gerakan di kepala yang sangat perlahan, barangkali karena si pasien karena lemah jadi reaksinya hanya seperti itu. Akhirnya sambil kami pijat pundak sebelah kanan, kami katakan pada pasien. 

   "Bismillaah, siapapun kalian yang ada di tubuh ini, keluar hai musuh Allah." ucap kami dengan keras. Dan Alhamdulillaah pasien pun tersadar. 

   Dengan suara pelan pasien berkata "Saya berada dimana?" 

Subhaanallooh..walhamdu lillaah.. 

Cilacap Ruqyah Centre

Comments