[Konsultasi Online] Sering Sakit di Dada, Mungkinkah Gangguan Jin?

Kamis, 23 Muharram 1437 H - 05 November 2015
 
Seorang ibu melayangkan konsultasinya kepada kami terkait keluhan sering sakit di dadanya. Berikut petikannya, semoga bermanfaat. 

*****

T: Assalamu'alaikum... afwan, mau konsul soal ruqyah...

     Saya T (wanita) dari Situbondo...

RRI: Wa'alaikusalam, silahkan bu

T: 5 tahun lalu saya pernah nyeri dada kiri tiba-tiba dan tembus sampai punggung kiri. Sakit sekali dan untuk bernafas dan bergerak. Waktu itu saya tinggal di daerah pegunungan daerah dingin. Sudah periksa ke dokter jantung, paru-paru, cek EKG, cek darah dan rongten, jantung sama paru-paru ndak ada masalah.

   Tapi diagnosa kedua dokter sama, katanya saya kejang otot dada karena pengaruh dingin. Saya dikasih obat, tapi ndak ada yang saya minum, karena kata suami, obat yang diresepkan termasuk obat keras. Saya ikhtiar dengan bekam, kirofraksi, ruqyah, madu, zaitun, dan omega saat itu. Alhamdulillah, ada perbaikan.

   Dan setelah serangan nyeri 5 tahun lalu, sampai sekarang, dada kiri saya masih sering nyeri. Kalo sudah kambuh, agak sesak buat nafas. Kadang kala dada terasa panas...

  Afwan, yang mau saya tanyakan, dengan kondisi seperti itu, apa ada indikasi pengaruh sihir atau gangguan jin??

  5 tahun lalu saya pernah ruqyah, tapi hanya sekali. Saat itu, tiba-tiba saja saya nangis. Tapi saya sadar kalo saya nangis. Ndak tau kenapa, saya ingin nangis saat itu.

Waktu itu saya mencoba ruqyah, karena beberapa kali saat sakit saya mimpi buruk yang sama...

Saya bermimpi segala macam jenis hantu seperti yang ada di tv-tv. Saat itu, di rumah saya dikelilingi mereka, dan ada yang bawa saya terbang di dalam rumah. Saya mimpi itu selama 2-3 hari berturut-turut.

  Kemudian Ustadz yang meruqyah saya bilang, kalo memang ada indikasi gangguan, dan saya hanya disuruh memperbanyak baca al ma'tsurot.

  Setelah itu, saya rutin membaca al ma'tsurot dan tetap ikhtiar dengan thibbun nabawi. Tapi masih sering sakit dada kiri saya. Tapi tidak separah 5 tahun lalu.

Dan beberapa waktu lalu saya mimpi buruk lagi.. seperti mimpi 5 tahun lalu.

Menurut Ustadz, apa memang saya terkena sihir yaa... atau bagaimana...

Mohon jawaban dan penjelasannya...

Jazaakallahu khoiron..

RRI: Suka pusing atau pundak terasa berat?

T; Iya Ustadz... sering banget pusing..

Kadang sampai saya tempel koyo di kepala dan leher

RRI: Punya amalan khusus?

RRI: Pernah belajar tenaga dalam?

T: Ndak pernah

RRI: Punya jimat?

T: Ndak punya. Tapi dulu waktu baru awal nikah, 9 tahun yang lalu, bapak mertua pernah naruh jimat di rumah saya dan suami tanpa sepengetahuan kami. Setelah suami tau, langsung dibakar, setelah sebelumnya konsultasi dengan guru ngaji saya dulu..

RRI: Bapak mertua dapat dari mana?

T: Dapat dari kyai katanya. Isinya dulu tulisan arab. Tapi ndak ngerti artinya apa.

Kalo bapak mertua, ndak pernah sholat Ustadz. Kalo orangtua kandung saya, masih sholat. Hanya saja, masih percaya dengan semacam primbon-primbon gitu. Dan kalo ngadakan selamatan, masih suka pakai sandingan yang ditaruh di kamar dan di pojok-pojok ruangan. Tapi saya ndak pernah kumpul dengan mereka, karena saya diambil anak sama bude

RRI: Sering bapaknya ke kyai itu?

T: Kurang tau juga..

RRI: Ok gpp, punya leluhur yang dikenal suka menyembuhkan orang lain?

T: Ndak ngerti saya Ustadz. Tapi seingat saya, dulu ibu (bude) saya pernah bilang, kalo bapak dan kakak kandung saya punya amalan-amalan apa gitu. Yang pake tulisan arab trus ditaruh di sabuk atau saku.

Tapi Wallahu'alam saya ndak tau kebenaran pastinya...

Oy, saya dulu tinggal di daerah pegunungan / desa yang masyarakatnya masih suka 'main belakang' (kedukun). Tapi seingat saya, saya ndak pernah punya masalah dengan orang lain.

Saya pendatang di sana

RRI: Ehm, kira-kira dari garis keturunan ibu (anak atau kakak atau ortu) ada mengalami seperti ibu?

T: Seingat saya ndak ada... tapi ibu kandung saya sering nyeri dada juga tembus ke punggung. Orang jawa bilang, sundep.

Apa ada indikasi gangguan yaa Ustadz??

Saya sekarang juga jadi lebih gampang emosi. Kalo sudah emosi, dada sama kepala rasanya seperti penuh dan panas...

RRI: Terakhir, apa ada seseorang yang menyukai ibu yang tak kesampaian atau seseorang yang tidak menyukai ibu?

T: Waduhh...kalo itu saya ndak tau Ustadz. Tapi kalo orang lain ke saya sihh.. selama ini baik-baik saja ndak ada masalah... saya juga orangnya jarang keluar rumah.

Oy, 5 tahun yang lalu waktu masih sakit-sakit... pernah ada yang telpon ke hp suami saya, tengah malam. Suaranya bapak-bapak. Dia bilang, bisa bantu sembuhin saya. dia tanya apa keluhan saya. Dia bilang juga, kalo rumah dia berbatas tembok dengan saya. Tp dia ndak bilang dia siapa...

Tapi kalo dilihat dari suaranya, saya kenal dengan orang itu. Tetangga saya. Tapi saya dan suami juga ndak pernah ada masalah apa-apa. Malah, dia yang punya hutang ke suami dan sampai sekarang ndak pernah dikembalikan. Saya dan suami juga hanya diam. Ndak pernah nagih. Seingatnya dia saja. Kalo dikembalikan yaa diterima, kalo ndak kembali yaa sudah..

Oy, ada lagi Ustadz, saya punya usaha di rumah yang dulu. Ada toko. Kemudian ada tetangga yang buka usaha yang sama. Kata orang-orang, kalo ada konsumen yang mau ke tempat saya, itu seringnya dihalangi, dan diarahkan ke toko dia. Tapi saya dan suami, nanggepinya juga biasa-biasa saja. Karena rezeki juga sudah ada yang mengatur...

Sekaran, sejak 3 tahun lalu saya pindah rumah. Ke daerah dataran rendah dekat laut. Tapi sakit dada saya masih sering kambuh. Seringnya setelah Ashar / malam.

Tapi, kalo toko masih tetap di tempat lama. Sudah ada karyawan yang jaga.

Afwan... apa ada solusinya Ustadz?

RRI: Sebentar ya bu, tadi saya chatting sama ibu sambil kerja jadi lupa isi keseluruhan diskusi. Ini lagi baca ulang dulu

Jadi begini bu, berdasarkan analisa (sesuai informasi yang ibu berikan) kemungkinan indikasi gangguan ada.

1. Dari diagnosa dokter gak ada untuk penyakit medik dan diruqyah ibu reaksi dengan menangis

2. Sering mimpi buruk, pusing dan pundak terasa berat

3. Adanya garis keturunan (ortu ibu) yang mengalami sakit yg sama. Coba selidiki deh, kemungkinan ada dari garis keturunan. Istilah malaysia jin saka atau jin warisan

4. Usaha ibu surut tidak jelas penyebabnya

Saran kami, ibu lanjutkan ruqyah. Karena memang untuk ruqyah ada kasus cukup sekali dan ada harus berulang secara intensif

Selain itu, juga ibu adakan 'perlawanan' dengan ruqyah mandiri dan ruqyah rumah dan warung/tempat usaha ibu

Cara ruqyah mandiri, niatkan utk meruqyah lalu baca al fatihah, ayat kursyi, al ikhlash, al falaq dan annas

Lalu tiupkan ke tangan dan usap sekujur tubuh ibu. Karena ibu sudah diketahui letak sakit, langsung aja pegang/tekan bagian yang sakit sambil bacakan ayat-ayat ruqyah standard di atas/baca al matsurat. Rutinkan setiap hari bada shubuh dan Maghrib

Sebaiknya ditemani suami untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan

Untuk ruqyah rumah atau warung/tempat usaha, bacakan al Baqarah sampai full, lalu tiupkan ke segalon/seember air.

Lalu ciprat-cipratkan sudut-sudut rumah.

Air itu juga bisa untuk diminum dan mandi ibu. Dan karena untuk diminum, sebaiknya air galon yang siap diminum aja untuk air ruqyahnya

T: Hal-hal yang tidak diinginkan itu maksudnay gimana Ustadz? Saya kok jadi takut yah, mau ruqyah mandiri.

Dan, afwan, kalo sedang 'berhalangan' apa masih boleh baca ayat-ayat ruqyah dan baca al ma'tsurot?

RRI: Gpp, Hanya untuk, jika ada reaksi ada yang bisa bantu menenangkan. Ya bisa

T: Jazakallahu khoiron Ustadz untuk penjelasannya...

***

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204, pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459


Comments